Free

Daftar 5 Negara dengan Anggaran Militer Terbesar 2023

Anggaran militer global mencapai rekornya pada 2023 lalu. Di posisi puncak, lima negara dengan anggaran militer terbesar masih belum berubah, yakni Amerika Serikat, China, Rusia, India, dan Saudi Arabia.

Redaksi

26 Apr 2024 - 13.25
A-
A+
Daftar 5 Negara dengan Anggaran Militer Terbesar 2023

Ilustrasi perang. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA —  Total Pengeluaran militer global mencapai rekor tertingginya pada 2023 sebesar US$2,44 triliun atau setara Rp39,54 kuadriliun. Jumlah tersebut meningkat 6,8% dari tahun 2022.

Melansir laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dikutip Jumat (26/4/2024), untuk pertama kalinya sejak tahun 2009, pengeluaran militer meningkat di kelima wilayah geografis yang ditetapkan oleh SIPRI, dengan peningkatan terbesar terjadi di Eropa, Asia, Oseania, dan Timur Tengah.

Peneliti Senior Program Pengeluaran Militer dan Produksi Senjata SIPRI, Nan Tian, mengungkapkan bahwa tingginya peningkatan tersebut merupakan respons terhadap kemerosotan perdamaian dan keamanan global.

“Negara-negara memprioritaskan kekuatan militer, tetapi mereka menghadapi risiko spiral aksi-reaksi dalam lanskap geopolitik dan keamanan yang semakin bergejolak,” ujar Nan Tian.

Sumber:SIPRI.org

Adapun, 5 negara dengan pengeluaran militer tertinggi adalah sebagai berikut.

    Amerika Serikat (AS)

Pengeluaran militer AS mencapai US$916 miliar pada tahun 2023, atau setara Rp18,82 kuadriliun, yang merupakan 2,3% lebih banyak dari tahun 2022.

Pemanfaatan biaya terbesar di antara semua kategori pengeluaran militer AS pada tahun 2023 adalah untuk penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi (RDT&E).

AS membelanjakan 9,4% lebih banyak secara riil untuk RDT&E dibandingkan pada tahun 2022.

Hal ini sejalan dengan keputusannya untuk mengalihkan fokusnya dari operasi kontra-pemberontakan dan perang asimetris ke pengembangan baru yang dapat digunakan dalam konflik potensial dengan musuh yang memiliki kemampuan militer canggih.

Sementara itu, bantuan militer ke Ukraina merupakan topik yang sangat diperdebatkan di AS, penyebabnya adalah alokasi dana di luar anggaran awal Departemen Pertahanan AS.

Jumlah bantuan tersebut  mencapai US$35,7 miliar pada tahun 2023, di mana US$25,4 miliar di antaranya dalam bentuk bantuan militer. Sementara itu, sisanya US$10,3 miliar sebagai dana untuk mendukung sekutu Eropa dan operasi komando AS di Eropa, serta meningkatkan kapasitas produksi amunisi AS untuk mengisi kembali stok kebutuhan amunisi Ukraina.

    China

China, menjadi pembelanja militer terbesar kedua di dunia yang mengalokasikan sekitar $296 miliar atau sekitar Rp4,79 kuadriliun untuk militer pada tahun 2023.

Biaya tersebut meningkat 6,0% dari tahun 2022. Belanja militer Tiongkok menyumbang 12 persen dari belanja global dan 50 persen dari belanja di Asia dan Oseania.

    Rusia

Belanja militer Rusia pada 2023 diperkirakan sebesar US$109 miliar  yang setara Rp1,76 kuadriliun, 24% lebih tinggi daripada 2022. Pada tahun 2023, belanja militer Rusia setara dengan 5,9% dari PDB dan 16% dari total pengeluaran pemerintah, menjadi pencapaian tertinggi yang pernah dicatat oleh Rusia sejak bubarnya Uni Soviet.

Angka-angka untuk pengeluaran militer Rusia pada 2023 sangat tidak pasti karena meningkatnya ketidakjelasan otoritas keuangan Rusia sejak invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Selain anggaran negara, pendanaan untuk mendukung invasi ini berasal dari aliran pendapatan di luar anggaran seperti bisnis, individu, dan organisasi.

    India

Dengan belanja militer sebesar US$83,6 miliar yang setara Rp1,34 kuadriliun pada tahun 2023, India merupakan pembelanja terbesar keempat secara global.

Pengeluaran India meningkat 4,2% dari tahun 2022. Peningkatan belanja militer India terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya personil dan operasi, yang mencapai hampir 80% dari total anggaran militer pada tahun 2023.

Hal ini sejalan dengan prioritas pemerintah untuk memperkuat kesiapan operasional angkatan bersenjata di tengah ketegangan yang sedang berlangsung dengan China dan Pakistan.

Belanja modal untuk mendanai pengadaan militer India relatif stabil, atau sekitar 22% dari anggaran pada tahun 2023. Sebanyak 75% dari pengeluaran ini digunakan untuk membeli peralatan yang diproduksi di dalam negeri. Perbelanjaan ini mencerminkan tujuan India untuk menjadi mandiri dalam pengembangan dan produksi persenjataan.

    Saudi Arabia 

Arab Saudi adalah pembelanja militer terbesar kelima di dunia pada tahun 2023. Pengeluarannya meningkat 4,3% menjadi sekitar US$75,8 miliar setara Rp1,21 kuadriliun, atau 7,1% dari PDB.

Arab Saudi adalah pengekspor minyak mentah terbesar di dunia, dan pertumbuhan belanja militernya pada tahun 2023 sebagian dibiayai oleh peningkatan permintaan minyak non-Rusia dan kenaikan harga minyak setelah invasi Rusia ke Ukraina.

(Reporter: Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.