Dalih Shopee Tutup Operasi di Empat Negara

Langkah penutupan operasi ditempuh perusahaan raksasa Shopee di tengah catatan kenaikan signifikan pada paruh kuartal II/2022. Apa alasannya?

Rayful Mudassir
Sep 9, 2022 - 4:37 PM
A-
A+
Dalih Shopee Tutup Operasi di Empat Negara

Bisnis, JAKARTA - Platform e-commerce Sea Group, Shopee dikabarkan telah menutup layanan di 4 negara, yakni Chili, Kolombia, Meksiko dan Argentina. Langkah ini ditempuh perusahaan raksasa di tengah catatan kenaikan signifikan pada paruh kuartal II/2022.

Perusahaan media berbasis di Singapura, Dealstreet Asia menyebutkan bahwa Shopee mempertahankan operasinya di tiga negara pertama, namun memangkas sebagian besar karyawan di negara-negara tersebut. 

Desas desus pemutusan hubungan kerja bagi karyawan Shopee setidaknya mulai berembus mulai akhir semester I/2022. Selain Shopee, beberapa startup bahkan perusahaan teknologi raksasa lainnya turut diterpa isu PHK besar-besaran. 

Situasi ini dipengaruhi oleh kondisi global sepanjang tahun ini. Beberapa di antaranya adalah faktor makro ekonomi secara global yang penuh ketidakpastian. 

Dalam anomali tersebut, investor mengatur siasat menghindari pembelian saham startup yang persepsi risiko tinggi. Kenaikan inflasi dan suku bunga di beberapa negara juga mempengaruhi kondisi ini.

Kesulitan mencari pendanaan baru juga dialami oleh perusahaan teknologi akibat investor lebih selektif memilih startup. Pemodal juga lebih yakin pada perusahaan yang bertahan di berbagai kondisi, termasuk energi fosil.

Dalam email internal, Chief Executive Shopee Chris Feng menulis kepada karyawan bahwa saat ini perusahaan menghadapi ketidakpastian makro yang meningkat.

Sebab itu, perusahaan perlu memfokuskan sumber daya pada operasi inti dan telah memutuskan untuk berkonsentrasi pada model lintas batas di Shopee Meksiko, Kolombia, dan Chili.

Sea Group melihat nilai pasarnya melonjak menjadi lebih dari US$200 miliar atau senilai Rp2.900 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS) pada Oktober 2021, disokong dari Garena dan Shopee pada pandemi Covid 19. 

Saham Sea Group sejak tahun lalu juga mulai jatuh dan hingga saat ini bernilai US$27 miliar atau senilai Rp400 triliun.

Pada Maret 2022, Shopee mengumumkan penutupan layanan di India dan Prancis. Pada Juni, Shopee turut memangkas pekerjaan di seluruh divisi e-commerce dan pengiriman makanan, baik di Asia Tenggara dan operasi Amerika Latin.

Tidak sampai di situ, platform dagang berlogo orange itu turut membatalkan lusinan tawaran pekerjaan dalam dua minggu terakhir. 

Kenaikan Pendapatan

Penghentian operasi di sejumlah negara ini dilakukan perusahaan seiring dengan kenaikan pendapatan grup tersebut sebesar 29 persen year on year (yoy) pada kuartal II/2022. Pendapatan ini ditopang oleh Shopee dan SeaMoney.

Berdasarkan laporan keuangan milik Sea Group di laman resmi, pendapatan Sea Group pada kuartal II/2022 mencapai US$2,94 miliar atau senilai Rp43.853 triliun. Hal ini dikarenakan pendapatan Shopee, e-commerce milik Sea Group naik menjadi 51 persen yoy atau US$1,75 miliar atau senilai Rp26.103 triliun pada kuartal II 2022.

Pada periode yang sama tahun lalu, Shopee mencatatkan pendapatan senilai US$1,16 miliar atau senilai Rp17.302 triliun. Selain itu, pendapatan Sea Money meningkat drastis menjadi 214 persen yoy dari sebelumnya US$88,7 juta atau senilai Rp1,312 triliun menjadi US$279 juta atau senilai Rp4,162 triliun.

Meskipun pendapatan Sea Group meningkat, Sea Group juga mencatatkan kenaikan rugi menjadi US$931,2 juta atau naik 115 persen dari US$433,7 juta.

Dilansir dari Bloomberg dikutip dari Bisnis.com pada Rabu (7/9/2022), Sea Group melakukan PHK di Garena, lini gim miliknya. Ini pun bukan pertama kali dalam tahun 2022 Sea Group melakukan PHK. (Khadijah Shahnaz)

Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar