EDITORIAL: Bunga Murah untuk Korporasi

Kinerja ekspansi kredit yang tidak setinggi periode 3 bulan sebelumnya tersebut sejalan dengan pola historis realisasi pertumbuhan kredit baru. Di awal tahun memang biasanya ekspansi penyaluran dana tak sekencang periode lainnya.

Redaksi

25 Jan 2024 - 06.59
A-
A+
EDITORIAL: Bunga Murah untuk Korporasi

Pegawai melayani nasabah di kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha.

Bisnis, JAKARTA – Hasil Survei Perbankan terbaru yang dilansir oleh Bank Indonesia pada pekan ini menunjukkan bahwa responden tetap optimistis terhadap pertumbuhan kredit sepanjang 2024.

Responden memprakirakan pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun ini sebesar 10,8% (YoY). Optimisme tersebut antara lain didorong oleh prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan serta risiko penyaluran kredit yang relatif terjaga.

Kinerja pertumbuhan outstanding kredit sampai dengan akhir 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit pada 2023 sebesar 10,4%, meski tidak setinggi kinerja pada 2022 yang sebesar 11,4%.

Khusus kinerja untuk awal tahun, responden di survei BI tersebut juga memprakirakan penyaluran kredit baru pada triwulan I/2024 tumbuh positif meski tidak setinggi triwulan sebelumnya.

Kinerja ekspansi kredit yang tidak setinggi periode 3 bulan sebelumnya tersebut sejalan dengan pola historis realisasi pertumbuhan kredit baru. Di awal tahun memang biasanya ekspansi penyaluran dana tak sekencang periode lainnya.

Satu hal yang masih menjanjikan adalah kredit modal kerja tetap menjadi prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan I/2024, diikuti oleh kredit investasi dan kredit konsumsi.

Sejumlah bidang usaha seperti sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, serta sektor perantara keuangan, menjadi andalan bankir untuk menyalurkan kredit mereka pada awal tahun ini.

Nasabah korporasi memang menjadi penopang utama bisnis perbankan sepanjang 2023. Setidaknya hal itu terlihat dari pertumbuhan kinerja pembiayaan dan penghimpunan dana nasabah kelompok korporasi ini.

Jika kita melihat laporan Analisis Perkembangan Uang Beredar periode Desember 2023 dari Bank Indonesia, dari total penyaluran kredit perbankan per Desember 2023 yang tumbuh 10,4% mencapai Rp7.004,8 triliun, peran kredit korporasi sangat signifikan.

Pangsa pasar kredit korporasi mencakup 52% dari total outstanding kredit perbankan di mana pertumbuhan debitur nasabah kakap ini tercatat tumbuh 11,6% YoY menjadi Rp3.644,4 triliun.

Dari total dana yang diserap pelaku usaha sepanjang tahun lalu, penyaluran kredit tertinggi adalah untuk modal kerja, yakni Rp3.198,8 triliun, atau bertumbuh 10,7%. Kredit modal kerja mencakup 45,4% dari total out­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­standing kredit perbankan sepanjang 2023.

Tahun ini, arahnya kemungkinan juga serupa dengan kondisi pada 2023. Laju kredit diperkirakan ditopang oleh sisi permintaan yang positif di sektor korporasi dan rumah tangga. Sementara itu, dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit ditopang oleh selera risiko dan likuiditas perbankan yang baik.

Selain itu, terdapat dorongan ekspansi dari insentif pemerintah dan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BI bisa menjadi ‘pelumas’ derap laju kredit bank.

Apalagi, bank sentral membuka ruang bagi penurunan suku bunga acuan pada tahun ini, setelah sepanjang tahun lalu BI rate berada dalam level yang tinggi.

Bagi para bankir, suku bunga acuan yang melandai dapat memberikan dampak positif bagi kinerja bank pada 2024. Biaya dana bisa lebih murah dan kredit akan melaju.

Tentunya para pengusaha pun berharap transmisi suku bunga murah yang lebih cepat akan meningkatkan kinerja korporasi dalam berproduksi.

Namun, bunga murah jangan membuat semua pihak terlena dan overconfidence. Para bankir harus tetap mengedepankan aspek kehati-hatian dan tak hanya sekadar mengandalkan insentif untuk mengoptimalkan fungsi intermediasinya.

Setidaknya kita berharap dukungan kredit murah terhadap pembiayaan korporasi sepanjang tahun ini akan memberikan efek yang lebih baik bagi perekonomian nasional yang masih menghadapi ketidakpastian global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.