Di Balik Upaya RI Mengamankan 22 Mineral Startegis

22 mineral ditetapkan sebagai komoditas strategis lewat lewat Kepmen ESDM No 69/2024 tentang Penetapan Jenis Komoditas Yang Tergolong Dalam Klasifikasi Mineral Strategis. Aturan ini disebut bakal memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Rayful Mudassir & Lukman Nur Hakim

15 Apr 2024 - 11.37
A-
A+
Di Balik Upaya RI Mengamankan 22 Mineral Startegis

JAKARTA - Penetapan 22 mineral strategis di Tanah Air akan menjadi angin baru bagi dunia pertambangan seiring dengan upaya penguatan daya saing sektor sumber daya alam termasuk dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik hingga industri pertahanan dan kesehatan.

Penetapan 22 mineral sebagai komoditas strategis tertera dalam Kementerian Menteri ESDM No 69.K/MB.01/MEM.B/2024 tentang Penetapan Jenis Komoditas Yang Tergolong Dalam Klasifikasi Mineral Strategis.

Beleid yang diterbitkan pada 1 April 2024 bertujuan untuk mengoptimalkan upaya hilirisasi mineral di dalam negeri terutama pada industri strategis. Penetapan ini turut mendukung pemanfaatan mineral guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Beberapa komoditas yang masuk dalam daftar tersebut di antaranya seperti nikel, timah, logam tanah jarang, tembaga, zirkonium, aluminium, besi, emas hingga kobalt.

Baca juga: 

Gerak Cepat Indonesia Mengamankan Mineral Kritis dan Strategis

Blak-blakan Bahlil Soal Dugaan Minta Upeti Izin Tambang

Open House Menteri Bahlil, dari Urusan Politik, Investasi, Hingga Freeport

Di Balik Suara Tak Puas DPR Atas Divestasi Saham Vale ke MIND ID

Ketua Indonesia Mining & Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo memandang bahwa mineral krisis sebagai logam dan non logam yang memiliki nilai ekonomi tinggi. 

Komoditas ini juga memiliki keterbatasan pasokan ke depannya, seperti kelangkaan terkait kondisi geologi, faktor geopolitik dan bahkan kebijakan dalam memprioritaskan kebutuhan nasional masing-masing negara.

“Dengan merumuskan dan menetapkan mineral strategis nasional, semestinya telah mempertimbangkan berbagai hal kaitannya dengan investasi eksplorasi, perindustrian, perdagangan dan investasi di sisi hilirisasi,” katanya kepada Bisnis, Senin (15/4/2024).

Di samping itu, keputusan menteri terkait mineral strategis dipandang cukup positif baik dari sisi makro yakni bagi kepentingan nasional maupun sisi mikro di level korporasi tambang.

Lewat ketentuan itu, pemerintah dapat memperkuat industri terkait dengan tujuan meningkatkan nilai tambah bagi Negara. Sedangkan perusahaan tambang, mesti mampu memperkuat volume atau cadangan mineral strategis yang dibutuhkan industri.

Di luar itu, eksekutif didorong untuk dapat menjawab tantangan baik masalah fiskal maupun non fiskal yang dibutuhkan industri pertambangan. Peluang ini juga perlu ditangkap dengan baik oleh holding BUMN tambang PT Mineral Industri Indonesia (MIND DI). 

“Juga bagi MIND ID selaku BUMN harus mampu menangkap momentum ini untuk memperkuat industri pertambangan mineral strategis di sisi hulu dan sekaligus membuka berbagi peluang teknologi yg dibutuhkan dalam mengoptimalkan nilai tambah bagi mineral strategis,” ujarnya.


Dari kacamata Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, penetapan mineral strategis maupun kritis bertujuan untuk mendukung tiga industri strategis yakni ekosistem kendaraan listrik, industri energi solar baik baterai maupun panel surya serta sektor pertahanan dan industri kesehatan. 

“Serta dengan menaruh perhatian kepada mineral strategis pada mineral utama, ikutan dan sisa hasil pengolahan dan/atau pemurnian dan juga mineral kritis,” kata Irwandy Arif, Sfat Khusus Menteri ESDM.

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan MIND ID Heri Yusuf mengatakan bahwa saat ini holding mengelola beberapa mineral dan material penting yang akan diolah menjadi produk dalam negeri seperti emas, nikel, bauksit, aluminium, tembaga, timah, dan batu bara. 

Penetapan mineral strategis tentunya menjadi angin segar bagi Grup MIND ID untuk semakin memperkokoh perannya di sektor industri pertambangan. "Kami yakin dengan adanya peraturan tentang mineral strategis ini dapat memperkuat peluang MIND ID dalam mendominasi sumber daya dan cadangan mineral," katanya.

Dia menyebut MIND ID telah menjadi pemain inti industri mineral strategis lewat anggota holding yakni PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). 

Kemudian, PT Freeport Indonesia (PTFI), dan PT Timah Tbk (TINS). Seluruh anggota holding pelat merah ini mendapat mandat untuk memaksimalkan potensi mineral di Tanah Air termasuk lewat upaya hilirisasi.

PUSAT RANTAI PASOK

Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai peluang negara-negara Asean untuk menjadi pusat rantai pasok bahan baku kendaraan listrik bahkan terbilang besar karena memiliki potensi masif cadangan mineral kritis tersebut. Selain itu, iklim investasi di Asean belakangan juga makin menarik bagi investor global.

“Iklim investasi di negara-negara Asean sangat mendukung untuk investasi, sekarang banyak pabrik kendaraan bermotor pindah ke negara di Asean, seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia,” kata Ketua Perhapi Rizal Kasli beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, dia menilai bahwa kompetisi antarnegara kawasan Asean bakal makin ketat ke depannya untuk memperebutkan investasi baru pada penghiliran mineral logam kendaraan listrik tersebut. 


Adapun, penetapan jenis komoditas yang tergolong dalam klasifikasi mineral kritis dalam Kepmen ESDM Nomor 296.K/MB.01/MEM.B/2023 ditetapkan untuk jangka waktu 3 tahun dan dapat dilakukan reviu setiap tahun atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Penetapan jenis komoditas mineral kritis ini dapat digunakan sebagai acuan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah provinsi sesuai kewenangannya untuk memberikan pengaturan tata kelola dan tata niaga industri pertambangan mineral dan mineral ikutannya termasuk sisa hasil pengolahan dan/atau permurnian.

Kemudian, juga dapat digunakan untuk mempertimbangkan kebijakan pengutamaan mineral untuk kebutuhan di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.