Derita Kanker Prostat, SBY Akan Jalani Pengobatan di Luar Negeri

Kanker prostat paling sering dialami pria. Diperkirakan sekitar 1,3 juta pria di seluruh dunia menderita kanker prostat. Di Indonesia kanker prostat menempati urutan ke-2 jenis kanker yang paling banyak diderita pria.

Feni Freycinetia Fitri & Nancy Junita

2 Nov 2021 - 15.20
A-
A+
Derita Kanker Prostat, SBY Akan Jalani Pengobatan di Luar Negeri

Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengisi hari-harinya dengan sejumlah aktivitas termasuk melukis./Instagram @agusyudhoyono

Bisnis, JAKARTA - Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dalam waktu dekat akan melakukan perjalanan ke luar negeri. SBY akan melakukan pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit luar negeri atas kanker prostat yang dideritanya.

SBY divonis mengidap kanker prostat stadium awal berdasarkan hasil pemeriksaan baik melalui metode MRI, biopsi, Positron Emission Tomography (PET), Specific Membrane Antigen (SMA), Scan, maupun pemeriksaan lainnya. 

Staf Pribadi Presiden RI Ke-6 Ossy Dermawan mengatakan keluarga SBY sudah melakukan konsultasi mendalam dengan Tim Dokter Indonesia, termasuk para urolog senior.

"Benar Bapak SBY dalam waktu dekat akan melakukan medical check-up dan treatment di luar negeri. Sesuai dengan diagnosa dari Tim Dokter, Bapak SBY mengalami kanker prostat," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/11/2021).

Sesuai diagnosa tim dokter, SBY akan menjalankan perawatan medis di sebuah rumah sakit di luar negeri.

Ossy mengungkapkan rumah sakit tersebut memiliki pengalaman panjang dan teknologi yang maju untuk menangani kanker prostat. 

Ossy menuturkan Tim Dokter Indonesia dan Tim Dokter negara sahabat sudah berkomunikasi terkait kondisi kanker prostat yang diderita SBY.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama sejumlah karya lukisnya./Twitter @Andiarief_

SBY juga telah melakukan komunikasi langsung dengan Tim Dokter luar negeri melalui telemedicine.

"Tim Dokter luar negeri menyampaikan optimismenya untuk bisa mengatasi penyakit kanker prostat yang diderita SBY," ungkapnya.

Tidak lama setelah mendapati diagnosis kanker prostat, SBY langsung menelepon Presiden Joko Widodo. Salah satu hal yang dibahas, yaitu mengabarkan untuk berobat ke luar negeri.

Menurut Ossy, Presiden Jokowi memberikan respons yang baik dan menyampaikan bahwa satu-dua anggota Tim Dokter Kepresidenan akan mendampingi SBY ke luar negeri.

Meski divonis kanker prostat, SBY tetap menjalankan kegiatan sehari-hari, seperti menunggui klub bola voli Lavani berlatih, melukis, membaca dan menulis, berolahraga, serta kegiatan-kegiatan lain.

"Bapak SBY memohon doa dari para sahabat khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya agar medical treatment yang dilakukan dapat berjalan dengan baik," ucap Ossy.

Sesuai kondisi kesehatan SBY saat ini, lanjut Ossy, tim dokter menyimpulkan semua opsi terbuka untuk melakukan pengobatan dan penyembuhan SBY.

"Ketua tim dokter luar negeri dalam komunikasi langsung dengan Bapak SBY [via telemedicine], setelah mempelajari semua data kesehatan Bapak SBY, menyampaikan optimismenya untuk bisa mengatasi penyakit yang diderita Bapak SBY," tuturnya.

Fakta Kanker Prostat

Kanker prostat adalah kanker pada pria yang berkembang di dalam kelenjar prostat, dan umumnya ditandai dengan gangguan buang air kecil.

Sebagian besar penderita kanker prostat berusia di atas 65 tahun. Kanker ini tidak bersifat agresif dan berkembang secara perlahan.

Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem reproduksi dan posisinya mengelilingi saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke penis.

Prostat juga berfungsi sebagai penghasil semen, yaitu cairan yang dikeluarkan bersama sperma saat ejakulasi.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono/Instagram-Ani Yudhoyono

Dikutip dari alodokter.com, Selasa (2/11/2021), data WHO menyebutkan bahwa kanker prostat paling sering dialami pria. Diperkirakan sekitar 1,3 juta pria di seluruh dunia menderita kanker prostat.

Di Indonesia kanker prostat menempati urutan ke-2 jenis kanker yang paling banyak diderita pria.

Penyebab Kanker Prostat

Penyebab kanker prostat adalah mutasi atau perubahan genetik pada sel-sel di kelenjar prostat. Namun, penyebab mutasi itu sendiri belum diketahui secara pasti.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat, antara lain:

Pertambahan usia

Menderita obesitas

Pola makan kurang serat, misalnya kurang asupan antioksidan seperti likopen

Paparan bahan kimia

Menderita penyakit menular seksual

Memiliki keluarga yang menderita kanker prostat

Gejala Kanker Prostat

Kanker prostat tidak menimbulkan gejala apa pun pada tahap awal. Namun, ketika kanker makin membesar atau kelenjar prostat mengalami peradangan, penderita akan merasakan gejala berupa gangguan buang air kecil, misalnya susah buang air kecil atau buang air kecil kurang lancar.

Skrining dan Diagnosis Kanker Prostat

Skrining kanker prostat dalam bentuk tes PSA dan colok dubur masih menjadi hal yang kontroversial, karena tes ini tidak dapat memberikan hasil yang spesifik.

Hasil tes yang tidak akurat dapat membuat pasien menjalani pemeriksaan dan penanganan yang sebenarnya tidak perlu dan justru membahayakan.

Untuk mendeteksi dan mengetahui stadium kanker prostat, dokter akan melakukan pemeriksaan USG prostat, MRI, dan biopsi prostat.

Pengobatan Kanker Prostat

Dokter akan menentukan jenis pengobatan berdasarkan tingkat keparahan kanker dan kondisi pasien secara keseluruhan. Metode pengobatan yang dapat dilakukan adalah operasi, radioterapi, terapi hormon, kemoterapi, dan krioterapi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Saeno

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.