EDITORIAL: Geliat Industri Penerbangan

Guna mencapai angka ideal yang disampaikan oleh Menteri BUMN tersebut tentunya tidak mudah. Dibutuhkan investasi yang terbilang tidak sedikit.

Redaksi

7 Des 2022 - 06.13
A-
A+
EDITORIAL: Geliat Industri Penerbangan

Penumpang berjalan di dekat pesawat Citilink Indonesia di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatra Selatan, Senin (4/3/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Setelah 2 tahun dihantam pandemi Covid-19, industri penerbangan mulai menunjukkan pemulihan. Upaya pemerintah melonggarkan mobilitas masyarakat diikuti dengan masifnya pelaksanaan vaksinasi menjadi pengungkit sektor usaha ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Januari—Oktober 2022, jumlah penumpang angkutan udara domestik tercatat sebanyak 42,7 juta orang, melonjak 88,94% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Kenaikan serupa juga dialami untuk jumlah penumpang internasional yang mencapai 5,1 juta orang atau melonjak signifikan 1.010,64% dibandingkan dengan kondisi periode yang sama 2021.

Tingginya jumlah penumpang ini tentunya berdampak positif terhadap kinerja penerbangan nasional meski secara keseluruhan belum mencapai kondisi sebelum pandemi Covid-19.

Untuk meningkatkan performa perusahaan, sejumlah maskapai pun telah menyiapkan sejumlah strategi dari meningkatkan frekuensi penerbangan hingga membuka rute baru baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Citilink, anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., misalnya, membuka rute penerbangan baru dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan menuju Mamuju, Berau dan Banjarmasin untuk mendukung IKN Nusantara.

Lion Group juga mulai membuka rute penerbangan internasional di Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Asia Barat, Australia, Selandia Baru, dan Eropa Timur. Tak hanya internasional, penerbangan domestik pun terus ditambah.

Maskapai AirAsia Indonesia pada tahun ini bahkan telah membuka 18 rute penerbangan baru, di antaranya rute Bali—Medan, Bali—Balikpapan. Rute-rute tersebut bahkan belum pernah dibuka sebelumnya oleh perusahaan dengan kode saham CMPP ini.

Sementara itu, Garuda Indonesia memaparkan langkah perusahaan yang menambah jumlah penerbangan keberangkatan Jakarta, yaitu Batam, Balikpapan, Denpasar, Medan, Makassar, Surabaya, hingga Singapura.

Melalui penambahan frekuensi penerbangan tersebut, emiten berkode saham GIAA itu memproyeksikan dapat mengoperasikan sedikitnya 850 penerbangan per minggu selama Agustus 2022 atau meningkat sebesar 32% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang berkisar di 650 penerbangan per minggunya.

Dengan makin bertambahnya jumlah bepergian masyarakat Indonesia, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Indonesia diperkirakan kekurangan pesawat hingga mencapai 200 unit, karena industri ini sempat terguncang hebat akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak maskapai mengurangi jumlah pesawat.

Guna mencapai angka ideal yang disampaikan oleh Menteri BUMN tersebut tentunya tidak mudah. Dibutuhkan investasi yang terbilang tidak sedikit. Langkah yang dilakukan pemerintah salah satunya adalah dengan memberikan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional sebesar Rp7,5 triliun. Dana yang diperoleh akan dipakai untuk merestorasi pesawat dan modal kerja.

Langkah strategis serupa tentunya akan diikuti oleh perusahaan penerbangan lainnya apabila kondisi terus membaik. Untuk itu, Kami mengharapkan pemerintah membuat kebijakan yang kondusif bagi industri penerbangan tanpa melupakan kesehatan masyarakat. Vaksinasi harus terus digencarkan agar mobilitas masyarakat masih tetap terjaga.

Optimisme pelaku usaha harus terus dijaga agar industri ini dapat kembali bangkit seperti sebelum pandemi Covid-19. Persoalan yang masih menjadi penghambat, seperti tingginya harga tiket juga harus dicarikan solusi agar akses masyarakat terhadap angkutan udara meningkat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.