EDITORIAL : IKN Sebuah Komitmen Jangka Panjang

Beberapa bulan lagi, Jakarta akan merayakan hari ulang tahun yang ke-496 atau tepatnya pada 22 Juni 2023.

Redaksi

28 Feb 2023 - 09.14
A-
A+
EDITORIAL : IKN Sebuah Komitmen Jangka Panjang

Presiden Jokowi di Titik Nol IKN Nusantara

Beberapa bulan lagi, Jakarta akan merayakan hari ulang tahun yang ke-496 atau tepatnya pada 22 Juni 2023. Meski sudah berusia hampir lima abad, Jakarta terbilang cukup muda dibandingkan dengan sejumlah kota besar dunia, misalnya Paris atau London.

Jakarta, sebagai daerah khusus ibu kota, menjadi sebuah simbol peradaban dan kebudayaan dari sebuah negara nusantara bernama Indonesia. Jakarta menjadi pencerminan Indonesia.

Berangkat dari pemikiran tersebut, pemindahan ibu kota negara, dari Jakarta yang berada di pulau Jawa ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tentunya memiliki konsekuensi yang panjang.

Penetapan IKN menggantikan jakarta juga sudah memiliki dasar hukum, yaitu melalui UU No. 3/2022 tentang Ibu Kota Negara dan Perpres No. 62/2022 tentang Otorita Ibu Kota Nusantara.

Pemerintah pun sudah menganggarkan Rp466 triliun untuk pembangunan IKN hingga 2045. Dari jumlah tersebut, APBN menanggung sekitar 20% atau Rp89,4 triliun.

Adapun, sebanyak Rp253,4 triliun bakal bersumber dari kerja sama pemerintah dan badan usaha, sedangkan kontribusi swasta yang diharapkan dalam megaproyek ini mencapai Rp123,2 triliun.

Pemerintah sendiri telah mengalokasikan anggaran senilai Rp23,6 triliun untuk pembangunan IKN Nusantara dalam RAPBN 2023.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan anggaran terbesar hingga Rp20,8 triliun, yang akan digunakan untuk membangun sejumlah infrastruktur dasar di IKN.

Berbekal aturan dan alokasi anggaran, maka rasanya sulit untuk menyebutkan bahwa IKN adalah sekadar proyek infrastruktur atau proyek fisik.

Harian ini meyakini bahwa IKN adalah sebuah kerja besar berupa pemindahan budaya kerja dan pola pikir baru disertai dengan sistem dan sumber daya manusia yang dipersiapkan dengan baik.

Tujuan dari pemindahan itu adalah pemerataan, baik dari sisi ekonomi, penduduk, maupun pembangunan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa jumlah penduduk maupun perekonomian, sebagian besar berpusat di Pulau Jawa.

Pemindahan juga bukan sebuah gagasan baru—karena muncul di setiap era pemerintahan, dari sejak masa Pemerintahan Sukarno hingga Joko Widodo. Namun, baru pada masa pemerintahan Jokowi yang kedua, rencana ini bisa terealisasi.

Ini membuktikan bahwa pemindahan ibu kota adalah sebuah kerja besar yang maha kompleks. Pasalnya, ada banyak catatan kristis yang harus menjadi perhatian, misalnya sektor pendidikan, transportasi, fasilitas rumah sakit hingga fasilitas sosial lainnya, seperti pembuangan limbah dan sampah. Persoalan lingkungan ini jelas harus menjadi bahasan utama mengingat kawasan IKN merupakan kawasan hutan.

Belum lagi soal pertahanan dan keamanan nasional, di mana lokasi IKN berada cukup dekat dengan sejumlah negara tetangga yangharus dilihat secara lebih komprehensif.

Karena itu, Harian ini meyakini bahwa kata kunci kesuksesan pemindahan ibu kota adalah komitmen, siapa pun pemerintah maupun presidennya. Proses pemindahan ini butuh waktu meski proses pengundang-undangannya cukup kilat, yaitu hanya sekitar 54 hari.

Sebagai sebuah proyek besar yang menyedot anggaran dan sumber daya manusia yang besar, sudah sepatutnya pemerintah tidak terburu-buru dengan mengorbankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Masukan dari setiap elemen masyarakat menyangkut pembangunan IKN harus tetap dibuka agar memicu kesepahaman bahwa pemindahan ibu kota memberi manfaat yang maksimal bagi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.