Free

EDITORIAL : Mendorong Penguatan Pasar Moda

BEI mengklasifikasikan 926 emiten ke dalam pembagian lima papan pencatatan.

Redaksi

25 Mei 2024 - 09.57
A-
A+
EDITORIAL : Mendorong Penguatan Pasar Moda

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperkuat pasar modal dengan menggulirkan sejumlah kebijakan, salah satunya pengetatan klasifikasi emiten di lantai bursa.

BEI melakukan penyesuaian menyangkut mekanisme perpindahan papan pencatatan bagi perusahaan tercatat dari papan utama atau papan ekonomi baru ke papan pengembangan.

Penyesuaian tersebut bertujuan untuk memberikan klasifikasi yang jelas kepada investor mengenai kondisi emiten berdasarkan kinerja fundamental, kapitalisasi pasar, serta pemenuhan atas ketentuan peraturan BEI dan akan dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada Mei dan November.

Sebagai informasi, BEI mengklasifikasikan 926 emiten ke dalam pembagian lima papan pencatatan, yaitu papan utama, papan utama-ekonomi baru, papan pengembangan, papan akselerasi, dan papan pemantauan khusus.

Berdasarkan data BEI per Jumat (24/5/2024), dari total 926 emiten, ada 347 emiten yang masuk dalam kelas papan utama, 320 emiten di papan pengembangan, 41 emiten di papan akselerasi, 3 emiten di papan ekonomi baru, dan 215 emiten di papan pemantauan khusus.

Melalui tambahan persyaratan perpindahan emiten di papan utama maupun papan pengem-bangan, maka pada 31 Mei 2024 mendatang, jumlah emiten di papan utama akan berkurang menjadi 248, dari sebelumnya 347 emiten.

Sementara itu, jumlah emiten di papan pengembangan akan bertambah menjadi 419 emiten, dari sebelumnya 320 emiten.

Adapun, melalui mekanisme yang ada, agar emiten dapat tetap tercatat di papan utama, yaitu pertama, mulai Mei 2022, perusahaan tercatat tidak membukukan ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir dan tidak mendapatkan sanksi peringatan tertulis dari BEI selama 1 tahun terakhir.

Selain itu, emiten yang berhak masuk dalam kelas papan utama juga harus memenuhi salah satu dari kriteria rasio harga terhadap laba per saham (price to earning) tidak lebih dari 3 kali lipat rasio harga terhadap price to earning pasar, atau rasio harga terhadap nilai buku (price to book value) saham tidak lebih dari 3 kali lipat rasio harga terhadap price to book value pasar atau nilai kapitalisasi saham tidak kurang dari Rp12 triliun.

Syarat kedua, jumlah pemegang saham harus lebih dari 750 nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) dan memenuhi persyaratan saham free float dengan sejumlah ketentuan.

Ketentuan itu adalah apabila saham free float 10% atau lebih, maka nilai kapitalisasi saham dari saham free float lebih dari Rp200 miliar atau jika saham free float kurang dari 10%, maka nilai kapitalisasi saham dari saham free float lebih dari Rp1 triliun.

Selain itu, BEI juga mewanti-wanti perusahaan tercatat harus memperoleh opini tanpa modifikasian selama dua tahun buku terakhir secara berturut-turut.

Syarat ketiga untuk memastikan pemenuhan aspek fundamental emiten di papan utama, mulai Mei 2025 yang akan datang, emiten yang ingin tetap tercatat di papan utama tidak boleh membukukan rugi bersih selama 2 tahun berturut-turut, atau membukukan compound annual growth rate (laju per-tumbuhan majemuk tahunan/CAGR) atas pendapatan usaha paling sedikit 20% selama 3 tahun terakhir.

Harian ini tentu mengapresiasi penguatan mekanisme peng-klasifikasian emiten di lantai bursa sebagai upaya mendorong penguatan pasar modal.

Klasifikasi yang lebih tegas tentu akan memudahkan investor untuk memilih emiten dengan fundamental saham yang kokoh, sedangkan dari sisi emiten, perusahaan tercatat akan semakin terpacu meningkatkan kinerja perusahaannya sehingga dapat menjadi pilihan investor dalam berinvestasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.