EDITORIAL: Agar Internet Tidak Tersendat

Akan menjadi tantangan ketika terjadi perpindahan pengguna dalam jumlah yang amat besar dan dalam waktu yang singkat dan sifatnya temporer tidak kontinyu.

Redaksi

27 Mar 2024 - 09.26
A-
A+
EDITORIAL: Agar Internet Tidak Tersendat

Menara pemancar jaringan telekomunikasi di pedalaman. Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis, JAKARTA – Momentum menjelang Lebaran akan memicu banyak sekali lonjakan yang terkait dengan permintaan konsumen dan mobilitas masyarakat.

Diperkirakan akan ada pergerakan lebih dari 193 juta penduduk selama musim libur Lebaran kali ini. Ini jumlah yang besar sekali dan akan membawa berbagai dampak signifikan terhadap layanan yang mereka gunakan.

Sudah dapat diduga, akan terjadi lonjakan dalam lalu lintas jalan raya, lonjakan jumlah kendaraan pengguna jalan tol dan jalan raya di area tujuan mudik, yang diikuti dengan lonjakan pemakaian bahan bakar minyak.

Terkait dengan pembayaran THR atau tunjangan hari raya, akan ada lonjakan jumlah uang beredar. Berikutnya, diikuti lonjakan konsumsi, lonjakan pembelian barang dan jasa yang terkait dengan itu.

Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah lonjakan pemakaian internet melalui perangkat seluler di daerah. Kementerian Komunikasi dan Informatika selalu regulator telekomunikasi sudah mewanti-wanti mengenai hal ini. Kalangan operator telekomunikasi juga sudah buka suara soal potensi lonjakan trafik internet dan antisipasinya. (Bisnis, 26/3).

Mengacu pada data yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 221 juta orang pada 2024. Jumlah pengguna internet tersebut setara dengan 79,5% dari total populasi Indonesia yang sebanyak 278,7 juta jiwa.

Menarik untuk dicermati bahwa sebagian besar pengakses menggunakan internet melalui perangkat seluler atau mobile. Selain itu, bagian terbesar pengguna berasal dari generasi milenial, generasi Z, serta generasi yang lebih muda lagi.

Terkait dengan berbagai kenyataan di atas, akan menjadi tantangan ketika terjadi perpindahan pengguna dalam jumlah yang amat besar dan dalam waktu yang singkat dan sifatnya temporer tidak kontinyu.

Sebagaimana kita ketahui, kualitas layanan telekomunikasi nirkabel di suatu tempat sangat bergantung pada kapasitas jaringan di tempat itu serta jumlah pengguna di lokasi tertentu. Perpindahan lokasi akses dalam jumlah besar dalam waktu singkat tentu menyebabkan perubahan beban yang terus menerus.

Tantangan berikutnya adalah dari sisi pengguna. Kita mengamati bahwa generasi milenial sudah sangat akrab dengan internet. Gen Z dan generasi sesudahnya, bahkan sudah termasuk digital native. Mereka tidak dapat dipisahkan dari dunia maya.

Masalahnya, mereka selama ini dilayani baik dengan layanan seluler maupun layanan Wi-Fi di rumah, di sekolah, atau di perkantoran dan ruang publik lainnya. Ketika mereka harus melakukan perjalanan mudik ke tempat yang tidak biasa, mereka pasti juga akan tetap membutuhkan koneksi internet. 

Sementara tempat tujuan belum tentu perkotaan. Sebagian di antaranya akan berada di perdesaan dengan keterbatasan infrastruktur internet.

Selain itu, momentum liburan bisanya digunakan pula untuk beriwisata, bertemu kerabat, mengunjungi lokasi baru. Hal ini akan memicu unggahan media sosial yang jumlahnya besar. Demikian juga kebutuhan untuk mengunduh dan mengkonsumsi konten, akan melonjak.

Oleh sebab itu, perlu diantisipasi oleh para penyelenggara jasa telekomunikasi antara lain kualitas dan pemerataan layananan, titik-titik tertentu yang akan jadi tempat berkumpul misalnya jalur mudik utama dan tempat wisata, penanganan gangguan, dan manajemen trafik.

Konsumen pasti berharap pelayanan telekomunikasi selama momentum Lebaran membuat mudik makin asyik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.