Free

EDITORIAL : ‘Mengaspal’ Jalan Menuju IKN

Apa kabar pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara? Menurut Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur di kawasan inti sudah dimulai.

Redaksi

30 Nov 2022 - 08.30
A-
A+
EDITORIAL : ‘Mengaspal’ Jalan Menuju IKN

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau pembangunan infrastruktur kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (25/10/2022)./Istimewa

Apa kabar pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara? Menurut Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur di kawasan inti sudah dimulai.

“Dam untuk suplai air baku ke IKN sudah, selesai Januari,” ujar Jokowi, Selasa (29/11).

Demikian pula dengan pembangunan gedung pemerintahan seperti kementerian serta istana kepresidenan dan wakil presiden, segera dimulai pada Desember.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sudah menginformasikan perkembangan 22 kontrak pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintah IKN senilai Rp15,01 triliun yang telah diteken.

Basuki menjelaskan, terdapat empat kegiatan yang telah terkontrak di Ditjen Sumber Daya Air senilai Rp1,08 triliun. Pembangun Bendungan Sepaku Semoi sudah mencapai 78,7%, intake dan jaringan pipa transmisi Sungai Sepaku 47,2%, serta penyediaan air baku persemaian Mentawir 45,9%.

Dari sektor Bina Marga, terdapat 12 kontrak senilai Rp8,71 triliun untuk pekerjaan pembangunan Jalan Lingkar Sepaku dengan progres 45,7%, serta jalan tol IKN dan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat yang baru mencapai 1%.

Selain itu, preservasi Jalan Simpang ITCI—Simpang Riko mencapai 66,4%, preservasi Jalan Simpang Riko—Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek 58,8%, dan pengadaan jembatan panel darurat tahap II 17,9%.

Basuki menambahkan, terdapat pula lima kegiatan senilai Rp4,66 triliun untuk pekerjaan di sektor Cipta Karya. Beberapa di antaranya yakni penyiapan land development tahap I dan II masing-masing mencapai progres 21,1% dan 0,2%, serta pembangunan Kompleks Kepresidenan dan bangunan gedung pendukung.

Adapun di sektor perumahan, terdapat satu kegiatan pembangunan hunian pekerja konstruksi sebanyak 22 menara senilai Rp570 miliar, di mana saat ini sedang dibangun 7 menara dengan progres 36,8%.

Kabar termutakhir, ada sebanyak 18 kontrak kegiatan pembangunan IKN senilai Rp9,8 triliun yang akan ditandatangani hingga akhir tahun ini.

Berbagai kemajuan yang dijelaskan Pemerintah itu seolah menjadi jawaban atas keraguan sebagian masyarakat atas kelanjutan proyek IKN. Keraguan yang mestinya dapat dimaklumi mengingat tak lama lagi suksesi kepemimpinan negeri ini bakal terjadi.

Apalagi, jika mengingat dana super besar yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek tersebut. Patutlah masyarakat waswas bahwa proyek tersebut bakal kandas atau hanya justru menjadi bumbu manuver politik semata.

Kini, lagi-lagi pemerintah kembali ‘menjawab’ keraguan tersebut, dengan mengajukan revisi Undang-Undang No.3/2022 tentang IKN.

Usulan itu memang membuat sebagian kalangan heran lantaran beleid yang baru seumur jagung itu sudah perlu direvisi. Bukankah itu berarti UU yang kini berlaku tidak mumpuni dan disahkan dengan terburu-buru?

Bisa jadi. Namun, langkah itu juga menunjukkan betapa pemerintah berkomitmen menjalankan proyek tersebut, dengan memperbarui payung hukum, agar eksekusinya tak terhambat.

Gayung pun bersambut manakala sebagian besar fraksi di DPR RI menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang No.3/2022, masuk Program Legislasi Nasional Prioritas 2023 bersama 40 RUU lainnya.

Tak hanya dengan merevisi aturan, upaya pemerintah ‘mengaspal jalan’ proyek IKN juga dilakukan melalui serangkaian kebijakan fiskal, salah satunya melalui diskon pajak yang teramat royal demi menggaet lebih banyak pelaku usaha terlibat.

Tentu saja upaya tersebut bukan jaminan bahwa proyek IKN bakal melaju tanpa tantangan. Proyek yang teramat besar itu membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat.

Yang jelas tugas pemerintah adalah menjalankannya dengan sungguh-sungguh, sesuai aturan, serta membuktikan bahwa kemanfaatannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, dan bukan malah menjadi ‘bancakan’ segelintir kalangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.