DEPO Incar Rp 493,56 Miliar dari IPO untuk Melipatgandakan Gerai

DEPO menargetkan membuka empat gerai baru setiap tahunnya untuk meningkatkan pertumbuhan usaha di tahun-tahun mendatang.

Dwi Nicken Tari & Annisa Kurniasari Saumi
Nov 18, 2021 - 8:19 AM
A-
A+
DEPO Incar Rp 493,56 Miliar dari IPO untuk Melipatgandakan Gerai

Depo Bangunan memiliki 9 gerai yang tersebar di 9 kota yaitu Jakarta, Tangerang, Surabaya, Malang, Bandung, Bali, Bogor , Bekasi , Bandar Lampung dan Jember - Depobangunan.co.id

Bisnis, JAKARTA - Tinggal sepekan lagi PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ritel bahan bangunan itu pun telah menetapkan harga sahamnya. 

Berdasarkan prospektus IPO, dikutip Kamis (18/11/2021), calon emiten dengan kode saham DEPO ini akan menawarkan sebanyak 1,02 miliar saham atau 15,08 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Nilai nominal ditetapkan senilai Rp25 dan harga penawaran senilai Rp482.

Dengan demikian, pemilik gerai Depo Bangunan ini akan mengantongi dana segar hingga Rp493,56 miliar. 

Emiten dengan kode DEPO itu rencananya mengunakan dana hasil initial public offering (IPO) untuk ekspansi dan pelunasan utang. Secara detail, sekitar 18 persen bakal digunakan untuk mendanai belanja modal baik untuk pembukaan gerai baru maupun renovasi gerai yang sudah ada.

Selain itu, perseroan berencana memperluas gerainya ke kota-kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah, Pulau Sumatera, dan daerah lainnya. Selanjutnya, 8 persen dari dana IPO akan digunakan untuk melunasi pinjaman ke BCA.

DEPO juga berencana menggunakan sekitar 41 persen dari dana IPO untuk penyetoran modal ke entitas anak yaitu PT Megadepo Indonesia yang akan digunakan untuk belanja modal pembukaan gerai baru maupun renovasi. Megadepo Indonesia merupakan anak usaha perseroan yang akan mengembangkan gerai Depo Bangunan di Indonesia bagian timur.

Untuk sisa dana IPO, sekitar 33 persen, akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional. Di sisi lain, Depo Bangunan telah memasuki periode masa penawaran umum yang ditetapkan pada 18 - 23 November 2021. Tanggal penjatahan ditetapkan pada 23 November dan disusul keesokan harinya distribusi saham secara elektronik.

Saham DEPO pun akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 25 November 2021. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

 

 

Strategi DEPO

Perusahaan ritel bahan bangunan itu telah mulai berdiri pada 1996 di Jakarta. Setelah 25 tahun berjalan, perusahaan memiliki 9 gerai Depo Bangunan yang berlokasi di Jakarta, Serpong, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan Lampung.

Perseroan membangun gerai terbesarnya di Serpong, Tangerang Selatan, pada 2000 lalu. Total luas area lebih dari 20.000 m² dan luas toko 9.012 m². Perusahaan juga tercatat menjual lebih dari 49.000 produk, 90.000 SKU dengan 1.500 merek berbeda.

Untuk ke depannya, perseroan berencana mengembangkan dan menambah jumlah gerai ritel di sejumlah daerah potensial. Tak ketinggalan, DEPO juga ingin menambah produk house brand dan mengembangkan online channel.

Secara rinci, perseroan memiliki target membuka tiga gerai baru dengan standar ukuran toko kurang lebih 4.000 m2 setiap tahunnya. Hal itu dilakukan dengan memperhatikan perkembangan kondisi pandemi dan mitigasi risiko untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pendiri DEPO, Kambiyanto Kettin, mengatakan perseroan bakal membuka gerai ke-10 tahun di Jember. Disusuol oleh pembukaan gerai ke-11 di Pondok Gede, Bekasi, pada awal 2022.

 

Kambiyanto Kettin - istimewa

 

"Kami juga sudah memiliki lahan untuk gerai ke-12 di Rungkut Surabaya yang segera dibangun di 2022" katanya dalam dalam keterangan tertulis pada Rabu (18/11/2021).

Jika gerai-gerai baru sudah beroperasi tahun depan, DEPO menargetkan penjualan tumbuh sebesar 12 persen. Untuk penjualan daring, perseroan bakal berfokus pada penggunaan aplikasi Whatsapp, terutama di masa pandemi Covid-19 pada saat ini. Hal itu dilakukan untuk memudahkan para pelanggan dan lebih fleksibel.

Proses pembayaran juga akan dilakukan dengan cepat dan aman. Hal ini juga dianggap akan menjadi lebih efektif dan efisien.

Dari sisi SDM, Depo Bangunan akan memakai pendekatan train the trainer dalam melakukan pengembangan sumber daya manusia. Depo Bangunan akan melakukan promosi jabatan internal dan merekrut talent lainnya.

 

Milik Crazy Rich Surabaya

Depo Bangunan sendiri didirikan oleh Kambiyanto Kettin. Ide pendirian perusahaan muncul untuk memberikan pengalaman berbelanja tanpa berkeliling atau berpindah dari satu toko ke toko lainnya bagi pelanggan yang membutuhkan bahan bangunan.

"Dengan pengalaman pasar bahan bangunan Indonesia sejak 1975 inilah, yang membuat saya bertekad untuk menghadirkannya di Indonesia" ucap Kambiyanto Kettin

Depo Bangunan pertama yang juga Supermarket Khusus Bahan Bangunan Pertama di Indonesia mulai beroperasi pada 5 Oktober 1996 di Jakarta Timur. Setelah melewati tahun 1998, Depo Bangunan mulai bangkit dengan membangun dan membuka gerai keduanya di Alam Sutera Serpong Tangerang Selatan.

Mulai 2003 hingga 2019, Depo Bangunan mulai menambah toko di berbagai daerah, setelah membuka tokonya di Bandar Lampung. DEPO pun tercatat memiliki 9 gerai di seluruh Indonesia.

Seiring berkembangnya usaha, kepemilikian saham DEPO pun semakin besar. Sebelum IPO, Depo Bangunan dimiliki oleh 4 (empat) shareholder, yakni Kambiyanto Kettin sebagai Pendiri, Johnny Liyanto, PT Buanatata Adisentosa dan PT Tancorp Surya Sukses.

 

 

Perusahaan holding Tancorp Abadi Nusantara atau Tancorp dimiliki oleh Hermanto Tanoko. Dilansir dari situs resmi perusahaan, Tancorp memiliki delapan perusahaan subholding yang bergerak di berbagai bidang, seperti, industri, distribusi, properti, perhotelan, makanan & minuman, kesehatan & kecantikan, bisnis jaringan, serta kafe & restoran.

Tancorp memiliki lebih dari 100 merek aktif yang dikelola oleh 36 business unit (BU), dengan jumlah karyawan yang mencapai lebih dari 11.600 tenaga kerja. Salah satu merek yang cukup terkenal dari perusahana tersebut yaitu Avian Paint.

Perjalanan Tancorp dimulai sejak 1983, atau 36 tahun lalu. Saat itu, Hermanto Tanoko ditugaskan mengembangkan PT Avia Avian atau yang dikenal dengan produknya Avian Paint.

Bersama timnya, dia sukses mengembangkan bisnis tersebut hingga menjadi salah satu produsen cat nasional terbesar yang mampu bersaing dan mendominasi pasar, di tengah maraknya produsen cat internasional di Indonesia.

Seiring dengan berjalannya waktu, Hermanto Tanoko memberanikan diri untuk mengembangkan kemampuannya dengan melahirkan beberapa subholding yang bergerak di berbagai bidang industri. Mulai dari properti, consumer goods, distribusi, hospitality, retail, health and beauty, makanan dan minuman, hingga bisnis jaringan.

 

Direktur Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) Belinda Natalia (dari kiri), Komisaris Utama Hermanto Tanoko, Komisaris Sanderawati Joesoef mengamati papan elektronik perdagangan saham saat pencatatan perdana saham PT RISE di Jakarta, Senin (9/7/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

 

Hermanto Tanoko pun mulai berinisiatif mendirikan perusahaan induk yang mampu mendorong serta menaungi merek-merek yang dikelola oleh delapan subholding tersebut.

Tancorp Abadi Nusantara pun lahir pada 28 November 2015. Kemudian, dua anak usaha Tancorp tercatat telah melakukan IPO, yakni produsen air minum dalam kemasan merek Cleo, PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) dan pengembang properti Tanrise Properti, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE).

Anak usaha lainnya, PT Tancorp Investama Mulia, melakukan investasi dengan menambah kepemilikan saham di emiten pemilik gerai Manzone, PT Mega Perintis Tbk. (ZONE). Berkat kerajaan bisnis yang dimilikinya tersebut, nama Hermanto Tanoko masuk ke daftar orang terkaya ke-39 versi majalah Forbes.

Forbes mengestimasikan Wijono dan Hermanto Tanoko memiliki kekayaan senilai US$700 juta atau setara Rp 9,95 triliun (kurs Jisdor 18 November 2021 Rp14.218 per dolar AS). (Jessica Gabriela Soehandoko)

Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar