Digitalisasi Keuangan Membuat ATM Fisik Terus Turun

Jumlah mesin fisik ATM di Indonesia semakin berkurang. Pada kuartal IV/2023, tercatat jumlah terminal ATM, CDM, dan CRM menjadi 91.412 unit atau susut 1.417 unit dari kuartal sebelumnya.

Arlina Laras

4 Jun 2024 - 17.59
A-
A+
Digitalisasi Keuangan Membuat ATM Fisik Terus Turun

Nasabah bertransaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Center, Jakarta. Bisnis/Abdurachman

Bisnis, JAKARTA – ATM fisik beberapa perbankan tercatat mengalami penurunan. Berdasarkan data Surveillance Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak kuartal III/2023, jumlah ATM, CDM, dan CRM di Indonesia menyentuh 92.829 unit.

Sementara pada kuartal IV/2023, tercatat jumlah terminal ATM, CDM, dan CRM menjadi 91.412 unit, artinya susut 1.417 unit dari kuartal sebelumnya. 

Bukan hanya kuartal tahun 2024, jika merujuk pada data tahun sebelumnya. Jumlah mesin fisik ATM di Indonesia juga semakin berkurang.

Jumlah ini kian menyusut hingga 2.604 unit ketimbang jumlah ATM, CDM dan CRM bank pada periode sama tahun lalu alias kuartal IV/2022 yang sempat menyentuh 94.016 unit.

Baca juga: Ancang-Ancang Bank Pasang Target KPR Raup Untung Program Tapera

Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi bank yang cukup banyak mengalami penurunan jumlah mesin fisik ATM selama periode tersebut. Setidaknya ada 1.600 ATM fisik menyusut pada kuartal I/2023 hingga kuartal I/2024. 

BRI diketahui membukukan penyusutan jaringan ATM yang sangat signifikan hingga 1.600 unit, dari 13.852 unit pada kuartal I/2023 menjadi 12.252 unit pada kuartal I/2024. 

Meski demikian, aktivitas melalui EDC dan CRM BRI meningkat seiring peningkatan perbaikan bisnis proses, di mana EDC BRI menjadi 687.789 unit dari 249.209 unit dan CRM sebanyak 9.007 dari 8.007.

Selain BRI, Bank Mandiri juga mengalami penurunan jumlah ATM yang tersebar di Indonesia.

 

 

Bank Mandiri mencatatkan penurunan jumlah ATM sebanyak 131 unit secara tahunan, menjadi 12.910 unit pada kuartal I/2024 dibanding periode yang sama tahun lalu yakni 13.041 unit. Sementara itu, per Maret 2024 EDC Bank Mandiri menjadi 251 YoY dari 261 unit.

Kondisi serupa dialami Bank Tabungan Negara (BTN). Perseroan mencatatkan penurunan jumlah transaksi ATM 3,6% YoY pada kuartal I/2024 menjadi 279 juta kali transaksi.

Tak hanya para KBMI IV, salah satu pemain dari kelompok KBMI III yakni PT Bank CIMB Niaga juga mencatatkan penurunan ATM yang termasuk CRM dan MDM per kuartal I/2024 mencapai 3.844 unit, turun 222 unit dari 4.066 unit.

Ada beberapa hal yang menjadi biang kerok dari penyusutan jumlah ATM fisik di Indonesia ini. 

1. Kantor Cabang Banyak yang Tutup

Jumlah kantor cabang bank telah menyusut sebanyak ribuan unit dalam kurun waktu lima tahun.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah kantor bank di Indonesia pada Maret 2024 mencapai 24.243 unit.

Dalam setahun jumlahnya susut sebanyak 733 kantor. Sementara, dalam lima tahun terakhir, jumlah kantor bank susut 7.414 unit. Penyusutan ini tentu berdampak pada jumlah mesin ATM fisik di berbagai daerah.

Baca juga: 3 Biang Kerok Mesin ATM Fisik Terus Berguguran di RI, Susut Ribuan Unit sejak Awal 2024

2. Biaya mahal dan asuransi besar

Ekonom Poltak Hotradero mengatakan jika ATM fisik memiliki biaya perawatan dan asuransi yang mahal.

"Ya penurunan ATM ini sudah jadi kecenderungan global [karena biaya pemeliharaan, asuransi hingga sewanya mahal]. Misal China itu ATM turun 150.000 hingga 200.000 per tahun. Ke depan pembayaran digital makin disukai,” ujarnya pada Bisnis belum lama ini.

 

3. Tren Digital

Sementara biang kerok ketiga adalah teknologi yang kian berkembang. Masih menurut Poltak Hotradero, pembayaran yang beralih ke digital, membuat penggunaan uang kartal akan berkurang dan kondisi ini didukung oleh bank sentral dunia. “Karena cash handling itu mahal,” imbuhnya. 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.