Cleo, Pabrik Air Minum Pertama di IKN Resmi Beroperasi

Pabrik air minum milik emiten air mineral terafiliasi konglomerat Hermanto Tanoko, yakni PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) atau Tanobel resmi beroperasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Alifian Asmaaysi & Artha Adventy

9 Jan 2024 - 16.17
A-
A+
Cleo, Pabrik Air Minum Pertama di IKN Resmi Beroperasi

Pekerja mengemas produk air minum Cleo. - Foto Cleo

Bisnis, JAKARTA - Pabrik air minum milik emiten air mineral terafiliasi konglomerat Hermanto Tanoko, yakni PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) atau Tanobel resmi beroperasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Dalam laporannya, pabrik CLEO telah resmi beroperasi di IKN sejak akhir 2023, yang mana pada saat ini perusahaan tersebut telah melayani kebutuhan konsumen hingga ke Samarinda dan Balikpapan.

CEO PT Sariguna Primatirta Melisa Patricia menuturkan bahwa beroperasinya pabrik tersebut merupakan bukti keseriusan Perseroan untuk mendukung pengembangan ibu kota baru dengan berinvestasi dan menggarap potensi pasar di wilayah IKN.

"Mulai beroperasinya pabrik kami di IKN ini selain merupakan langkah strategis dalam mengembangkan supply chain distribusi di luar Jawa, juga memiliki makna simbolis yang sangat kuat, di mana CLEO hadir dengan investasi yang meyakinkan di pusat pemerintahan yang baru, dengan lokasi yang berada di tengah wilayah Republik Indonesia," kata Melisa dalam keterangan resmi, dikutip Senin (8/1/2024).

Adapun, pabrik air minum tersebut berlokasi di Karya Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara yang berjarak sekitar 40 menit dari Titik Nol IKN.

Untuk diketahui sebelumnya, sepanjang 2023, Perseroan telah membelanjakan dana sekitar Rp 300 miliar untuk pembangunan pabrik, penambahan mesin, hingga penguatan jaringan distribusi melalui investasi.

Dengan demikian, Tanobel Group akan mengawali 2024 dengan kepemilikan pabrik air minum merek Cleo sebanyak 32 pabrik, dan menjadi produsen air minum dalam kemasan (AMDK) dengan pabrik terbanyak di Indonesia.  

Tak hanya di IKN, pada 2024, Perseroan akan kembali menginvestasikan Rp300 miliar, yakni untuk penambahan pabrik baru, pengembangan pabrik existing, penambahan mesin untuk meningkatkan kapasitas produksi dan otomasi, hingga perluasan jaringan distribusi.

Rencananya, perseroan akan membangun tiga pabrik baru di Sulawesi Tengah (Palu), Kalimantan Barat (Pontianak) dan Riau (Pekanbaru). Dengan ekspansi yang terus dilakukan secara agresif ini, Perseroan optimistis target pertumbuhan double digit setiap tahun, dari top hingga bottom line akan tercapai, tak terkecuali pada 2024.

Cleo, sebagai merek air minum dalam kemasan, mulai masuk pasar Indonesia pada 2024. Cleo hadir dengan membawa diferensiasi air murni. Pabrik pertama berdiri di Pandaan, Malang,   Jawa Timur.

Pada 2012, Cleo meluncurkan produk dengan kemasan galon ber-handle. Hadir dengan inovasi pertama di Indonesia, Galon Cleo memiliki handle yang mudah untuk dibawa dan dipasang ke dispenser. Galon Cleo terbuat dari bahan bebas BPA yang menjamin kemurnian dan kesehatan air di dalamnya.

BPA (bisphenol A) adalah bahan kimia yang digunakan untuk membuat produk plastik dan resin, termasuk botol minum dan kotak makan.

Pada tahun yang saa, perusahaan meluncurkan Cleo Ecoshape, yang merupakan produk kemasan praktis ramah lingkungan.

 BACA JUGA: Prospek Cerah Industri Makanan dan Minuman

Produk CLEO

LANJUTKAN EKSPANSi

Tahun ini, Cleo berencana melanjutkan ekspansi dengan membidik target petumbuhan kinerja double digit seiring dengan mobilitas dan aktivitas masyarakat yang semakin tinggi. CLEO juga gencar melakukan penambahan pabrik serta produk baru.

Menurut Melisa, setiap tahun CLEO menargetkan pertumbuhan pertumbuhan double digit di atas rata-rata industri dari top hingga bottom line, tak terkecuali pada 2024.

“Bisnis CLEO semakin prospektif dan optimis mencapai target pertumbuhan, terutama karena kegiatan masyarakat mulai normal dan semakin banyak kegiatan di luar ruangan,” katanya kepada Bisnis, Sabtu (18/11/2023).

CLEO melihat mobilitas dan aktivitas masyarakat yang lebih tinggi ini otomatis akan membuat permintaan air minum meningkat sehingga CLEO tetap gencar untuk melakukan ekspansi, menjangkau market-market yang belum tersentuh, serta melakukan inovasi dan peluncuran produk yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Tahun 2024, yang merupakan tahun politik, dijadikan oleh CLEO sebagai momentum untuk melakukan ekspansi dan mencapai target-target tersebut. Melisa menjelaskan bahwa CLEO secara aktif mengembangkan pasar dengan membangun jaringan distribusi dan pabrik di seluruh wilayah Indonesia, guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dia juga mengklaim CLEO berkomitmen untuk secara konsisten menyediakan produk berkualitas yang aman dikonsumsi dan secara aktif berinovasi meluncurkan produk-produk baru menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Selama tahun 2023, CLEO telah meluncurkan beberapa produk baru, termasuk produk gallon recycleable Cleo Nusantara 12.8L, dan Cleo Platine sparkling water yang baru saja diluncurkan pada bulan November ini.

Saat ini, CLEO memiliki kapasitas pabrik sebesar 5 miliar liter dan menargetkan penambahan kapasitas terpasang hingga 5,5 miliar liter seiring dengan pembangunan pabrik-pabrik baru.

Tahun ini, CLEO telah menambahkan empat pabrik baru di Lampung, Manado, Palangkaraya, dan Palembang. Pabrik di Palangkaraya sudah beroperasi, dan secara keseluruhan, CLEO diharapkan memiliki 32 pabrik yang beroperasi pada tahun 2023, naik dari 28 pabrik pada 2022.

 (Alifian Asmaaysi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.