Free

EDITORIAL: Memaksimalkan Peran Kawasan Khusus

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) meru-pakan wilayah yang ditetapkan pemerintah dengan tujuan meningkatkan investasi yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Redaksi

8 Jun 2024 - 07.13
A-
A+
EDITORIAL: Memaksimalkan Peran Kawasan Khusus

Gedung pertemuan di KEK Sanur

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) meru-pakan wilayah yang ditetapkan pemerintah dengan tujuan meningkatkan investasi yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Akan tetapi, sejumlah tantangan mesti diatasi agar fungsi KEK dapat maksimal seperti yang diharapkan.

Konsep KEK pada awalnya dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pen-ciptaan lapangan kerja, dan pengembangan infrastruktur di wilayah sekitarnya.

Secara khusus, kehadiran KEK juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan perkembangan industri lokal. 

Dalam hal-hal tertentu, ada harapan pula yang terkait dengan transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Untuk mewujudkan itu semua, maka lazimnya KEK dilengkapi dengan insentif fiskal seperti pembebasan atau pengurangan bea masuk dan pajak tertentu; insentif non-fiskal seperti kemudahan perizinan, fasilitas ekspor-impor, dan perlindungan investasi; maupun insentif lain seperti dukungan infrastruktur serta kemudahan akses ke sumber daya.

Pemerintah tampaknya juga terus mendorong bertambahnya kawasan khusus seperti KEK ini. Belum lama ini Dewan Nasional KEK telah memutuskan menerima usulan pembentukan tiga KEK baru. 

Ketiganya meliputi KEK Kesehatan, Pendidikan, dan Teknologi di kawasan BSD Tangerang, kemudian KEK Pariwisata Kesehatan di Pulau Batam, serta KEK Industri di Morowali, Sulawesi Tengah.

Dewan Nasional KEK akan merekomendasikan penetapan KEK baru ini kepada Presiden RI Joko Widodo untuk ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP).

Terkait dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Dewan Nasional KEK menyebut tiga KEK baru ini diharapkan mampu mendukung ekosistem usaha di sekitar Kawasan.

KEK di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten memiliki luas lahan 59,68 hektare dengan tar-get realisasi investasi saat beroperasi penuh sebesar Rp18,8 triliun dan diharapkan menyerap tenaga kerja 13.446 orang.

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam diklaim memiliki komitmen investasi Rp6,91 triliun dan serap-an tenaga kerja sebanyak 105.406 orang. 

Adapun KEK di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, punya target investasi hingga beroperasi penuh sebesar Rp135,38 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 136.000 orang.

Akan tetapi, di sisi lain, menarik untuk mencermati Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2023 yang dilaporkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pekan ini.

Terungkap saat ini ada enam KEK yang terkesan ‘mati suri’. Keenamnya adalah KEK Palu, KEK Morotai, KEK Bitung, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), KEK Likupang, dan KEK Sorong. (Bisnis, 5/6/2024).

Persoalannya, sebagaimana temuan lembaga auditor eksternal itu, antara lain terkait belum optimalnya standar pengelolaan KEK yang mengatur soal infrastruktur dan kesiapan operasi. 

Selain itu, lemahnya koordinasi antarinstitusi sehingga menghambat perkembangan investasi, kekurangan pengembangan pra-sarana dan sarana, hingga tidak terhubungnya akses Online  Single Submission (OSS) dari administrator KEK.

Di luar enam KEK yang tak berkembang itu, BPK juga men-catat adanya persoalan dalam konteks pengelolaan fiskal di beberapa kawasan khusus. Persoalan yang dimaksud adalah tidak adanya peraturan daerah soal insentif berupa pengurangan, keringanan, dan/atau pembebasan pajak  daerah  dan/atau retribusi daerah dalam penyelenggaraan beberapa KEK.

Hal tersebut mengakibatkan pengelolaan KEK belum optimal sehingga upaya untuk menciptakan iklim investasi yang baik belum tercapai.

Kita berharap pemerintah pusat dan daerah segera membenahi persoalan-persoalan di lapangan ini agar semua KEK dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.