Dua PR ASEAN Membuat Investasi Asing Lebih Bermutu

Di tengah ketidakpastian global, ASEAN berhasil menjadi penerima foreign direct investment (FDI) terbesar kedua di dunia. Ada dua tantangan yang harus diatasi agar investasi lebih berkualitas.

Fatkhul Maskur

5 Sep 2023 - 11.19
A-
A+
Dua PR ASEAN Membuat Investasi Asing Lebih Bermutu

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia pada gelaran ASEAN Investment Forum (AIF) 2023, Sabtu (2/9/2023). - Foto BKPM

Bisnis, JAKARTA - Di tengah ketidakpastian global, ASEAN berhasil menjadi penerima foreign direct investment (FDI) terbesar kedua di dunia. Ada dua tantangan yang harus diatasi agar investasi lebih berkualitas.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ASEAN berhasil membuktikan bahwa rata-rata pertumbuhan ekonominya konsisten meningkat, dan menjadi penerima penanaman modal asing terbesar kedua di dunia.

FDI ke ASEAN meningkat 5% pada tahun lalu menjadi US$224,2 miliar, atau tertinggi sepanjang sejarah ASEAN. Namun, capaian yang cukup signifikan tersebut belum sepenuhnya dapat dinikmati penduduk ASEAN.

“Perlu digarisbawahi bahwa dari 60% FDI yang masuk ke ASEAN pada 2022, hanya dinikmati oleh kurang dari 1% penduduk ASEAN," kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia pada gelaran ASEAN Investment Forum (AIF) 2023, Sabtu (2/9/2023).

AIF 2023, yang mengangkat tema Investments for Sustainable Development, diselenggarakan untuk menjadi wadah diskusi dalam mencapai investasi ASEAN yang lebih inklusif, kuat, dan berkelanjutan.

Ke depan, kata Bahlil, ASEAN perlu lebih memupuk kolaborasi secara konkret dalam upaya promosi dan fasilitas investasi agar ASEAN betul-betul dapat menjadi satu komunitas yang kuat.

Bahlil mengingatkan ASEAN agar seperti sapu lidi. Dalam pepatah Papua, sebatang lidi tidak mampu membersihkan kotoran, tetapi dengan seikat lidi jangankan daun, batu pun dapat digeserkan. Saya menginginkan ASEAN yang lebih kuat.

"Kita boleh berkompetisi tapi kita juga harus berkolaborasi. Ayo ASEAN kita lakukan kolaborasi!” ungkap Bahlil.

BACA JUGA: Membaca Pergerakan Pasar Mobil Listrik di Asean

BACA JUGA: Peluang Asean Gaet Investasi 304.504 Triliun



Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengungkapkan bahwa kemajuan ASEAN terwujud karena adanya kolaborasi yang aktif terjalin antar negara-nagara anggotanya. Ia berharap agar forum investasi ini bisa menjadi wadah untuk para pemangku kepentingan bertukar pikiran dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan di ASEAN.

ASEAN merupakan salah satu penerima FDI terbesar di dunia, 17% FDI global mengalir ke ASEAN tahun lalu. Prospek ASEAN untuk jangka menengah tetap positif karena adanya gerakan diversifikasi rantai pasok global.

"Maka untuk memanfaatkan peluang tersebut, perlu mendorong rezim perdagangan yang terbuka. Saya harap forum investasi ini mampu menjadi wadah bertukar pikiran untuk bersama-sama mendorong pembangunan berkelanjutan di seluruh kawasan ASEAN,” jelas Kao.

Executive Secretary The Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan bahwa hingga saat ini ASEAN masih menjadi destinasi favorit investor untuk melakukan investasi.

DUA TANTANGAN

Namun demikian, masih terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan untuk terus mendorong investasi yang berkualitas di ASEAN. “Walau ASEAN menjadi salah satu kawasan paling diminati oleh investor, tetap ada dua tantangan yang harus diperhatikan untuk mendorong investasi yang lebih berkualitas," katanya.

Pertama, perlunya membangun kapasitas badan-badan investasi di ASEAN untuk mampu menargetkan upaya promosinya kepada investor yang tepat.

Kedua, adanya aliran FDI yang tidak merata di ASEAN sehingga diperlukan upaya koordinasi yang baik agar investasi lebih banyak mengalir ke kawasan yang tertinggal.

Ketua ASEAN Business Advisory Council (ABAC) Arsjad Rasjid mengungkapkan AIF akan menjadi peluang untuk bisa merumuskan strategi mendorong pembangunan berkelanjutan di ASEAN. Dengan adanya epicentrum of growth, Asean berpeluang menarik investasi senilai US$20 triliun atau setara Rp304.504 triliun pada 2045.

Arsjad menambahkan bahwa ASEAN perlu meningkatkan investasi antarnegara anggotanya, dan AIF 2023 akan menggarisbawahi pentingnya kerja sama ekonomi, terlebih bagaimana dapat menarik FDI yang lebih berkualitas dan memperkuat rantai pasok di kawasan ASEAN.

"Kita tidak bisa mengandalkan mitra yang jauh di sana. Kita juga perlu menjajaki peluang investasi antar negara di ASEAN serta peluang untuk meningkatkan infrastruktur yang ada. Dengan adanyan kemitraan ini kita mampu mendorong ketahanan kawasan dan mampu menghadapi tantangan geopolitik di masa depan,” ucap Arsjad.

AIF 2023 merupakan forum investasi pertama selama sejarah berdirinya ASEAN. Ini adalah salah satu terobosan Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 untuk memberikan wadah bagi para anggota ASEAN berkolaborasi dan membahas secara khusus isu investasi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.