Free

EDITORIAL : Deru Mesin Otomotif Melemah

Industri otomotif kian tertekan. Permintaan di pasar domestik masih terus tertekan selama empat bulan pertama tahun ini. Sementara, permintaan di beberapa negara tujuan ekspor juga belum pulih akibat melemahnya perekonomian global.

Redaksi

22 Mei 2024 - 07.06
A-
A+
EDITORIAL : Deru Mesin Otomotif Melemah

Pengunjung mengamati mobil dalam pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/2/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Industri otomotif kian tertekan. Permintaan di pasar domestik masih terus tertekan selama empat bulan pertama tahun ini. Sementara, permintaan di beberapa negara tujuan ekspor juga belum pulih akibat melemahnya perekonomian global.

Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo diketahui penjualan mobil domestik secara wholesales pada periode Januari—April 2024 mencapai 263.706 unit turun 22,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu sebanyak 341.582 unit.

Sementara itu, penjualan secara ritel selama empat bulan pertama tahun ini mencapai 289.551 unit turun 14,8% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebanyak 339.954 unit. Khusus pada April, total penjualan mobil secara wholesales mencapai 48.637 unit, turun 34,9% dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebanyak 74.724 unit.

Kondisi perekonomian secara makro mulai dari pertumbuhan ekonomi, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga suku bunga yang masih tinggi menjadi kendala penjualan domestik.

Suku bunga tinggi yang ditetapkan oleh sejumlah lembaga pembiayaan kendaraan bermotor diikuti dengan makin ketatnya persyaratan pemberian kredit turut menurunkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan bermotor.

Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ke-13 kepada pegawai negeri sipil (PNS) yang diharapkan dapat menjadi momentum kenaikan penjualan sektor otomotif ternyata tidak terlalu berpengaruh.

Dalam kondisi ekonomi yang belum pulih pascapandemi Covid-19, masyarakat tampaknya lebih selektif untuk menggunakan uang. Akibatnya, konsumsi pun terbatas untuk kebutuhan pokok.

Untuk menopang penjualan, strategi lain yang dilakukan oleh produsen adalah mengirim ke luar negeri. Sayangnya, beberapa pasar tujuan ekspor pun melemah seperti di Tanah Air. Akibatnya, permintaan pun tidak setinggi periode sebelumnya.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia misalnya, pada periode April 2024 mengekspor Traga sebanyak 152 unit turun 12,6% dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebanyak 174 unit. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan rencana perusahaan sebanyak 500 unit.

Selain karena rendahnya permintaan, tersendatnya penjualan ke beberapa negara seperti Filipina, India, dan Paraguay karena menurunnya aktivitas ekspor bertepatan dengan momentum Lebaran.

Dari data Gaikindo, diketahui penjualan ekspor sepanjang periode Januari—April 2024 merosot tajam. Untuk kendaraan kategori completely built up (CBU) mencapai 138.778 unit turun 16,8% dibandingkan dengan penjualan periode sama 2023 sebanyak 166.804 unit.

Ekspor kendaraan kategori completely knocked down juga turun dari 18.791 unit pada empat bulan pertama tahun ini menjadi 15.569 unit atau anjlok 17,1%. Penurunan penjualan ini tentu saja memukul kinerja industri otomotif nasional.

Sebagai salah satu tulang punggung perekonomian, peranan sektor otomotif dalam menyerap tenaga kerja dan mendatangkan investasi cukup signifikan. Dukungan pemerintah dalam membuka pasar baru tentunya sangat diharapkan.

Di sisi lain, langkah selektif lembaga pembiayaan dalam memberikan kredit guna mengantisipasi masalah yang ditimbulkan tentunya perlu didukung, meski demikian diharapkan ada strategi khusus untuk mengatasi rendahnya permintaan akibat ketatnya regulasi.

Kondisi ekonomi yang belum membaik tentunya menjadi tantangan bagi pelaku usaha. Langkah mengeluarkan produk baru dengan menyesuaikan pada daya beli dan kebutuhan masyarakat pun menjadi pilihan guna menjaga mesin produksi terus menyala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.