EDITORIAL: Memikat Investor Pasar Modal

Di tengah performa pasar modal yang kurang optimum sepanjang 2023 ini, jumlah investor ternyata terus bertambah.

Tim Redaksi

28 Des 2023 - 06.02
A-
A+
EDITORIAL: Memikat Investor Pasar Modal

Warga mengakses informasi tentang reksa dana di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis, JAKARTA – Di tengah performa pasar modal yang kurang optimum sepanjang 2023 ini, jumlah investor ternyata terus bertambah. Mereka memilih berinvestasi di instrumen saham, reksa dana, hingga surat berharga seperti obligasi.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan jumlah single investor identification (SID) atau identitas resmi investor pasar modal indonesia tumbuh 14,04% secara year-on-year (YoY) menjadi 11,75 juta per 5 Oktober 2023.

Jumlah SID memang menunjukkan pertambahan signifikan yang konsisten dalam 5 tahun terakhir. Jika pada 2019 tercatat sebesar 2,48 juta, maka pada 2020 mencapai 3,88 juta dan 2021 sebesar 7,48 juta SID, dan kini di atas 7,5 juta SID.

Ada sejumlah hal yang menarik bahwa kenaikan jumlah SID tersebut tidak hanya terlihat dari minat para investor tradisional dan terpusat di Jakarta dan sekitarnya. Jika melihat dari data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), investor kini makin beragam dan merata secara nasional.

Dari sisi demografi, data KSEI per September 2023 menunjukkan bahwa investor pasar modal di Indonesia didominasi oleh milenial 31—40 tahun dan Gen Z dengan usia 30 tahun ke bawah dengan jumlah mencapai lebih dari 80%.

Hal tersebut sejalan dengan tingkat pendidikan investor yang didominasi oleh lulusan sekolah menengah umum (SMU) dengan jumlah 60,28%. Kepemilikan aset investor muda pada 2023 ini cenderung meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini memperlihatkan peningkatan antusiasme investor muda. Dari sisi pekerjaan, 32,86% investor merupakan pegawai, diikuti dengan pelajar sebesar 26,50%.

Selain itu, kenaikan yang signifikan juga terlihat dari jumlah SID di daerah. Di Provinsi Sumatra Barat misalnya, mengacu pada data KSEI, jumlah investor berdasarkan SID C-Best meningkat 48% dalam dua tahun terakhir, dari 50.734 pada akhir 2021 menjadi 74.819 pada akhir November 2023.

Adapun dari jumlah SID All di Sumbar melonjak 66% dalam 2 tahun terakhir menjadi 94.941 pada akhir November 2023.

Lonjakan signifikan juga terjadi di Provinsi Jawa Timur. Di wilayah Malang misalnya, jumlah investor September 2023 tumbuh dua digit sebesar 19,34% mencapai 253.698 SID.

Di Malang, peningkatan tertinggi ditunjukkan oleh investor surat berharga negara (SBN) yang tumbuh 24,96% dan nasabah reksa dana yang juga naik 39,77%. Investor saham tetap bertambah meskipun jumlah dan nominal transaksi melesu seiring dengan kinerja pasar saham nasional.

Kita mengapresiasi pertumbuhan investor yang signifikan di daerah tak lepas dari peran OJK, Bursa Efek Indonesia, KSEI, dan semua pihak yang berkepentingan dalam memajukan dan mengembangkan pasar modal di Tanah Air.

Pendirian galeri-galeri investasi dan ekspansi perusahaan efek di daerah juga begitu terlihat perannya dalam memacu minat para investor.

Selain itu, peningkatan tersebut didorong digitalisasi proses pembukaan rekening efek dan penyebaran informasi yang makin masif, menjadi katalis yang memudahkan masyarakat untuk beraktivitas di pasar modal.

Tentu kita melihat jumlah investor pasar modal di daerah akan tetap bertumbuh ke depannya. Namun, tantangan besarnya sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi baik dalam negeri maupun global. Sebab, jika tingkat inflasi dan suku bunga cukup tinggi, dana investor akan cenderung beralih ke instrumen lain seperti deposito.

Di sisi lain, isu perlindungan investor masih menjadi tantangan yang tidak boleh disepelekan. Kita berharap regulator terus memperkuat kerangka hukum dan koordinasi dengan seluruh pihak untuk mendukung efektivitas penegakan hukum dan perlindungan investor.

Selain itu, peningkatan kualitas tata kelola dan integritas pelaku industri pasar modal dan peningkatan literasi keuangan di bidang pasar modal harus diupayakan secara berkelanjutan.

Dengan jumlah investor pasar modal yang meningkat dan semakin berkualitas, tentu akan berpengaruh positif terhadap dukungan pembangunan nasional dan perekonomian yang akan tumbuh lebih baik lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.