Free

EDITORIAL: Jalan Tengah Kendaraan Listrik

Dibandingkan dengan mobil hibrida, kondisi penjualan segmen mobil listrik ini memang agak di bawah ekspektasi. Hal itu karena industri mobil Listrik sudah begitu banyak mendapatkan insentif dari pemerintah.

Redaksi

26 Feb 2024 - 07.30
A-
A+
EDITORIAL: Jalan Tengah Kendaraan Listrik

Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024. Ajang tersebut memperkenalkan berbagai kendaraan listrik terbaru. Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis, JAKARTA – Selama beberapa tahun terakhir, ekspansi kendaraan listrik di Indonesia makin nyata. Di jalan raya, kita mudah melihat kendaraan listrik wara-wiri bermacam merek, beragam jenis, dan mulai memikat masyarakat.

Sepanjang 2023, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ada 17.062 unit mobil listrik yang terjual. Meskipun begitu, pangsa mobil listrik ini baru 1,7% dari total penjualan oleh produsen ke distributor (wholesales) selama tahun lalu yang mencapai 1,05 juta unit.

Menariknya, jumlah mobil listrik yang laku di pasaran itu masih di bawah angka penjualan mobil dengan bahan bakar kombinasi fosil dan baterai (hybrid) yang mencapai 52.504 atau 5,22% dari total penjualan mobil nasional.

Jumlah mobil hybrid yang terjual itu naik hampir lima kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 10.344 unit.

Dibandingkan dengan mobil hybrid, kondisi penjualan segmen mobil listrik ini memang agak di bawah ekspektasi. Hal itu karena industri mobil Listrik sudah begitu banyak mendapatkan insentif dari pemerintah.

Oleh karena itu, para pelaku industri otomotif pun berharap pemerintah memberikan dukungan serupa terhadap mobil hybrid.

Sejatinya, ketentuan mengenai insentif terhadap kendaraan roda empat hybrid, sudah dimuat dalam Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.

Namun, memang mobil hybrid belum mendapatkan fasilitas insentif yang melimpah seperti mobil listrik. Tanda kendaraan mobil hybrid pun masih disamakan dengan mobil biasa.Tak seperti mobil listrik yang ada tanda kendaraan berwarna biru.

Keberadaan mobil hybrid yang lebih diminati masyarakat karena ini menjawab kegelisahan konsumen yang ingin berkontribusi terhadap pengurangan emisi, menghemat bahan bakar, dan memiliki mobil dengan harga yang lebih terjangkau.

Sementara itu, penjualan mobil full battery masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari harga yang kurang bersaing hingga infrastruktur pendukung yang belum menjangkau semua wilayah, sehingga memengaruhi minat beli masyarakat. Apalagi konsumen mobil listrik umumnya bukan first time buyer yang jumlahnya pun tidak signifikan.

Kondisi ini dikhawatirkan menjadi penghambat bagi industri otomotif di Tanah Air yang sedang bersaing ketat dengan negara tetangga seperti Thailand dalam kompetisi menjadi basis industri mobil hybrid.

Pemerintah pun sepertinya membaca fakta tersebut. Janji akan adanya insentif bagi mobil hybrid pun sudah terucap oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pemerintah seperti ingin menempuh jalan tengah. Satu sisi, pemerintah juga memiliki kepentingan lebih besar untuk mencapai pemenuhan target net zero emission (NZE) sebagai komitmen memenuhi Perjanjian Paris.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya agar industri otomotif tetap dapat berkembang dan penjualannya tidak stagnan di level satu juta unit per tahun.

Kita tentu mendukung upaya pemerintah untuk mendorong semua pengembangan semua teknologi yang berkontribusi pada pengurangan emisi untuk mendorong terbentuknya ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan bukan terfokus pada satu solusi tunggal.

Dengan kebijakan yang seimbang antara kepentingan nasional dan kebutuhan pasar, pertumbuhan industri otomotif domestik akan mampu menopang laju roda ekonomi nasional tumbuh lebih kencang lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.