Defisit APBN 2022 Diyakini Mengempis

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 diyakini bakal bisa ditekan seiring dengan suburnya pendapatan negara.

Nindya Aldila

22 Des 2022 - 09.29
A-
A+
Defisit APBN 2022 Diyakini Mengempis

Bisnis, JAKARTA - Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 diyakini bakal bisa ditekan seiring dengan suburnya pendapatan negara.

Pemerintah optimistis defisit APBN akan mencapai tingkat di bawah 2,5 persen dari PDB pada akhir 2022. Hal ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara Outlook Perekonomian Indonesia 2023, Rabu (21/12/2022).

Jokowi mengatakan, defisit APBN pada tahun ini diperkirakan turun drastis jika dibandingkan dengan peningkatan pada 2 tahun lalu saat pandemi Covid-19.

“Hitungan terakhir kita 2,49 persen. Ini turun drastis dibanding saat pandemi. Ini upaya yang kita lakukan agar ekonomi makro kita menjadi lebih baik,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit APBN per November 2022 mencapai Rp236,9 triliun atau 1,21 persen dari PDB. Pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.377,5 triliun, meningkat sebesar 39,9 persen secara tahunan.

Sementara itu, pada periode yang sama, belanja negara tercatat mencapai Rp2.614,4 triliun atau meningkat sebesar 13,2 persen secara tahunan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa tingkat defisit yang dapat ditekan pemerintah pada tahun ini didorong oleh penerimaan negara yang melonjak, terutama disumbang oleh tingginya harga komoditas di pasar global.

Baca juga: Optimisme Menyambut Era Endemi

“Kalau kita lihat APBN didesain dengan defisit 4,5 persen, jadi ini 2 persen jauh lebih rendah, adjustment yang semakin menguat, itu luar biasa bagi sebuah perekonomian,” katanya dalam acara yang sama dengan Presiden.

Di samping itu, capaian ini kata Sri Mulyani juga menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam mentransformasi ekonomi, terutama dalam menciptakan nilai tambah produk di dalam negeri , sehingga dapat menambah penerimaan negara yang signifikan.

Sejatinya, pemerintah sempat memperkirakan defisit APBN pada 2022 akan membaik menjadi 3,92 persen. Peneliti Perpajakan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai proyeksi tersebut terlalu moderat mengingat kinerja penerimaan pajak yang melonjak atau dapat dikatakan extraordinary.

“Berdasarkan proyeksi kami, akan ada tambahan penerimaan sebesar Rp325,49 triliun dari asumsi proyeksi outlook 2022 dalam nota Keuangan APBN,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (21/12/2022).

Jika belanja negara diasumsikan sesuai target Perpres No. 98/2022, maka menurutnya realisasi defisit APBN tahun 2022 akan mencapai 1,72 persen dari PDB.

“Kami memproyeksikan bahwa realisasi defisit anggaran tahun 2022 hanya berkisar 1,72 persen terhadap PDB. Keseimbangan primer akan kembali positif. Kami memproyeksikan keseimbangan primer sebesar Rp66,39 triliun. Tentunya angka ini bergantung pada penyerapan anggaran di daerah,” jelasnya.

Dengan realisasi defisit yang lebih rendah, Fajry menilai kinerja APBN tahun ini dapat menjadi pijakan yang kuat untuk APBN yang sehat dan berkelanjutan. Target defisit APBN kembali di bawah 3 persen pada 2023 pun menurutnya kemungkinan besar akan tercapai.

“Kondisi APBN kita yang kuat tentunya akan sangat berperan penting dalam menghadapi tantangan ekonomi tahun depan, mengingat pemerintah harus menjaga inflasi namun tetap mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Fajry memperkirakan penerimaan pajak tahun ini mencapai kisaran Rp1.823,6 atau 122,8 persen dari target penerimaan dalam Perpres No. 98/2022.

“Pertumbuhan penerimaan pajak tahun ini kami proyeksikan sebesar 42,64 persen atau tertinggi dalam dua dekade terakhir,” tuturnya.

(Wibi Pangestu Pratama, Maria Elena)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.