Dukungan Kecil Berarti Besar

Sejak agresi Israel ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, serangkaian aksi dukungan ditegakkan untuk mendukung warga Palestina sekaligus mengecam tindakan Israel.

Aprianto Cahyo

19 Des 2023 - 10.14
A-
A+
Dukungan Kecil Berarti Besar

Aksi Bela Palestina di Jakarta. - Foto Bisnis

Bisnis, JAKARTA—Sejak agresi Israel ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, serangkaian aksi dukungan ditegakkan untuk mendukung warga Palestina sekaligus mengecam tindakan Israel.

Berdasarkan riset lembaga nonpemerintah Armed Conflict Location & Events Data Project, terdapat 7.283 aksi protes pro-Palestina yang terjadi di lebih dari 118 negara dan wilayah sejak 7 Oktober hingga 24 November.

Selain aksi protes dan demonstrasi, masyarakat dunia mengekspresikan kecaman terhadap Israel dengan melakukan aksi boikot produk dan layanan perusahaan yang mendukung Israel.

Gerakan boikot ini kembali menggaungkan gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS), yang sebelumnya dibentuk pada 2005 oleh koalisi kelompok masyarakat sipil Palestina.

Di Indonesia, gerakan boikot produk-produk pro-Israel terus bergema, terutama di media sosial. Bulan lalu, bahkan sempat viral di media sosial daftar produk-produk Israel yang menjadi target boikot.

Seruan boikot ini memanas dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dimaknai sebagian besar orang sebagai seruan untuk melakukan boikot, yang akhirnya diluruskan oleh MUI bahwa fatwa tersebut merupakan imbauan untuk menghindari segala bentuk dukungan terhadap agresi Israel.

Mesti terlihat tak signifikan, aksi boikot ini ternyata memberikan efek luar biasa terhadap perusahaan yang menjadi target. Starbucks contohnya, jaringan waralaba minuman kopi ini harus kehilangan kapitalisasi pasar hingga Rp187 triliun, yang disinyalir karena dampak aksi ini.

Tak hanya itu, perusahaan lain mau tak mau menghentikan dukungannya terhadap Israel karena menjadi sasaran aksi boikot. Puma yang juga menjadi sasaran boikot, mengakhiri dukungan sebagai sponsor tunggal kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).

Di sisi lain, aksi ini memicu pertentangan dari sejumlah pihak. Bukan apa-apa, aksi boikot dikhawatirkan berimbas terhadap kinerja perusahaan sasaran aksi boikot yang beroperasi di dalam negeri, yang pada akhirnya merugikan pekerja yang menggantungkan hidupnya di perusahaan ini.

Terlepas dari pro-kontra tersebut, aksi boikot ini dapat dipandang sebagai salah satu bentuk upaya terkecil yang dapat dilakukan setiap individu demi berakhirnya agresi Israel, atau sebagai bentuk kekecewaan karena bahkan badan sekelas PBB pun tak berdaya memaksa Israel menghentikan agresinya.

Seperti kita ketahui, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali gagal menghasilkan resolusi gencatan senjata di Gaza karena Amerika Serikat menggunakan hak veto untuk menentang usulan tersebut. Kesepakatan gencatan senjata yang dicapai oleh Majelis Umum PBB pun sama sekali tak dipedulikan oleh Israel.

Semoga perang ini segera berakhir dan tak ada lagi korban sipil berjatuhan. Sekecil apa pun dukungan kita, sangat berarti bagi perdamaian di Gaza Palestina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.