EDITORIAL : Memperkuat Kolaborasi Regional

Upaya memperkuat kerja sama yang lebih erat antara Australia dengan negara-negara Asean menjadi fokus utama.

Redaksi

7 Mar 2024 - 07.40
A-
A+
EDITORIAL : Memperkuat Kolaborasi Regional

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kedua kanan), Mensesneg Pratikno (kedua kiri), Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) memberikan keterangan pers sebelum berangkat ke Australia dalam rangka menghadiri KTT ASEAN-Australia di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (4/3/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Upaya memperkuat kerja sama yang lebih erat antara Australia dengan negara-negara Asean menjadi fokus utama yang dibahas para pemimpin negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Asean-Australia, di Melbourne Rabu (6/3).

Presiden Joko Widodo pun menegaskan bahwa Australia merupakan mitra wicara tertua, mitra komprehensif strategis dan mitra penghubung bagi Indonesia dan Asean di regional Indo-Pasifik—kawasan tempat berbagi masa depan serta tanggung jawab bersama menjaga stabilitas.

Ada harapan besar dari pertemuan tersebut yaitu penguatan kerja sama ekonomi melalui optimalisasi integrasi ekonomi, salah satunya melalui Strategi Ekonomi Asia Tenggara Australia 2040 untuk mendorong investasi Negara Kanguru tersebut di Asia Tenggara.

Australia sebagai negara besar di Selatan sangat penting keberadaan dan dukungannya terhadap negara-negara Asean dalam menghadapi perubahan iklim dan ekonomi digital.

Dukungan Australia sangat diperlukan khususnya dalam bentuk investasi, kemudahan akses pembiayaan inovatif, serta transfer teknologi.

Bagi Indonesia, hubungan diplomatik dengan Australia yang telah berlangsung 75 tahun harus dapat dimanfaatkan dengan lebih mengedepankan kolaborasi daripada berkompetisi. Indonesia akan mengoptimalkan beberapa kerja sama seperti RCEP ASEAN-Australia-New Zealand FTA dan AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific).

Negara kita dengan Australia telah meneken nota kesepahaman (MoU) tentang Kolaborasi Kendaraan Listrik, yang segera ditindaklanjuti dengan pembentukan joint steering committee dan penyusunan work plan.

Kita mendukung upaya pemerintah untuk mendorong pelaku bisnis Australia mendukung pembangunan ekosistem kendaraan listrik Asean, seperti yang dilakukan perusahaan nikel Australia Nickel Industries yang telah berinvestasi di Morowali, Sulawesi.

Dalam hubungan dagang, Indonesia juga menyoroti perluasan akses pasar untuk menciptakan perdagangan yang lebih berimbang. Kita memang bergantung dari produk Australia, seperti impor daging dan ternak sapi.

Sebaliknya, Australia pun berharap dari produk buah-buahan dan perikanan Indonesia. Oleh karena itu, kedua negara perlu terus mendorong kerja sama bidang biosecurity terkait dengan aspek inspeksi dan karantina produk.

Kerja sama bilateral Indonesia-Australia juga dilakukan di sektor jasa keuangan. Salah satu bank besar kita, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., telah mendapatkan izin untuk membuka kantor cabang di Sydney.

Selain itu, Indonesia juga mengundang investor Australia untuk terlibat dalam membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan National Capital Authority pada Februari 2024.

Bagi Australia, Asean terutama Indonesia memang tetangga yang betul-betul harus diperhatikan. Budaya pemberian ucapan selamat dan kunjungan kenegaraan paling awal selalu dilakukan pemimpin baru Australia dan Indonesia.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pun menekankan negaranya akan mendirikan Fasilitas Pembiayaan Investasi Asia Tenggara senilai 2 miliar dolar Australia atau sekitar Rp20,4 triliun yang dikelola oleh lembaga Pembiayaan Ekspor Australia.

Hal ini akan mendukung upaya Asean dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur termasuk persiapan proyek tahap awal, dan mempercepat reformasi peraturan untuk menarik pembiayaan infrastruktur yang lebih beragam dan berkualitas.

Australia juga telah menunjuk sepuluh Business Champion, yakni pemimpin bisnis senior Australia. Mereka akan menjadi pendukung utama hubungan perdagangan dan investasi Australia dengan negara-negara di Asia Tenggara.

Jakarta dan dan Ho Chi Minh City akan menjadi dua kota ‘Landing Pads’ baru, selain Singapura, sebagai pusat regional untuk mendorong ekspor teknologi Australia guna menopang transformasi digital Asia Tenggara.

Kita berharap hubungan Asean, Indonesia dan Australia yang lebih akrab akan menjadi motor penggerak untuk menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang stabil, damai, dan sejahtera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.