Free

Deretan Negara yang Pernah Pindah Ibu Kota

Tidak hanya Indonesia, beberapa negara lainnya juga pernah memindahkan ibu kotanya.

Redaksi

17 Apr 2024 - 20.24
A-
A+
Deretan Negara yang Pernah Pindah Ibu Kota

Monas, salah satu ikon DKI Jakarta. Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis, JAKARTA – Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur resmi menggantikan Jakarta sejak disahkannya UU IKN oleh DPR pada 18 Januari 2022. Kebijakan ini diputuskan sejak pidato Presiden Joko Widodo pada 2019 yang ingin memindahkan ibu kota keluar Jawa. Jakarta melepas status ibu kota pada 2024.

Indonesia pernah mengalami perpindahan ibu kota pada tahun 1946 dari Jakarta ke Yogyakarta. Hal ini merupakan dampak dari agresi militer Belanda yang membuat Jakarta tidak aman. Setelah itu, ibu kota kembali berpindah ke Bukit Tinggi dan Bireuen sebelum akhirnya kembali ke Jakarta pasca agresi militer usai.

Wacana soal IKN sudah bergulir sejak kedudukan Presiden Soekarno, tepatnya pada 17 Juli 1957. Soekarno memilih Palangkaraya sebagai lokasi baru ibu kota karena dinilai strategis dan tersentralisasi. 

Wacana yang sama kembali bergulir di masa Orde Baru pada 1990-an dengan pemindahan ibu kota ke Jonggol. Masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono juga sempat membahas kepindahan ibu kota akibat buruknya kondisi kemacetan dan Banjir di Jakarta.

Baca juga: Cara Membangun Rumah Tahan Gempa

Tidak hanya Indonesia, beberapa negara lainnya juga pernah memindahkan ibu kotanya, di antaranya adalah:

Brazil

Brazil memindahkan status ibu kotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia pada tahun 1960. Motif yang mendorong kebijakan tersebut adalah kondisi tata kota Rio de Janeiro yang padat. Selain itu, terdapat banyak bangunan yang saling berjauhan serta taraf kemacetan yang tinggi. 

Dengan begitu, pemerintah setempat sepakat untuk membangun ibu kota baru. Berjarak sekitar 1.100 km dari Rio de Janeiro, Brasilia resmi menjadi ibu kota baru pada 21 April 1960. Para arsitek di belakang pembangunan Brasilia bahkan memenangkan Penghargaan Arsitektur Pritzker pada 1988.

Myanmar

Naypyidaw resmi menjadi ibu kota Myanmar pada 6 November 2005. Kota ini menggantikan Yangon yang sebelumnya menyandang status ibu kota Myanmar dari 1948. Pemindahan ini dilatarbelakangi oleh pemerintah saat itu yang berada di sisi militer.



Dibanding Yangon, lokasi Naypyidaw lebih sentral dan strategis. Tidak seperti daerah lainnya di Myanmar, Naypyidaw memiliki pasokan listrik yang tidak terbatas. Meskipun begitu, fasilitas di Naypyidaw tidak sebanyak kota-kota lainnya.

Jerman

Sebagai efek domino dari runtuhnya Tembok Berlin pada 1989, parlemen Jerman memutuskan untuk menggelar pemilihan untuk menentukan ibu kota baru hasil reunifikasi. Berlin keluar sebagai pemenang dengan 327 suara atau 7 suara lebih banyak dibanding Bonn. 

Baca juga: Jamu RI Tembus Mancanegara, Beromzet Ratusan Juta Setahun

Perpindahan ibu kota Jerman sebelumnya sempat terjadi pasca Perang Dunia II. Ibukota Jerman Barat dipindahkan dari Berlin ke Bonn dengan proses pembangunan selama 8 tahun dan biaya USD$ 10 miliar kala itu. Meskipun sekarang sudah tidak menjadi ibu kota, sebuah kebijakan pada 1994 meresmikan Bonn sebagai ibu kota kedua Jerman. Sebanyak 6 kementerian termasuk pertahanan tetap berlokasi di Bonn.

Nigeria

Setelah merdeka dari Inggris pada 1960, Nigeria mewarisi Lagos yang sebelumnya telah menjadi ibu kota pada periode kolonialisasi. Meskipun dikenal sebagai pusat perdagangan global, Lagos berjarak cukup jauh dengan negara bagian lainnya. Hal ini menyulitkan keperluan administratif dan kebudayaan bagi Nigeria.

Seperti Rio de Janeiro, Lagos juga dipenuhi oleh berbagai isu seperti kemacetan dan minimnya lahan pemukiman. Hal ini mendorong pemerintah setempat untuk membangun ibu kota di Abuja pada tahun 1976 dan resmi menyandang status ibu kota pada 1991.

Malaysia

Ibu kota Malaysia berpindah dari Kuala Lumpur ke Putrajaya pada tahun 2003. Wacana pemindahan mulai digaungkan oleh Mahathir Mohamad yang kala itu menjabat sebagai perdana menteri. Proyek pembangunan ibu kota di Putrajaya diperkirakan mencapai USD$ 8,1 miliar.

Kini, hampir seluruh kantor pemerintahan seperti kantor perdana menteri berlokasi di Putrajaya. Sebagai kota, Putrajaya terus berkembang dengan pembangunan secara bertahap sebagai pendukung Kuala Lumpur di bidang bisnis dan perdagangan. (Muhammad Nishfi Azriel)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.