Developer Besar Masuk, Makassar Kiblat Properti Indonesia Timur

Pertumbuhan perekonomian Sulawesi Selatan yang cukup tinggi di tengah kondisi nasional yang tertekan pandemi Covid-19 membuat sejumlah developer besar berminat melakukan investasi langsung di Bumi Anging Mammiri.

M. Syahran W. Lubis

30 Apr 2022 - 15.01
A-
A+
Developer Besar Masuk, Makassar Kiblat Properti Indonesia Timur

Center Point of Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan. — YouTube

Bisnis, JAKARTA – Makassar, tentu bersama dengan Sulawesi Selatan-nya, selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi untuk wilayah Indonesia bagian timur.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan memperlihatkan bahwa perekonomian daerah itu berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku kuartal IV 2021 mencapai Rp142,06 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp88,46 triliun.

Perekonomian Sulawesi Selatan pada kuartal IV 2021 terhadap kuartal sebelumnya mengalami kontraksi -0,70% quarter-to-quarter (qtq).

Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan—yang merupakan salah satu subsektor properti—mencatatkan pertumbuhan tertinggi yakni 25,85%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Impor Barang dan Jasa yakni 148,58%.

Perekonomian Sulawesi Selatan pada kuartal IV 2021 terhadap kuartal IV 2020 (year-on-year/yoy) tumbuh 7,89%. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh tertinggi yakni 26,48%. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31,73 persen.

Ekonomi Sulawesi Selatan kumulatif sepanjang 2021 terhadap 2020 tumbuh 4,65% persen (customer to customer/c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas   sebesar 10,87%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 16,57%.

BPS juga mencatat Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan pertumbuhan perekonomian tertinggi ketujuh di Indonesia pada 2021.

Perekonomian Sulawesi Selatan tumbuh 4,65% tahun lalu, melebihi pertumbuhan nasional yang 3,69%. BPS mencatat ekonomi Sulawesi Selatan secara kumulatif sepanjang 2021 tumbuh 4,65%, lebih baik dibandingkan dengan 2020 yang kontraksi 0,71% akibat tekanan pandemi Covid-19.

Sasaran Developer Besar

Dengan perekonomian yang cukup baik, Sulawesi Selatan pun menjadi sasaran investasi sejumlah pengembang besar. Beberapa pengembang papan atas yang telah menggarap proyek real estat di Sulawesi Selatan di antaranya PT Agung Podomoro Land Tbk., Grup Ciputra, Lippo Group, dan PT Summarecon Agung Tbk.

Beberapa proyek perumahan Grup Ciputra di Sulawesi Selatan adalah Citraland Celebes, Center Point of Indonesia (CPI), Citra Grand Galesong City, Citraland City Losari, Citraland Tallasa City, dan Apartemen VidaView.


Proyek properti yang disebutkan paling akhir itu terealisasi berkat kerja sama Grup Ciputra dengan Galesong Group. Proyek ini terdiri atas tiga menara hunian vertikal.

Sementara itu, Lippo Group juga menggarap pasar properti di Sulawesi Selatan. Lippo membangun superblok The St. Moritz Makassar Penthouse and Residences di Panakukang, Makassar, di lahan seluas 2,7 hektare yang menelan investasi sekitar Rp3,5 triliun.

Proyek tersebut terdiri atas 12 properti di antaranya berupa apartemen, hotel bintang lima, pusat perbelanjaan yang luas, sekolah, sinema, dan pusat kuliner dan hiburan. Ini proyek yang sangat ambisius dengan investasi raksasa.

Selanjutnya, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, afiliasi dari Lippo Group, mengembangkan kawasan Tanjung Bunga di Makassar yang berisikan residensial, properti komersial, pariwisata, beserta dengan berbagai fasilitasnya.

Pantai di kawasan Tanjung Bunga di Makassar, Sulawesi Selatan. — Antara

Pengembang papan atas lainnya, PT Summarecon Agung Tbk., mengembangkan perumahan Summarecon Mutiara Makassar.

Proyek ini menerapkan konsep aeroport city dengan luas sekitar 400 hektare di Makassar. Proyek ini dapat ditempuh langsung dari exit toll Ir. Sutami, Summarecon Mutiara Makassar berlokasi strategis dekat dengan bandara dan pelabuhan di Indonesia bagian timur sebagai pusat bisnis antarkota, bahkan mancanegara.

Zona komersial proyek milik perusahaan yang didirikan oleh taipan Soetjipto Nagaria ini akan menjadi pusat perkulakan bisnis dan perdagangan yang menyediakan berbagai pilihan lengkap dari bahan bangunan, elektronik, furnitur hingga tekstil.

Hadirnya kawasan komersial dengan berbagai fasilitas mampu menunjang kehidupan masyarakat urban dan menjadi destinasi berbelanja dan menghabiskan waktu berkualitas di pusat perbelanjaan modern yang nyaman.

Adanya rumah sakit dan sekolah berkualitas menegaskan kesungguhan Summarecon Mutiara Makassar untuk menjaga kualitas berkehidupan warga dan masyarakat sekitar.

Kehadirannya sebagai sebuah kawasan yang terintegrasi antara tempat usaha dan hunian memungkinkan penghuni residensial Summarecon Mutiara Makassar memiliki lebih banyak waktu berkualitas untuk diluangkan bersama keluarga. 

Agung Podomoro juga termasuk developer papan atas yang menggarap bisnis real estat di Tanjung Bunga dengan membangun proyek waterfront city. Pembangunan proyek properti bernilai triliunan rupiah itu dimulai sejak 8 tahun lalu.

Menarik untuk dinantikan bagaimana perkembangan bisnis properti di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar, dalam beberapa tahun ke depan. Kita tunggu nama besar mana lagi yang akan menanamkan modal besar di Bumi Anging Mammiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: M. Syahran W. Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.