Dharma Group IPO Demi Jajaki Bisnis Kendaraan Listrik

Calon emiten komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk. melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham akhir tahun ini guna membiaya ekspansi di lini bisnis komponen kendaraan listrik tahun depan.

Rinaldi Muhammad Azka
Nov 22, 2021 - 6:48 PM
A-
A+
Dharma Group IPO Demi Jajaki Bisnis Kendaraan Listrik

Pabrik Dharma Group. Sumber: dharmagroup.co.id

Bisnis, JAKARTA — Potensi bisnis kendaraan listrik yang makin menjanjikan dan mulai diserbu oleh banyak pemain baru mendorong PT Dharma Polimetal Tbk. untuk menjajaki penggalangan dana dari pasar modal melalui initial public offering (IPO) guna ekspansi lini bisnis komponen kendaraan listrik.

Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso  menjelaskan belanja modal 2022 akan berasal dari dana hasil IPO serta laba bersih yang dihasilkan dari aktivitas bisnis 2021.

"Itu sebagian akan dibiayai dari hasil IPO sebanyak 70 persen kira-kira belanja modal Dharma Polimetal. Kami juga tahun ini akan profit, sebagian dari profit untuk belanja modal. Ini untuk menopang target profit bertambah mendukung kinerja perusahaan," jelasnya dalam paparan publik, Senin (22/11).

Emiten yang akan mendapatkan kode ticker DRMA ini menargetkan laba bersih dan pendapatan pada 2022 dapat tumbuh lebih baik dari 2021 dengan kenaikan berkisar 20 persen.

Saham yang akan dilepas ke publik sebanyak- banyaknya 705.882.300 atau 705,88 juta lembar saham dengan rentang harga penawaran antara Rp500 hingga Rp620 per lembarnya.

"Semua komponen saat ini dibuat sangat dibutuhkan kalau industri otomotif bertransformasi dari ICE [internal combustion engine] ke kendaraan listrik [electric vehicle]," paparnya.

Ketika kendaraan bertransformasi menjadi kendaraan listrik, jelasnya, berat baterai itu 30 persen berat kendaraan, sehingga berat kendaraan harus dibuat lebih ringan.

Salah satu upayanya yakni menggunakan material high tensile steel, yang membutuhkan kompetensi, mesin, insinyur, hingga mendesain alat barunya.

Hal ini yang tengah ini disiapkan dan sudah mulai dilaksanakan oleh DRMA. Pergeseran ICE ke EV ini akan membutuhkan perkabelan listrik yang lebih kompleks, hal ini yang tengah dikerjakan DRMA melalui anak usahanya, Dharma Electrindo Manufacturing.

Melalui aksi IPO tersebut, DRMA akan menghasilkan dana sekitar Rp352,9 miliar hingga Rp437,6 miliar. Irianto melanjutkan dana hasil IPO tersebut antara Rp247,03 miliar hingga Rp306,32 miliar akan digunakan untuk membeli mesin-mesin baru dengan tonase yang tinggi hingga 1.000 ton dan 500 ton.

"Ekspansi ini karena dapat kepercayaan pelanggan membuat komponen yang selama ini pelanggan membuatnya dari suplier Jepang. Kami menjadi perusahaan lokal pertama membangun komponen tersebut, butuh mesin-mesin komponen tersebut," urainya.

Selain pembelian mesin tersebut, dana berkisar 70 persen dari hasil IPO ini akan digunakan untuk otomasi dan mendukung pengembangan industri 4.0 di pabrik baru dari awal hingga akhir proses manufaktur.

"Kami yakin industri EV boleh dibilang masih lama, tapi tahu-tahu 2 sampai 3 tahun lagi di depan kita mulai terjadi, banyak berita kolaborasi perusahaan membuat sepeda motor listrik, kami membuat komponen semua merek sehingga punya kebebasan untuk masuk ke semuanya," katanya.

Lebih jauh, saat ini DRMA mulai menyediakan komponen yang lebih ringan sesuai permintaan para pabrikan mobil dan motor yang menjadi pelanggannya. Komponen chasis yang lebih ringan merupakan bagian dari menyambut era kendaraan listrik agar kendaraan dapat menyesuaikan bobotnya sehingga tidak terlalu berat.

"Komponennya sudah pakai high tensile, kurangi berat kendaraan, ini sudah massal untuk ICE, pelanggan belum membuat EV, kami persiapkan semua baik roda dua maupun roda empat, sudah produksi," jelasnya.

Adapun, Dharma Group merupakan entitas dari grup Triputra yang sahamnya dipegang hingga 71,91 persen. Pemegang sahamnya sebelum IPO tercatat ada PT Dharma Inti Anugerah sebesar 56 persen, serta PT Triputra Investindo Arya sebesar 15,91 persen yang merupakan entitas grup Triputra.

Sisanya, sebanyak 28,09 persen dipegang oleh pemegang saham perorangan dengan total jumlah pemegangnya mencapai 7 orang.

PT Dharma Polimetal Tbk. merupakan holding company Dharma Group, yang berdiri sejak tahun 1989, bergerak di bidang usaha komponen otomotif untuk sepeda motor dan mobil.

Dharma Group telah menjadi bagian dari mata rantai pasokan otomotif terintegrasi dengan produk-produk suku cadang dan komponen yang inovatif dan berkualitas sesuai dengan standar pabrikan kelas dunia.

Head of Investment Banking Sucor Sekuritas menjelaskan masa penawaran awal IPO DRMA akan berlangsung pada 19-30 November 2021. Kemudian pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan diperkirakan dapat diperoleh pada 8 Desember 2021.

Sementara itu, masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 9-15 Desember 2021, tanggal penjatahan pada 15 Desember 2021, dan distribusi saham secara elektronik pada 16 Desember 2021. Saham Dharma nantinya akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember 2021.

Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar