Defisit APBN 2025 untuk Prabowo 2,82% Termasuk Makan Siang Gratis

APBN 2025 dipatok defisit dalam rentang 2,45% hingga 2,82%. Dana tersebut salah satunya untuk pemberian makanan bergizi atau makan siang gratis.

Annasa Rizki Kamalina

4 Jun 2024 - 20.53
A-
A+
Defisit APBN 2025 untuk Prabowo 2,82% Termasuk Makan Siang Gratis

Pasangan pemilihan presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Bisnis, JAKARTA – Presiden terpilih Prabowo Subianto ditargetkan agar defisit keuangan Indonesia di rentang 2,45% hingga 2,82% pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa defisit sebesar itu untuk membiayai program prioritas milik pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang telah masuk dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025, yakni pemberian makanan bergizi atau makan siang gratis. 

“Defisit antara 2,45% hingga 2,82% membiayai seluruh program-program prioritas pemerintahan baru,” tuturnya dalam Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V 2023-2024, Selasa (4/6/2024). 

Baca juga: Belanja Pajak Pemerintah Demi Perubahan Iklim Capai Rp569 Triliun

Sri Mulyani menekankan terkait defisit dan pembiayaan anggaran, pihaknya terus mengelola APBN dengan baik dan menjaga kesinambungan, kesehatan, dan kepercayaan serta keberlanjutan. 

Kebijakan yang direncanakan untuk pemerintahan pengganti Jokowi ini pun didesain ekspansif, terarah, dan terukur.  

Adapun, dalam tanggapan fraksi atas KEM-PPKF 2025 pada pekan lalu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta defisit dalam APBN 2025 sebesar 0% terhadap produk domestik bruto (PDB).



Anggota fraksi PDIP Edy Wuryanto yang menyampaikan pandangan fraksi atas KEM-PPKF tersebut meminta APBN dapat direncanakan surplus pada tahun depan.  

“Defisit diarahkan pada surplus anggaran atau defisit 0%,” ujarnya.  

Edy menyampaikan bahwa pemerintahan saat ini tidak seharusnya menentukan beban defisit kepada pemerintahan selanjutnya. 

Dirinya juga menyampaikan seharusnya belanja negara dioptimalkan kepada belanja rutin dan belum dialokasikan untuk belanja modal yang berisikan proyek-proyek pemerintahan baru.

Baca juga: Sri Mulyani Targetkan APBN 2025 Prabowo Subianto Defisit 2,82%

Sementara itu, Fraksi Nasional Demokrat atau Nasdem memandang defisit yang cukup lebar tersebut menjadi bentuk APBN cukup fleksibel untuk pemerintahan baru.  

“Target defisit fiskal 2,82% dari PDB beralasan pelebaran defisit ini menjadi sangat penting dalam menciptakan anatomi APBN yang lebih fleksibel. Maka fraksi Nasdem setuju agar KEM-PPKF RAPBN 2025 ditindaklanjuti dalam pembahasan selanjutnya,” tutur anggota DPR dari fraksi Nasdem Charles Meikyansah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.