Daftar Lengkap Harga Eceran Beras di Seluruh RI Usai Dinaikkan 1 Juni

Pemerintah kembali memperpanjang relaksasi HET beras premium dan medium mulai 2 Juni 2024 hingga regulasi baru berupa Peraturan Badan (Perbadan) terbit, sebagai perubahan dari Perbadan No. 7/2023 tentang HET Beras.

Ni Luh Anggela & Dwi Rachmawati

3 Jun 2024 - 14.56
A-
A+
Daftar Lengkap Harga Eceran Beras di Seluruh RI Usai Dinaikkan 1 Juni

Ilustrasi beras

Bisnis, JAKARTA — Daftar lengkap harga eceran beras di seluruh wilayah Indonesia mulai dari Jawa hingga Papua terungkap, setelah pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) komoditas pangan tersebut per 1 Juni 2024.

Adapun, pemerintah kembali memperpanjang relaksasi HET beras premium dan medium mulai 2 Juni 2024 hingga regulasi baru berupa Peraturan Badan (Perbadan) terbit, sebagai perubahan dari Perbadan No. 7/2023 tentang HET Beras.

Perpanjangan relaksasi HET beras yang menyasar delapan wilayah di Tanah Air tercantum dalam surat Kepala Badan Pangan Nasional kepada stakeholder perberasan Nomor 160/TS.02.02/K/5/2024 tertanggal 31 Mei 2024. 

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa perpanjangan relaksasi HET merupakan upaya pemerintah dalam menghadapi tantangan pasokan dan harga pangan.

Hal itu dikarenakan harga komoditas global saat ini tengah mengalami fluktuasi dan adanya perubahan iklim sehingga berpengaruh terhadap produksi pangan dalam negeri. “Perpanjangan relaksasi HET beras ini diberlakukan pada hari ini [awal Juni] sampai regulasi baru terkait HET dalam bentuk Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) sebagai perubahan Perbadan 7 tahun 2023 terbit,” kata Arief dalam keterangannya dikutip Senin (3/6/2024).

Baca juga:

Alasan Pemerintah Perpanjang Relaksasi HET Beras

Misi Mustahil Turunkan Harga Beras

Impor Beras Mengalir Deras pada 2024

Kejar Swasembada Gabah, Lupa Mengurus Beras

Mengukur Dampak Kenaikan HET Beras Pemerintah

Arief mengharapkan dengan adanya relaksasi HET beras dapat memberikan fleksibilitas kepada pelaku usaha dan petani, sekaligus memberikan jaminan kepada konsumen agar mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.

Di sisi lain, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menilai petani tidak menikmati keuntungan dari perpanjangan HET beras tersebut, mengingat harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah masih dipatok di level Rp6.000 per kilogram.

Menurut Henry, pemerintah seharusnya menetapkan HPP gabah petani sebesar Rp7.000 per kilogram melalui Perbadan, alih-alih memperpanjang relaksasi HET beras. “Harusnya [HPP gabah] dibuat permanen, karena kalau Rp6.000 petani belum untung, baru balik modal biaya produksi saja,” ujar Henry saat dihubungi, Senin (3/6/2024).


Dia juga menyebut bahwa berlanjutnya relaksasi HET beras premium menjadi sekitar Rp14.900—Rp15.800 per kilogram juga dianggap hanya memberikan peluang lebih lama bagi perusahaan beras besar mengeruk keuntungan karena terdapat margin yang begitu besar antara HPP gabah petani dan HET beras premium.

“Marginnya besar sekali. Jadi keuntungan besar di tangan korporasi besar yang sekarang sudah membeli banyak gabah dan punya rice milling [penggilingan]. Mereka juga punya koneksi dengan perusahaan di bidang ritel,” kata Henry.

Adapun, menyitir Panel Harga Pangan Bapanas, rerata harga beras pada Mei 2024 berada di level Rp15.560 per kilogram, melonjak 14,49% (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan harga beras premium pada Mei 2023 sebesar Rp13.590 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.