Cimory Patok Harga IPO Rp 3.080, Valuasi Sahamnya Masih Atraktif

Produsen susu Cimory dalam aksi IPO akan meraih dana segar hingga Rp3,66 triliun. Dana tersebut bakal digunakan untuk ekspansi hingga ke pasar Asean.

Dwi Nicken Tari

29 Nov 2021 - 15.26
A-
A+
Cimory Patok Harga IPO Rp 3.080, Valuasi Sahamnya Masih Atraktif

Ilustrasi berbagai produk Cimory. PT Cisarusa Mountain Dairy Tbk. atau Cimory bersiap melakukan IPO. - Istimewa.

Bisnis, JAKARTA -PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. atau Cimory bakal melantai di bursa saham pada pekan depan. Calon emiten produsen susu premium itu pun menetapkan harga penawaran senilai Rp3.080 dalam aksi initial public offering (IPO).

Penetapan harga tersebut berada sedikit di bawah batas atas harga penawaran IPO yang sebelumnya ditetapkan dalam rentang Rp2.780-Rp3.160 per saham. Dengan patokan harga tersebut dan rencana melepaskan 1.190.203.000 (dibulatkan 1,19 miliar), yang mewakili 15 persen dari modal disetor, Cimory bakal meraup dana segar hingga Rp3,66 triliun. 

PT CLSA Sekuritas Indonesia menyebut valuasi yang ditawarkan oleh PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. atau Cimory dalam penawaran umum perdana saham menarik dibandingkan perusahaan sejenis di kelasnya.

Direktur CLSA Sekuritas Indonesia, Rick Fischer, mengatakan dalam menentukan kisaran valuasi harga penawaran, penjamin pelaksana emisi efek telah melakukan perhitungan dan perbandingan antara Cimory dengan perusahaan sejenis di dalam maupun di luar negeri.

“Dengan informasi dan perkiraan yang dibuat analis di divisi riset, kami memutuskan kisaran harga demikian. Secara umum, kisaran itu cukup baik dibandingkan peers,” jelas Rick dalam paparan publik, Rabu (10/11/2021).

CLSA Sekuritas Indonesia dan Mandiri Sekuritas merupakan penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO Cimory. Rencananya, masa penawaran umum perdana saham akan dimulai 30 November 2021 hingga 2 Desember 2021.

Tanggal penjatahan pada 2 Desember 2021, tanggal distribusi saham secara elektronik pada 3 Desember 2021, dan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 6 Desember 2021.

Selain menawarkan saham perdana kepada publik, perseroan juga mengalokasikan sebesar 0,06 persen dari saham yang ditawarkan dalam IPO untuk program alokasi saham kepada karyawan atau sebanyak 700.000 saham. Selanjutnya perseroan akan menerbitkan opsi saham untuk program MESOP sebesar 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah OPO atau sebanyak 674,44 juta saham.

 

 

Rencana Ekspansi

Dii sisi lain, Direktur Keuangan Cimory, Bharat Joshi, mengatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi perseroan baik dari sisi produksi maupun produksi. “Dalam jangka pendek ini kami akan segera memenuhi permintaan Cimory Pouch dan susu UHT di pasar dengan tambahan kapasitas pada 2022,” kata Bharat dalam paparan publik.

Selanjutnya, perseroan juga akan menambah pusat distribusi (DC) yang akan segera dibangun sehingga menggandakan kapasitas penyimpanan saat ini. Secara rinci, dana yang diperoleh dalam IPO ini akan digunakan Cimory sebesar 33 persen untuk belanja modal terkait dengan penambahan kapasitas untuk fasilitas produksi dalam bentuk properti, pabrik, dan peralatan.

Kemudian, sekitar 25 persen untuk penyetoran modal kepada entitas anak yaitu PT Macroprima Panganutama (MP) yang mengerjakan pengolahan dan pengalengan makanan. Dana tersebut akan digunakan oleh MP untuk penambahan kapasitas untuk fasilitas produksi, serta untuk modal kerja.  

Sementara itu, dana IPO sekitar 20 persen akan digunakan Cimory untuk penyetoran modal kepada entitas anak PT Macrosentra Niagaboga (MN),yang bergerak di bidang agen dan distributor.  Sekitar 15 persen dana IPO akan digunakan untuk belanja modal yang berkaitan dengan ekspansi saluran distribusi, terutama dalam bentuk penambahan di toko dan retail dan sarana pendukung terkait peningkatan jumlah Miss Cimory yang meliputi pelatihan dan pengembangan.

Sedangkan sisanya sekitar 7 persen akan digunakan untuk modal kerja Cimory, terutama untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari. Dengan alokasi dana tersebut, Cimory berharap dapat memperluas pasar di kawasan Asia Tenggara. 

Presiden Direktur Grup CEO Cimory, Farell Sutantio, mengatakan perseroan sudah mengirimkan produk yogurt dalam jumlah cukup besar ke Filipina dan Singapura. “Berikutnya kami melihat target pasar di Vietnam dan Malaysia. Kami melihat Indonesia berpotensi menjadi basis produksi [produk dairy] untuk Asia Tenggara selain dari sisi biaya juga halal kita diterima semua negara,” ujar Farell dalam paparan publik, Rabu (10/11/2021).

Untuk melanggengkan upaya perluas pasar, Cimory telah menyiapkan sejumlah produk inovatif yang akan dirilis ke pasar setelah IPO. Farell menyebut inovasi dan diferensiasi produk telah menjadi salah satu strategi jitu perseroan dalam mengangkat penjualan dalam beberapa tahun terakhir di tengah-tengah persaingan harga yang ketat di industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.