Dampak Negatif Kecerdasan Buatan (AI) Terhadap Manusia

Bersama dengan manfaatnya, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) juga membawa sejumlah dampak negatif yang harus dihadapi manusia. Artikel ini akan membahas beberapa dampak negatif AI bagi manusia.

Emanuel Berkah Caesario

30 Okt 2023 - 16.09
A-
A+
Dampak Negatif Kecerdasan Buatan (AI) Terhadap Manusia

Ilustrasi artificial intelligent. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, dari pengembangan otomatisasi industri hingga pelayanan kesehatan yang canggih.

Namun, bersama dengan manfaatnya, AI juga membawa sejumlah dampak negatif yang harus dihadapi manusia. Artikel ini akan membahas beberapa dampak negatif AI bagi manusia.

 

1. Pengangguran Akibat Automatisasi

Salah satu dampak negatif utama AI adalah potensi penggantian pekerjaan manusia oleh mesin cerdas. Automatisasi proses produksi dan pekerjaan rutin telah mengancam pekerjaan manusia dalam sektor-sektor tertentu.

Misalnya, sektor manufaktur dan perbankan telah menggantikan pekerjaan manusia dengan robot dan perangkat lunak AI. Hal ini bisa menyebabkan tingginya tingkat pengangguran di beberapa sektor.

Baca Juga:

Warna-warni Kinerja Bank Digital di Tengah Bunga Acuan Tinggi

Beda Arah Kinerja Bisnis dan Saham BRI, Simak Rekomendasi Analis

Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Pengendali Bank

Kinerja Kredit Lesu di Tahun Pemilu yang Lalu, Bagaimana 2024?

Kantong Tebal Bank Mini, Ada Andil Tahun Politik?

 

2. Isu Privasi

AI memungkinkan pengumpulan, analisis, dan penggunaan data yang sangat canggih. Meskipun ini memberikan manfaat dalam pelayanan yang disesuaikan, juga membawa risiko kebocoran data pribadi.

Penyalahgunaan data oleh perusahaan dan bahkan pihak ketiga bisa menjadi masalah serius yang melanggar privasi individu.

 

3. Bias Algoritma

Meskipun AI sering dianggap objektif, algoritma dapat mencerminkan bias dari data pelatihan mereka. Ini dapat menyebabkan diskriminasi dan ketidaksetaraan. Sebagai contoh, dalam pengambilan keputusan rekrutmen atau penilaian kredit, algoritma bisa tidak adil terhadap kelompok tertentu.

 

4. Kecanduan Teknologi

Peningkatan penggunaan AI dalam perangkat dan aplikasi seperti media sosial telah menyebabkan kecanduan teknologi. Orang sering kali menghabiskan terlalu banyak waktu dengan layar mereka, yang bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik.

 

5. Hilangnya Keterampilan Manusia

Penggunaan AI untuk tugas-tugas sehari-hari dapat mengurangi kemampuan manusia dalam beberapa hal. Misalnya, pengejaan otomatis di perangkat pintar dapat mengurangi kemampuan mengeja secara manual. Ini bisa mengubah bagaimana manusia belajar dan berinteraksi.

 

6. Ancaman Keamanan

Keberadaan teknologi AI juga membawa potensi ancaman keamanan. Para penjahat siber bisa memanfaatkan AI untuk meretas data pribadi atau bahkan mengembangkan senjata siber yang lebih canggih. Hal ini membuat dunia siber semakin berbahaya.

 

7. Pengendalian dan Etika

AI yang semakin cerdas memunculkan pertanyaan tentang siapa yang seharusnya mengendalikan teknologi ini dan apa batasannya. Muncul pula masalah etika seputar keputusan yang diambil oleh mesin cerdas dan dampaknya pada masyarakat.

 

Kecerdasan buatan adalah teknologi yang sangat berpotensi, tetapi juga harus dikelola dengan bijak. Manusia perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi dampak negatif ini dan mengembangkan kebijakan serta regulasi yang tepat guna.

Pemahaman yang mendalam tentang teknologi ini dan pemantauan yang ketat diperlukan untuk memastikan bahwa AI digunakan untuk kebaikan manusia dan tidak membahayakan kesejahteraan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.