Di Belanda, Omicron Hadir Lebih Cepat dari Perkiraan

Omicron diduga hadir lebih cepat dari perkiraan semula pada Minggu (28/11/2021). Belanda termasuk di antara negara yang sekarang melarang penerbangan dari Afrika Selatan dan sejumlah negara lainnya di Afrika bagian selatan.

M. Syahran W. Lubis

30 Nov 2021 - 23.39
A-
A+
Di Belanda, Omicron Hadir Lebih Cepat dari Perkiraan

Bandara Johannesburg, Afrika Selatan. Berbagai negara melarang masuk penerbangan dari Afrika Selatan dan sejumlah negara lainnya di Afrika bagian selatan./NPR

Bisnis, JAKARTA – Varian Covid-19 baru Omicron hadir di Belanda lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, kata para pejabat sebagaimana dilansir BBC pada Selasa (30/11/2021) malam WIB.

Hal itu diidentifikasi dalam dua sampel uji yang diambil di negara tersebut antara 19 dan 23 November, sebelum varian itu pertama kali dilaporkan oleh Afrika Selatan. Tidak jelas apakah mereka yang mengikuti tes telah mengunjungi Afrika Selatan.

Sebelumnya diperkirakan bahwa dua penerbangan yang tiba dari Afrika Selatan pada Minggu (28/11/2021) membawa kasus pertama dari varian tersebut ke Belanda.

Sebanyak 14 orang dalam penerbangan ke Amsterdam dinyatakan positif Omicron, di antara 61 penumpang yang ditemukan memiliki virus corona.

Namun, sementara dua sampel baru mengungkapkan Omicron berada di Belanda lebih awal dari yang diperkirakan, itu tetap tidak mendahului kasus di Afrika Selatan. Varian ini pertama kali ditemukan dalam spesimen yang dikumpulkan pada 9 November, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bukti awal menunjukkan Omicron memiliki risiko infeksi ulang yang lebih tinggi. Namun, para ilmuwan mengatakan akan memakan waktu sekitar 3 pekan sebelum diketahui bagaimana varian yang sangat bermutasi itu berdampak pada efektivitas vaksin.

"Dalam tes PCR [polymerase chain reaction] khusus, sampel menunjukkan kelainan pada protein lonjakan," kata Institut Kesehatan Masyarakat Nasional (RIVM) yang mengumumkan kasus sebelumnya, pada Selasa.

"Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa varian Omicron mungkin terlibat. Pejabat kesehatan akan memberi tahu orang-orang yang terlibat dan memulai pelacakan sumber dan kontak," lanjut institusi tersebut.

RIVM juga mengatakan bahwa sejumlah jenis Omicron yang berbeda ditemukan di antara penumpang di dua penerbangan pada Minggu. "Ini berarti bahwa orang-orang sangat mungkin terinfeksi secara independen satu sama lain dari sumber yang berbeda dan di lokasi yang berbeda," kata satu juru bicara.

Pihak berwenang Belanda juga berusaha untuk menghubungi dan menguji ribuan penumpang yang telah melakukan perjalanan dari Afrika Selatan dan sejumlah negara Afrika bagian selatan lainnya yakni Botswana, Eswatini (dahulu Swaziland), Lesotho, Mozambik, Namibia, dan Zimbabwe.

AS, Kanada, Inggris, dan Uni Eropa semuanya membatasi perjalanan dari Afrika bagian selatan di tengah kekhawatiran atas varian baru.

Meski demikian, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan dia "sangat prihatin" tentang isolasi Afrika selatan, menambahkan bahwa "orang-orang Afrika tidak dapat disalahkan atas rendahnya tingkat vaksinasi yang tersedia.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Syahran Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.