Dugaan OJK Menyoal Indikasi Fraud di Kasus Pinjol Investree

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengendus adanya dugaan praktik fraud dalam kasus kredit macet platform financial technology peer-to-peer (fintech P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) PT Investree Radhika Jaya (Investree).

Rika Anggraeni

7 Feb 2024 - 15.15
A-
A+
Dugaan OJK Menyoal Indikasi Fraud di Kasus Pinjol Investree

Logo Investree./Istimewa

Bisnis, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengendus adanya dugaan praktik fraud dalam kasus kredit macet platform financial technology peer-to-peer (fintech P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) PT Investree Radhika Jaya (Investree).

Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Edi Setijawan mengatakan, adanya kemungkinan praktik fraud itu karena muncul pengaduan dari nasabah.“Untuk Investree, kami juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya fraud. Itu masih kami dalami, karena ada pengaduan nasabah terkait hal tersebut,” kata Edi kepada Bisnis, Rabu (7/2/2024).

Edi mengatakan, jika diketahui ada pelanggaran dalam platform tersebut, selanjutnya OJK akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada perusahaan. Di sisi lain, Edi juga menyampaikan bahwa OJK telah memberikan surat peringatan kepada manajemen Investree. “Secara umum OJK telah memberikan surat peringatan kepada Investree untuk segera memperbaiki kualitas penyaluran kreditnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Konser hingga Staycation Jadi Faktor Penyebab Kredit Macet Pinjol Anak Muda

Adapun terkait pengawasan terhadap platform fintech P2P lending yang mengalami kredit macet, Edi berujar, OJK melakukan pengawasan dengan cara offsite dan onsite. Artinya, secara offsite monitor dilakukan melalui laporan, sedangkan onsite berupa pemeriksaan langsung.

Lebih lanjut, Edi mengatakan bahwa kredit macet yang terjadi di industri fintech P2P lending disebabkan oleh banyak hal, mulai dari usaha debitur bangkrut atau rugi, ataupun penyalahgunaan penggunaan kredit maupun tidak adanya niatan untuk mengembalikan pinjaman. “Penyebab kredit macet juga dapat dikarenakan adanya fraud yang dilakukan penyelenggaran P2P lending,” katanya.

Baca Juga: Duduk Perkara Polemik Pinjol & Opsi Student Loan Demi Bayar UKT

Dalam laman resmi, Investree tercatat memiliki tingkat keberhasilan bayar 90 hari atau TKB90 hanya mencapi 83,56%. Ini artinya, kredit macet 90 hari atau TWP90 Investree tembus 16,44%. Kondisi kredit macet Investree berada di atas industri yang hanya berada di level 2,81%.

Sejak berdiri, jumlah fasilitas pinjaman yang diberikan Investree mencapai Rp22,68 triliun dengam nilai pinjaman yang tersalurkan adalah Rp14,53 triliun. Sedangkan pada 2024, nilai pinjaman tersalurkan mencapai Rp25,59 miliar.

Portofolio lainnya, Investree mencatat bahwa sejak berdiri perusahaan memiliki nilai pinjaman lunas Rp13,36 triliun dan nilai pinjaman outstanding senilai Rp402,13 miliar.Masih mengacu laman resminya, Investree juga mengklaim memiliki rata-rata tingkat imbal hasil sebesar 18,7% dan rata-rata waktu pinjaman terdanai adalah 4 hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.