Dampak Kebanyakan Minum Air, Sel Otak Bisa Membengkak

Jika minum terlalu banyak air, Anda bisa mengalami keracunan air atau, bahkan, gangguan fungsi otak. Terlalu banyak air menyebabkan sel (termasuk sel-sel otak) membengkak.

Mia Chitra Dinisari

5 Nov 2021 - 19.28
A-
A+
Dampak Kebanyakan Minum Air, Sel Otak Bisa Membengkak

Ilustrasi/Codyapp

Bisnis, JAKARTA - Tubuh terdiri dari berbagai unsur, di dalamnya termasuk air, Namun, mengkonsumsi air terlalu banyak tidak baik bagi tubuh. Overhidrasi bisa menyebabkan masalah yang tidak diinginkan.

Benar bahwa air sangat penting untuk fungsi dan kehidupan sel. Tetapi, asupan air juga tidak boleh berlebihan.

Masalah muncul ketika Anda minum terlalu banyak air, yang disebut overhidrasi.

Karena itu, Anda harus menyesuaikan asupan cairan berdasarkan lingkungan, aktivitas olahraga, dan kesehatan secara keseluruhan.

Jika minum terlalu banyak air, Anda bisa mengalami keracunan air atau, bahkan, gangguan fungsi otak. Terlalu banyak air menyebabkan sel (termasuk sel-sel otak) membengkak.

Ketika sel-sel di otak membengkak mereka menyebabkan tekanan di otak. Anda mungkin mulai mengalami hal-hal seperti kebingungan, kantuk, dan sakit kepala.

Jika tekanan meningkat, itu dapat menyebabkan kondisi seperti hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) dan bradikardia (Detak Jantung Rendah).

Natrium adalah elektrolit yang paling terpengaruh oleh overhidrasi, yang menyebabkan kondisi yang disebut hiponatremia.

Natrium adalah elemen penting yang membantu menjaga keseimbangan cairan masuk dan keluar sel. Ketika kadarnya turun karena jumlah air yang tinggi dalam tubuh, cairan masuk ke dalam sel.

Kemudian sel-sel membengkak, membuat Anda berisiko mengalami kejang, koma, atau bahkan sekarat.

Tanda Terlalu Banyak Minum Air

Salah satu cara terbaik untuk menentukan apakah Anda minum cukup air adalah dengan memantau warna urin. Biasanya berkisar dari kuning pucat hingga berwarna teh karena kombinasi pigmen urokrom dan tingkat air dalam tubuh.

Jika buang air kecil sering jernih, itu tandanya Anda minum terlalu banyak air dalam waktu singkat. Tanda lainnya adalah jika Anda buang air kecil lebih dari biasanya.

Rata-rata, Anda harus buang air kecil enam sampai delapan kali sehari. Naik hingga 10 kali adalah normal untuk peminum air yang berprestasi atau orang yang secara teratur minum kafein atau alkohol.

Untuk menghindari minum terlalu banyak air adalah dengan menyadari kapan tubuh Anda membutuhkannya. Tubuh dapat melawan dehidrasi dengan memberi tahu Anda kapan perlu minum air.

Haus adalah respons tubuh terhadap dehidrasi dan harus menjadi petunjuk bagi Anda.

Gejala Tubuh Kebanyakan Air atau Overhidrasi

Gejala overhidrasi bisa terlihat seperti dehidrasi. Ketika tubuh terlalu banyak air, ginjal tidak dapat mengeluarkan kelebihan cairan.

Cairan mulai terkumpul di dalam tubuh, menyebabkan mual, muntah, dan diare. Sakit kepala dapat menandakan hidrasi dan dehidrasi.

Kelebihan air dalam tubuh menyebabkan kadar garam tubuh turun dan sel membengkak. Pembengkakan ini menyebabkan sel tumbuh dalam ukuran lebih besar, dan sel yang ada di otak akan menekan tengkorak.

Tekanan itu menyebabkan sakit kepala berdenyut dan dapat menyebabkan kerusakan otak dan kesulitan bernapas.

Saat Anda mengalami dehidrasi, Anda akan melihat beberapa pembengkakan atau perubahan warna pada kaki, tangan, dan bibir Anda.

Saat sel membengkak, kulit juga akan membengkak. Ketika kadar elektrolit turun karena minum terlalu banyak air, keseimbangan tubuh Anda turun.

Kadar elektrolit yang rendah dalam tubuh dapat menyebabkan kejang otot dan kram.

Minum terlalu banyak air menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras untuk membuang kelebihannya. Ini menciptakan reaksi hormon yang membuat Anda merasa stres dan lelah.

Jika Anda tidak bisa bangun dari tempat tidur setelah minum terlalu banyak air, itu karena ginjal bekerja terlalu keras.

Banyak Air yang Harus Diminum dalam Sehari

Tidak ada pedoman terverifikasi untuk jumlah air yang perlu Anda minum setiap hari. Kebutuhan tubuh atas air tergantung pada tingkat aktivitas fisik, iklim, berat badan, jenis kelamin.

Wanita berusia 19 hingga 30 tahun harus minum sekitar 2,7 liter air setiap hari. Pria pada usia yang sama membutuhkan sekitar 3,7 liter.

Mengandalkan tingkat rasa haus mungkin tidak berhasil untuk semua orang, terutama atlet, orang tua, dan wanita hamil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Saeno

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.