EDITORIAL : Menanti Realisasi Kesepakatan KTT Asean

Beragam kesepakatan dan terobosan berhasil dilahirkan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean yang digelar di Jakarta 5—7 September 2023.

Tim Redaksi

11 Sep 2023 - 07.03
A-
A+
EDITORIAL : Menanti Realisasi Kesepakatan KTT Asean

Presiden Joko Widodo (keenam kiri) berfoto bersama (dari kiri) Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Head of Delegation of The Kingdom of Thailand Sarun Charoensuwan, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, Presiden Korea Yoon Suk Yeol, Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim

Bisnis, JAKARTA – Beragam kesepakatan dan terobosan berhasil dilahirkan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean yang digelar di Jakarta 5—7 September 2023.

Mulai dari upaya bersama untuk menjadikan Asean sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia, pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, hingga percepatan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi alias local currency transaction (LCT).

Ada pula kesepakatan senilai US$38,2 miliar yang mencakup 93 proyek dan 73 proyek potensial senilai US$17,8 miliar, hasil dari Asean Indo-Pacific Forum (AIPF).

Melalui KTT tersebut, anggota Asean juga memperkuat kerja sama bidang ekonomi dengan sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, dan Jepang.

Tak hanya soal ekonomi, dari perspektif geopolitik, Asean pun sepakat untuk mewujudkan perdamaian kawasan melalui kolaborasi antarnegara serta terus menyuarakan kepentingan negara berkembang di tingkat global. Salah satu langkah terdekat adalah membawa beragam hasil KTT ke-43 Asean tersebut ke forum G20 yang tengah berlangsung di India.

Pekerjaan penting selanjutnya adalah bersama-sama memastikan kesepakatan tersebut dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Agar berbagai kesepakatan tersebut benar-benar terealisasi sesuai target atau bahkan terakselerasi.

Pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik misalnya, menuntut kolaborasi aktif sesuai kompetensi masing-masing negara sesuai ketersediaan sumber daya alam dan maupun industri.

Keunggulan komparatif tiap negara perlu menjadi pertimbangan, sehingga upaya bersama yang digagas justru berujung kontraproduktif atau hanya menguntungkan sebagian negara saja.

Kesepakatan Asean Plus Three yakni kerja sama antara negara anggota Asean dengan Korea Selatan, Jepang, dan China, mengenai pembangunan ekosistem kendaraan listrik, harus dijadikan momentum untuk mengakselerasi perkembangan sektor ini di tingkat regional.

Demikian pula dengan kesepakatan sektor energi, di mana leaders declaration KTT ke-43 Asean menyepakati untuk mendorong interkonektivitas. Infrastruktur Trans-Asean Gas Pipeline (TAGP) dan Asean Power Grid (APG) perlu terus dimatangkan dan dibangun melibatkan korporasi milik pemerintah maupun swasta jika memang dibutuhkan. Apalagi, sistem interkoneksi tersebut dapat menjadi tulang punggung suplai listrik dan gas di kawasan.

Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi perihal kesamaan visi dan misi untuk menjadikan Asean sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Digital economy framework agreement (DEFA) yang digadang-gadang menjadi pilar pertumbuhan ekonomi Asean di masa mendatang, membutuhkan penjabaran lanjutan sehingga dapat menjadi perjanjian nyata antarnegara anggota. Hal itu penting agar masterplan tersebut benar-benar dapat memacu ekonomi digital Asean yang diramal tembus US$2 triliun pada 2030.

Beragam inisiatif dibutuhkan untuk menerjemahkan berbagai kesepakatan tersebut ke dalam aksi nyata yang dapat dieksekusi oleh masing-masing negara anggota. Angka-angka ‘abstrak’ yang muncul dalam perjanjian, tak akan benar-benar berkontribusi nyata pada ekonomi Asean, jika tak ada investasi nyata.

Tanpa insiatif tersebut, amat mungkin kesepakatan yang dilahirkan hanya akan menjadi arsip semata, dokumen tanpa realisasi, sebagaimana jamak terjadi dalam sejumlah kesepakatan komunitas dunia lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.