DAMRI Siap Hijaukan Armada Bandara Soekarno-Hatta 

DAMRI melakukan uji coba bus listrik di Bandara Soekarno Hatta untuk memastikan kendaraan tersebut aman dan dapat dioperasikan.

Moh. Fatkhul Maskur

26 Nov 2021 - 10.07
A-
A+
DAMRI Siap Hijaukan Armada Bandara Soekarno-Hatta 

Peluncuran Operasional Bus DAMRI di Bandara Soetta. - Foto DAMRI

Bisnis, JAKARTA – Sarana mobilitas di Bandara Soekarno-Hatta tampaknya bakal semakin hijau, menyusul uji coba bus listrik DAMRI pada trayek regular dari dan ke Bandara. Saat ini bandar udara terbesar yang dikelola oleh Angkasa Pura II ini memiliki tujuh jenis kendaraan listrik.

Uji coba operasional bus listrik yang bertempat di Gate 5 Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (25/11/2021), untuk memastikan kendaraan tersebut aman dan dapat dioperasikan.
 
Bus listrik yang diuji-coba oleh DAMRI ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Energi Makmur Buana dengan merek Edison Motors, dan kerja sama dengan PT Sokonindo Automobile dengan merek microbus DFSK.

“Keduanya telah memenuhi standar kualitas bodi dan komponen motor listrik serta baterai yang telah teruji,” ujar Direktur Utama DAMRI Milatia Moemin, Kamis (25/11/2021). 

Bus Listrik Edison Motors. - Foto Antara

Jika seluruh kebijakan terkait kendaraan listrik sudah ditetapkan, DAMRI siap untuk mengimplementasikannya sejalan dengan keharusan Perusahaan untuk bersikap adaptif atas tantangan masa depan.

Pengoperasian bus listrik ini adalah wujud komitmen untuk turut serta berkontribusi mencapai target kendaraan listrik berbasis baterai yang mencapai 20 persen populasi kendaraan di Indonesia pada 2025 dan penurunan emisi gas buang hingga 29 persen pada 2030. 

Langkah tersebut sejalan dengan Program Langit Biru yang telah diatur dalam Peraturan Presiden No.55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. 

Program langit biru merupakan program pemerintah untuk mengendalikan pencemaran udara, terutama yang bersumber dari kendaraan bermotor dengan tujuan meningkatkan kualitas udara bersih dan mengurangi emisi gas buang. 

Saat ini, DAMRI mulai berinovasi untuk penggunaan alat produksi dengan energi lebih ramah lingkungan, resiliensi, berkelanjutan, inovatif, modern, dan berbasis teknologi mutakhir untuk mendukung konektivitas transportasi darat. DAMRI juga terbuka untuk seluruh operator transportasi yang ingin melakukan kerja sama untuk penggunaan kendaraan listrik.

MOBILITAS-e DI BANDARA

Sebelumnya, Mitra Anak Bangsa (MAB) juga sempat melakukan uji coba operasional bus listriknya. Setidaknya, pada even Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018, Angkasa Pura II mengoperasikan bus listrik berkapasitas 60 orang ini sebagai sarana transportasi antarterminal untuk kontingen atlet. 

Adapun Garuda Indonesia juga pernah mengoperasikan bus listrik buatan MAB ini yang difungsikan sebagai antarjemput karyawan di sekitar bandara.

Selain bus, seperti dikutip dari situs soekarnohatta-airport.co.id, setidaknya ada enam jenis kendaraan listrik lain yang telah digunakan di bandara terbesar yang dikelola PT Angkasa Pura II ini, yakni Skytrain Kalayang, taksi listrik, boogie car, grabwheels, segway, dan electric baggage tractors.

Kalayang beroperasi perdana di Soekarno-Hatta pada 17 September 2017. Moda transportasi ini mempermudah perpindahan orang dari dan ke Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, dan Stasiun Kereta Bandara.

Selain itu, AP II bersama dengan Blue Bird pada 31 Mei 2019 mulai memperkenalkan layanan taksi listrik di Bandara Soekarno-Hatta. Taksi listrik yang dioperasikan oleh Blue Bird itu berasal dari pabrikan ternama yakni Tesla asal Amerika Serikat dan BYD asal China.

Angkasa Pura II juga mengoperasikan sebanyak 62 boogie car bertenaga listrik sebagai layanan transportasi di dalam terminal penumpang pesawat. Penumpang dapat menggunakan layanan ini secara gratis untuk menuju boarding lounge di terminal.

Bekerja sama dengan Grab pada Juni 2019, AP II menghadirkan layanan skuter listrik GrabWheels sebagai alat transportasi personal di Terminal 3. Dengan adanya GrabWheels, Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandara pertama di dunia yang menawarkan layanan e-skuter di terminal penumpang.

Di samping itu, AP II juga mengoperasikan segway, merupakan alat transportasi personal yang digunakan oleh petugas pelayanan dan keamanan di terminal penumpang di Soekarno-Hatta. Dengan menggunakan Segway yang berbasis listrik ini, setiap personel bandara mampu menjalankan tugas dengan baik dan merespons kejadian secara cepat.

PT Gapura Angkasa di Soekarno-Hatta mengoperasikan 49 unit baggage towing tractor bertenaga listrik. Armada tersebut mendapat suplai listrik dari baterai. Baggage towing tractor berfungsi sebagai truk penarik kereta bagasi dari pesawat ke terminal penumpang, dan sebaliknya.

KONVERSI BUS DAMRI

Masuknya DAMRI ke dalam mobilitas terelektrifikasi di Bandara Soetta dipastikan akan turun menghijaukan sistem transportasi bandara. 

Sebelumnya, DAMRI telah menyatakan komitmennya untuk mendorong percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (BLBB) di Indonesia melalui strategi konversi armadanya busnya menjadi kendaraan listrik.

Pada tahap awal, berupa pelepasan bodi dan mesin bus untuk dilakukan pengkajian bersama mitra kerja sejak April 2021 di Pool DAMRI Cabang Bandara Soekarno-Hatta, Pupar-Cakung, Jakarta Timur. 

Apabila konversi ini benar-benar bisa dijalankan, DAMRI akan memberikan kontribusi percepatan yang signifikan. Hal ini mengingat perusahaan berpelat merah ini memiliki sekitar 4.000 unit.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.