Free

Direktur BCA Lepas Saham BBCA, Raup Rp9,15 Miliar

Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Subur Tan atau Tan Ho Hien melaporkan telah melepas 1 juta saham BBCA dari portofolionya.

Alifian Asmaaysi

30 Mei 2023 - 17.47
A-
A+
Direktur BCA Lepas Saham BBCA, Raup Rp9,15 Miliar

Nasabah melakukan transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) di Jakarta, Kamis (5/1/2023). - Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis, JAKARTA — Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Subur Tan atau Tan Ho Hien melaporkan telah melepas 1 juta saham BBCA dari portofolionya. Dari aksi tersebut, dia diketahui meraup dana segar mencapai Rp9,15 miliar.

Mengutip laporan kepemilikan saham yang dibagikan perseroan, transaksi tersebut dilakukan pada Jumat (26/5/2023) dengan harga pelaksanaan Rp9.150 per saham.

"Tujuan transaksi, penjualan. Kepemilikan saham, langsung," tulis Vice President BCA, Henny Tanumiharja, dikutip Selasa (30/1/2023).

Adapun, usai transaksi tersebut porsi kepemilikan saham Subur Tan terkoreksi menjadi 13,35 juta saham dari posisi sebelumnya yakni 14,35 juta saham.

Untuk diketahui sebelumnya, pada 14 Mei bulan lalu BBCA juga baru saja memberikan guyuran dividen sebesar Rp25,3 triliun dengan nilai dividen per saham yakni Rp205 kepada para pemegang sahamnya.

Dari aksi korporasi tersebut, Subur Tan diketahui telah meraup dividen tahun buku 2022 sebesar Rp2,43 miliar.

Sementara itu, pada kuartal pertama tahun ini, BCA mencatatkan laba bersih Rp11,5 triliun, naik 43 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).



Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan bahwa peningkatan laba ini didorong oleh ekspansi volume kredit, peningkatan kualitas pinjaman, hingga kenaikan pendapatan berbasis komisi atau fee based income.

BCA mencatatkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Rp18,53 triliun pada kuartal I/2023, naik 28 persen YoY. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BCA pun naik dari 4,9 persen pada kuartal I/2022 menjadi 5,6 persen per 31 Maret 2023.

Sementara itu, fee based income BCA mencapai Rp3,97 triliun, naik 6,9 persen YoY.

BCA juga mencatatkan efisiensi, terlihat dari rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income/CIR) BCA yang susut dari 35,8 persen pada kuartal I/2022 menjadi 35,1 persen pada kuartal I/2023. Biaya kredit atau cost of credit juga susut dari 1,9 persen menjadi 0,8 persen.

Dari sisi intermediasi, BCA mencatatkan kredit Rp713,82 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini, naik 12 persen YoY. Aset BCA pun naik 4,9 persen YoY, menjadi Rp1.259,43 triliun pada kuartal I/2023.

Kemudian, BCA mencatatkan perbaikan kualitas aset. Tercatat, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross BCA turun dari 2,3 persen menjadi 1,8 persen pada kuartal I/2023.

Dari sisi pendanaan, BCA meraup dana pihak ketiga (DPK) Rp1.038,75 triliun pada kuartal I/2023, naik 4,1 persen YoY. Dana murah atau current account savings account (CASA) pun naik 5,7 persen YoY menjadi Rp843,33 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.