DigiAsia, Fintech Mantan Bos Indosat Mau IPO di Bursa Amerika

DigiAsia, startup fintech as-a-service (FaaS) milik mantan CEO Indosat Alexander Rusli, dikabarkan akan melantai di bursa Amerika Serikat.

Jaffry Prabu Prakoso

10 Jan 2023 - 14.47
A-
A+
DigiAsia, Fintech Mantan Bos Indosat Mau IPO di Bursa Amerika

Ilustrasi pelanggan menggunakan digiasia. /digiasia.asia

Bisnis, JAKARTA – DigiAsia, startup fintech as-a-service (FaaS) milik mantan CEO Indosat Alexander Rusli, dikabarkan akan melantai atau IPO di bursa Amerika Serikat.

Berdasarkan keterangan resmi SPAC StoneBridge, dikutip Selasa (10/1/2022), DigiAsia akan melakukan merger dengan SPAC StoneBridge Acquisition Corporation (SPAC). Bergabungnya dua perusahaan ini menghasilkan kesepakatan nilai ekuitas pre-money dari gabungan perusahaan tersebut senilai US$500 juta atau senilai Rp7,8 triliun 

Adapun, semua pemegang saham DigiAsia, termasuk Mastercard dan Reliance Capital Management, akan menyetor 100 persen ekuitas mereka ke dalam perusahaan gabungan tersebut. 

Aktivitas masyarakat terlihat di salah satu sudut pusat keuangan dunia, Wall Street di New York, Amerika Serikat/Bisnis-Stefanus Arief Setiaji 

Transaksi ini diperkirakan akan ditutup pada kuartal II/ 2023. Rencananya, kedua perusahaan ini akan melantai di Nasdaq dengan simbol 'FAAS'.

Setelah merger, DigiAsia bisa mengakses dana tunai Stonebridge senilai US$200 juta atau senilai Rp3 triliun. Belum lama, DigiAsia telah mendapatkan pinjaman dari Yorkville Advisor Global LP senilai US$100 juta atau Rp1,5 triliun.

"DigiAsia memiliki keberadaan yang mapan di Indonesia dan sedang mencari ekspansi segera ke Asia Tenggara diikuti oleh Timur Tengah dan Afrika Utara,” ujar Co-Founder DigiAsia Alexander Rusli.

Alexander juga mengatakan bahwa IPO ini dilakukan sebagai peningkatan modal startup fintech tersebut. Dia mengharapkan IPO ini akan menjadi Digi sebagai pemimpin layanan dompet digital l berlabel putih dan vertikal banking-as-a-service di Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika Utara. 

Baca juga: Layar Terkembang Saham IPO CBRE

Saat ini pun sudah ada ada beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan DigiAsia mulai dari WesternUnion, Bukalapak, Starbucks, Garuda Indonesia, Semen Indonesia, KaiPay, Fishery, dan Home Credit. DigiAsia didirikan di Jakarta pada 2017 oleh Alexander Rusli dan Prashant Gokarn.

Bikin Dompet Digital ReliPay

Pada pertengahan tahun lalu, Digiasia mengandeng dengan Reliance Group untuk meluncurkan aplikasi yang terhubung dengan layanan uang elektronik, yaitu dompet digital ReliPay.

Baca juga: IPO 2023: Prospek Gemilang SUNI dari Bisnis Migas

Alexander mengatakan bahwa co-branding layanan dompet digital ini merupakan kerja sama lanjutan antara Digiasia Bios dengan Reliance Group.

Sebelumnya, kemitraan antara kedua perusahaan telah sukses terjalin dan berjalan melalui produk afiliasi Digiasia Bios dalam layanan P2P Lending, yakni KreditPro.

Kelanjutan kerja sama diharapkan dapat memberikan lebih banyak kemudahan bagi ekosistem Reliance Group serta terus mendukung visi Digiasia Bios dalam menjadi perusahaan FaaS di Indonesia.

Alexander Rusli./JIBI-Dwi Prasetya

Alexander juga berharap kerja sama lanjutan ini dapat memberikan lebih banyak kemudahan bagi ekosistem Reliance Group serta terus mendukung visi Digiasia Bios dalam menjadi perusahaan FaaS di Indonesia.

"Harapannya melalui langkah ini para pelaku bisnis serta masyarakat umum akan dapat lebih mudah beradaptasi dengan pergerakan menuju Cashless Society di Indonesia.” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (7/7/2022). (Khadijah Shahnaz Fitra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.