EDITORIAL: Ancang-Ancang Memacu Laju Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi pada 2023 diprediksi berada di bawah target APBN yang sebesar 5,3%. Konsensus ekonom Bloomberg bahkan memperkirakan estimasi rata-rata pertumbuhan ekonomi 2023 hanya di kisaran 4,9%—5%.

Redaksi

3 Feb 2024 - 07.14
A-
A+
EDITORIAL: Ancang-Ancang Memacu Laju Ekonomi

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Salah satu capaian yang cukup penting sepanjang Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, yang mulai efektif dalam periode 2015—2023, adalah pengendalian inflasi.

Pada sembilan tahun terakhir, rata-rata inflasi tercatat hanya sebesar 3,05%. Saat baru memerintah secara efektif pada 2015, Jokowi berhasil menurunkan laju inflasi tahunan, dari sebelumnya 8,38% pada 2014 menjadi hanya 3,35%.

Sepanjang 2015—2023, laju inflasi tertinggi tercatat di level 5,51% pada 2022. Selebihnya, laju inflasi berada di bawah level 3,61% pada 2017. Adapun, level inflasi terendah di level 1,685 pada 2020.

Tingginya inflasi pada 2013 dan 2016 yang berada di atas level 8% tampaknya menghantui Pemerintahan Jokowi sejak awal sehingga Presiden fokus untuk mengendalikan inflasi dengan menitikberatkan arah pembangunan pada pemerataan pendapatan.

Tampak jelas bahwa kedua pemimpin bangsa itu punya pendekatan yang berbeda untuk menggerakkan perekonomian, di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong perekonomian ke titik optimal dengan tingkat inflasi tinggi dan Jokowi mendorong pemerataan perekonomian dengan tingkat inflasi yang relatif rendah.

Harian ini dapat memahami pilihan kebijakan yang diambil oleh setiap kepala negara dan kabinetnya karena setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing, baik positif maupun negatif.

Ibarat mesin mobil, ketika pedal gas diinjak terus, maka kecepatan meningkat dan lebih cepat sampai ke tujuan, tetapi mesin akan kepanasan dan bukan tak mungkin harus turun mesin.

Sebaliknya, jika pedal gas diinjak secukupnya, maka butuh waktu agak lama mencapai tujuan, tetapi panas mesin masih cukup terjaga demi menambah umur mesin itu sendiri. Pelan tetapi pasti.

Artinya, tingkat inflasi, baik tinggi, sedang maupun rendah selalu bisa dimaknai dari dua sisi. Dalam hal ini, dengan rata-rata tingkat inflasi relatif rendah, Pemerintahan Jokowi lebih menekankan pada pembangunan ekonomi melalui pemerataan pendapatan dan kesejahteraan. Konsekuensi dari laju inflasi yang rendah adalah pertumbuhan ekonominya juga terbatas.

Wajar jika kemudian pertumbuhan ekonomi selama sembilan tahun terakhir (2015—2022) tak beranjak jauh dari level 5%. Level pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat 5,31% pada 2022, sedangkan terendah terjadi kontraksi ekonomi 2,07% pada 2021 akibat pandemi Covid-19.

Sebaliknya, pada periode 2004—2014, ekonomi mampu melaju rata-rata di atas 6%, di mana level tertinggi 6,35% pada 2007. Faktanya, dengan mendorong perekonomian ke titik optimal dengan tingkat inflasi tinggi ternyata tak cukup mampu membawa laju perekonomian nasional menembus level psikologis 7%.

Apalagi dengan pilihan kebijakan yang diusung oleh Jokowi untuk membawa pemerataan perekonomian agar tingkat inflasi terkendali.

Tak heran jika pertumbuhan ekonomi pada 2023 diprediksi berada di bawah target APBN yang sebesar 5,3%. Konsensus ekonom Bloomberg bahkan memperkirakan estimasi rata-rata pertumbuhan ekonomi 2023 hanya di kisaran 4,9%—5%.

Harian ini berharap pada akhir pemerintahannya, Jokowi mampu menyiapkan landasan agar ekonomi Indonesia siap lepas landas menembus level psikologis pertumbuhan ekonomi sebesar 7% dan menjadi negara maju.

Persyaratan untuk meraih pertumbuhan ekonomi 7% sejatinya sudah disadari, misalnya menarik investasi asing dengan perbaikan regulasi, peningkatan penerimaan pajak hingga peningkatan produktivitas domestik.

Masalahnya, untuk persoalan-persoalan tersebut, kita masih saja maju mundur. Pesta demokrasi, semestinya bisa menjadi momentum untuk perbaikan demi menuju Indonesia Emas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.