Free

Di Balik Pencopotan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu

Presiden Vladimir Putin melakukan reshuffle terhadap jajaran menterinya, termasuk Menteri Pertahanan Sergei Shoigu di tengah kondisi perang. Dia menggantinya dengan ahli ekonom.

Fitri Sartina Dewi

13 Mei 2024 - 13.39
A-
A+
Di Balik Pencopotan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu

Sergei Shoigu dan Presiden Rusia Vladimir Putin (TASS)

Bisnis, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin setelah dilantik lagi menjadi presiden langsung mencopot menteri pertahanan yang sudah bertugas selama hampir 12 tahun, Sergei Shoigu. Alih-alih ahli militer, Putin menggantikannya dengan seorang ekonom. 

Putin kembali memenangkan pemilihan presiden untuk kelima kalinya setelah meraih total suara 87%. Namun, pemilihan umum pada Maret itu dinilai menjadi agenda politik yang kurang legitimasi demokratis lantaran kandidat lain yang melawan invasi di Ukraina tidak diperbolehkan mengikuti pemilu oleh Komisi Pemilihan Pusat. 

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Putin telah memutuskan portofolio pertahanan kepada seseorang dari kalangan sipil karena kementerian harus terbuka untuk berinovasi dan memiliki gagasan mutakhir. 

Keputusan Putin ini menjadi perombakan politik terbesarnya sejak 2020 lalu, ketika Perdana Menteri saat itu Dmitry Medvedev disingkirkan untuk memberi jalan bagi teknokrat Mikhail Mishustin, yang tetap bertahan bersama Menteri Luar Negeri dan diplomat veteran Sergei Lavrov.

Surat kabar pemerintah Rusia menunjukkan Putin ingin Shoigu mengambil alih jabatan Nikolai Patrushev di dewan keamanan yang kuat. Adapun, jabatan Shoigu kini diturunkan pangkatnya dan ditugaskan di dewan keamanan dan digantikan oleh ahli ekonomi Andrew Belousov.

Menteri pertahanan Rusia yang baru, Andrew Belousov. (AOL)

Editor BBC Rusia Steve Rosenberg mengatakan posisi Shoigu makin lemah seiring dengan kemunduran militer dan kerugian baik personel maupun material saat invasi ke Ukraina berjalan. 

Rosenberg memperkirakan reshuffle ini mencerminkan perubahan prioritas Kremlin untuk memastikan Kremlin memiliki cukup dana di tengah kondisi perang.

Kebutuhan akan wajah baru untuk mewakili angkatan bersenjata Rusia juga menjadi mendesak setelah skandal korupsi yang melibatkan mantan wakil menteri pertahanan Timur Ivanov, seorang pembantu penting Shoigu.

“Belousov secara pribadi setia kepada Putin dan dia akan menyelesaikan semua ini. Terlalu banyak kepentingan pribadi," kata Markov melalui telepon.

Putin disebut mempercayai Belousov dan memandangnya sebagai orang yang jujur dan tidak korup, menurut orang dalam Kremlin yang berbicara tanpa menyebut nama saat membahas perombakan tersebut.

“Perombakan ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan peran kompleks industri militer sebagai lokomotif utama perekonomian,” kata Evgeny Suvorov, kepala ekonom Rusia di CentroCredit Bank.

Belousov lulus dari Universitas Negeri Moskow pada tahun 1981 dengan gelar di bidang ekonomi sibernetika dan kemudian mendapatkan gelar doktor. Awalnya dia mengejar karir di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.

Menurut pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya yang dikutip oleh situs independen Rusia The Bell, Belousov dipandang sebagai "pembela negara garis keras, yang percaya bahwa Rusia dikelilingi oleh musuh".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.