Dampak Ramadan dan Lebaran 2024 ke Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini akan mencapai 5% atau relatif lebih tinggi dari kuartal IV/2023. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2024 tersebut berpotensi lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi kuartal II/2023 yang sebesar 5,17% yang sama-sama ada Ramadan di dalamnya.

Redaksi

27 Mar 2024 - 15.35
A-
A+
Dampak Ramadan dan Lebaran 2024 ke Ekonomi Indonesia

Umat muslim berbuka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (13/3/2024)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA - Dampak dari momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini diperkirakan tidak akan memberikan dorongan atau dampak yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto memperkirakan terjadinya anomali pada aktivitas konsumsi masyarakat di momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Hal ini terutama dipicu oleh daya beli masyarakat yang mulai tergerus akibat lonjakan harga pangan sejak akhir 2023.

“Itu menggambarkan potensi laju konsumsi yang meningkat sudah mulai tergerus sejak awal tahun, kita khawatirkan secara musiman pertumbuhan ekonomi di kuartal I/2024 tidak akan setinggi di periode Lebaran tahun lalu,” katanya dałam acara diskusi publikace, Selasa (26/3/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.