Dampak Indonesia jadi Tuan Rumah G20 dari Sisi Ekonomi

G20 yang diawali dengan berbagai kegiatan persiapan dan rangkaian kegiatan, seperti side event telah berhasil meningkatkan pertumbuhan perekonomian Bali hingga 8,1 persen pada kuartal ketiga tahun 2022.

Jaffry Prabu Prakoso
Nov 16, 2022 - 12:11 PM
A-
A+
Dampak Indonesia jadi Tuan Rumah G20 dari Sisi Ekonomi

Suasana di ruang pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali di Candi Ballroom, The Apurva, Kempinski, Nusa Dua, Bali pada Selasa (15/11/2022). /Dok. Biro Setpres RI

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan bahwa pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diawali dengan berbagai kegiatan persiapan dan rangkaian kegiatan, seperti side event telah berhasil meningkatkan pertumbuhan perekonomian Bali hingga 8,1 persen pada kuartal III/2022.

"Ini merupakan peningkatan yang sangat besar dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 3,05 persen," katanya di Bali International Convention Center, Nusa Dua, dikutip melalui kemenparekraf.go.id, Rabu (16/11/2022).

Sandiaga mengatakan bahwa pada kuartal IV/2022 pertumbuhan ekonomi Bali diproyeksi akan terus berlanjut ke arah pemulihan yang kuat berkat perhelatan KTT G20. 

Kerajinan kaca tiup di St. Factory Blowing Glass, Ubud, Gianyar yang membutuhkan pasokan gas LPG. Bisnis-Ni Luh Anggela 


"Kami harap KTT G20 menjadi puncak pertumbuhan ekonomi Bali bersamaan dengan masa libur akhir tahun akan membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja berkualitas di Bali," katanya.

Pelaksanaan KTT G20 di Bali, kata Sandiaga, juga mendorong peningkatan angka penerbangan internasional dari dan ke luar Bali. 

"Frekuensi penerbangan internasional ke Bali dan destinasi-destinasi lain ke Indonesia juga akan semakin meningkat," ungkapnya.

Sandiaga menuturkan bahwa dalam upaya meningkatkan sektor parekraf Tanah Air pasca-KTT G20, pihaknya akan berupaya menambah jumlah penerbangan internasional ke Indonesia. 

Baca juga: KTT G20 Bali Minta Rusia Tarik Pasukan dari Ukraina Tanpa Syarat

Kemenparekraf melakukan berbagai upaya promosi, digitalisasi, dan menyiapkan berbagai paket wisata baru bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. Salah satunya adalah paket wisata pesiar atau sea cruise

"Kita akan menggabungkan berbagai destinasi-destinasi di Bali dan lainnya dengan paket-paket cruise," tutur Sandiaga.

Hari Paramuda selaku pemilik Kuta Seafood Restaurant mengakui dirinya merasakan langsung dari dampak positif pelaksanaan KTT G20 di Bali. 

"Banyak kepala-kepala daerah menjelang G20 ini yang datang bertugas ke Bali dan makan di sini. Itu adalah dampak yang sangat luar biasa yang kami rasakan," katanya.

Forum Ekonomi, Bukan Politik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa KTT G20 merupakan forum yang berfokus untuk membahas isu ekonomi oleh para pemimpin Negara G20.

“Sekali lagi, saya tambahkan bahwa G20 itu adalah forum ekonomi, forum finansial, forum pembangunan, bukan forum politik. Jadi, [tolong] jangan ditarik-tarik ke isu politik,” katanya di Media Center Bali International Convention Centre, Rabu (16/11/2022).

Baca juga: Celah Optimisme di Antara Proyeksi ‘Gelap’ Ekonomi Dunia

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi untuk menjawab pertanyaan mengenai keabsahan G20 Bali Leader Declaration apakah benar-benar telah disepakati oleh seluruh Kepala Negara anggota G20 termasuk Rusia.

Jokowi mengaku bahwa dalam deklarasi pemimpin G20 terdapat satu paragraf yang melalui perdebatan alot antara setiap kepala kegara.

"Tahun ini, kita juga menyaksikan perang di Ukraina berdampak lebih buruk terhadap ekonomi global. Ada diskusi tentang masalah ini. Kami menegaskan kembali posisi nasional kami sebagaimana dinyatakan dalam forum lain, termasuk Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB," demikian tulis Leaders' Declaration 2022 yang menjadi perdebatan.

Presiden Jokowi melanjutkan bahwa perdebatan untuk mengesahkan paragraf tersebut membutuhkan waktu lama hingga tengah malam. Sampai pada akhirnya setiap Negara sepakat untuk menuliskan paragraf tersebut.

“Jadi, paragraf yang sangat diperdebatkan itu memang hanya satu, satu paragraf yaitu tentang perang di Ukraina. Sampai tengah malam kita berbicara mengenai ini dan akhirnya deklarasi Bali dicapai melalui konsensus,” imbuhnya.

Jokowi menegaskan bahwa pemimpin Negara G20 menyepakati bahwa perang berdampak negatif pada ekonomi global sehingga diyakini pemulihan ekonomi global tidak akan tercapai tanpa perdamaian.

Suasana Candi Ballroom The Apurva Kempinski Bali saat perhelatan KTT G20 Bali hari pertama, Selasa (15/11/2022). Dok. Biro Setpres RI. 

“Isi di pembukaan saya sampaikan saya menyerukan agar perang dihentikan,” katanya.

Selain deklarasi para pemimpin, Jokowi menuturkan bahwa peserta yang hadir juga menyetujui untuk menghasilkan kerja sama konkret di bidang kesehatan melalui dana pandemi (pandemic fund).

“Tadi sudah saya sampaikan hasilnya US$1,5 miliar untuk pandemic fund dan transisi energi serta transformasi digital dan ada perwakilan Rusia yang hadir di KTT G20 saat itu meskipun [alami perdebatan] alot tetapi telah [deklarasi] disahkan,” pungkas Jokowi.  (Akbar Evandio)

Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar