Curhatan Bos Bank Mandiri (BMRI) Soal Utang WSKT

Bank Mandiri (BMRI) menyatakan skema induk perjanjian restrukturisasi BUMN konstruksi, PT Waskita Karya (WSKT) akan molor.

Rinaldi Azka

12 Sep 2023 - 10.25
A-
A+
Curhatan Bos Bank Mandiri (BMRI) Soal Utang WSKT

Pegawai melayani nasabah di kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta./Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyatakan skema master restructuring agreement (MRA) atau perjanjian restrukturisasi induk dari emiten konstruksi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) akan molor. Sebelumnya, MRA sendiri sempat ditargetkan selesai pada Agustus 2023. 

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati mengatakan molornya MRA ini karena ada sejumlah koordinasi yang dilakukan kreditur dan debitur. 

Tak hanya itu, dengan adanya masing-masing kreditur WSKT yang memiliki komite, membuat keputuan mengenai pemutusan kredit pun membutuhkan waktu yang lebih lama. 

“Mereka [kreditur] masing-masing membutuhkan waktu untuk ke komite untuk memutus kreditnya, untuk memutus structure-nya, yang mereka anggap secara manajemen risiko itu risikonya dapat termitigasi dengan baik, sehingga butuh waktu bagi masing-masing kreditur untuk melakukan analisa lebih dalam lagi,” ujarnya saat ditemui Bisnis usai agenda Konferensi Pers Penandatanganan MoU Bank DBS Indonesia dan Bank Mandiri dengan PT TBS Energi Utama, Senin (11/9/2023).


Lebih lanjut, Indah berharap proses MRA ini dapat rampung pada tahun ini. Dia menilai dengan adanya restrukturisasi atas fasilitas kredit Waskita Karya, perusahaan BUMN pelat merah itu dapat mempercepat pemulihan kinerja dan bisnis ke depan. 

“Kalau dari sisi [Bank] Mandiri tidak bisa memutuskan, karena kalau Waskita Karya ini facility agent-nya BNI 46, sebagai lead terhadap proses restrukturisasi Waskita. Jadi, MRA penandatangan ini yang memimpin adalah BNI. Di sini, Bank Mandiri sebagai salah satu member sindikasi tersebut akan tunduk [dengan hasil kesepakatan dengan facility agent],” tutupnya. 

Baca Juga : Babak Baru Perjalanan Bisnis Bank Muamalat di Lantai Bursa 

Dilihat dalam laporan keuangan Waskita, rincian utang bank jangka panjang dengan pihak berelasi berdasarkan perjanjian restrukturisasi induk (MRA) yaitu terhadap PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) sebesar Rp7,52 triliun, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) sebanyak Rp4,55 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) sebesar Rp2,69 triliun dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) sebesar Rp2,03 triliun.

Baca Juga : Geliat Bank Menjual Aset Bermasalah 

Perusahaan pelat merah ini harus menuntaskan Master Restructuring Agreement (MRA), sebagai syarat agar suspensi perdagangan saham dibuka oleh Bursa Efek Indonesia. 

Sementara, secara paralel rapat pemegang Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018 memutuskan menolak perubahan jadwal jatuh tempo pembayaran bunga dan pokok utang. Obligasi ini memiliki tenggat jatuh tempo pada 28 September 2023. 

Alhasil, dengan tidak disepakatinya usulan perubahan terhadap perjanjian perwaliamantan, maka jadwal pembayaran utang obligasi milik WSKT tetap jatuh pada 28 September mendatang.(Arlina Laras)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.