EDITORIAL : Menjaring Potensi Investasi Berkualitas

Dicabutnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dan berakhirnya era pandemi Covid-19 menjadi modal kuat untuk terus mendukung pemulihan ekonomi.

Redaksi

21 Jun 2023 - 04.54
A-
A+
EDITORIAL : Menjaring Potensi Investasi Berkualitas

Titik Nol IKN - Humas Setkab/Oji.

Dicabutnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dan berakhirnya era pandemi Covid-19 menjadi modal kuat Pemerintah Indonesia untuk terus mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi.

Di tengah tantangan risiko global yang masih membayangi, prospek ekonomi Tanah Air justru memperlihatkan tren perbaikan. Sinyal membirunya indikator tersebut antara lain ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi yang mampu mencapai angka di atas 5%.

Begitu pula dengan indikator lain seperti surplus neraca perdagangan yang berlanjut meskipun mengecil, keyakinan konsumen yang meningkat, kondisi industri manufaktur yang masih berada di level ekspansi selama 21 bulan berturut-turut dan tingkat inflasi relatif rendah dengan suku bunga terkendali.

Terkini, Indonesia diganjar kenaikan peringkat daya saing investasi dari posisi 44 pada 2022 menjadi 34 pada 2023 oleh IMD World Competitiveness Ranking. Perbaikan peringkat ini didasari pertimbangan banyaknya agenda reformasi kebijakan kemudahan berusaha yang dijalankan dan dinilai mampu mengatasi pandemi Covid-19 dengan baik.

Membaiknya beberapa indikator tersebut tentunya menjadikan ekonomi Indonesia makin menunjukkan potensi daya pulih yang besar. Situasi ini diharapkan lebih memberikan nilai tambah dalam menarik minat investor.

Investasi menjadi salah satu elemen penting dalam pertumbuhan ekonomi di samping sisi konsumsi, pengeluaran pemerintah dan ekspor. Tidak heran mengapa banyak negara saling berlomba-lomba memberikan kemudahan berinvestasi untuk menyokong pembangunan. Beragam insentif pun ditawarkan.

Di sisi lain, hal mendasar yang menjadi pertimbangan investor dalam menanamkan modal di suatu negara pada umumnya meliputi kondisi makro seperti kondisi ekonomi, politik dan keamanan. Selain itu, para pemodal akan melihat pemanis yang diberikan pemerintah berupa insentif, baik fiskal maupun nonfiskal. Hal yang tak kalah penting terkait dengan kemudahan dalam memproses perizinan, dukungan infrastruktur dasar yang memadai.

Harian ini menilai perlunya pemerintah untuk terus mencari langkah inovatif untuk dapat meningkatkannya peringkat daya saing tersebut. Indonesia harus lebih meningkatkan daya saing agar dapat mengundang lebih banyak investasi di semua bidang. Masalah klasik penghambat masuknya investasi seperti birokrasi bertele-tele dan banyaknya pungutan tak resmi, harus dituntaskan. Lamanya penyelesaian atas kondisi ini hanya membuat investor ragu untuk menanamkan modal di Indonesia.

Peringkat kemudahan investasi ini akan menjadi semacam ukuran kredibilitas Indonesia di mata pemodal untuk membenamkan dananya. IMD World Competitiveness Ranking, misalnya, yang menjadi referensi dunia tentang daya saing negara. Laporan ini menganalisis memeringkat negara menurut cara pengelolaan kompetensi penciptaan nilai jangka panjang.

Daya saing yang tinggi mencerminkan kesiapan sebuah negara dalam menghadapi tantangan global dan mampu memanfaatkan peluang yang ada. Untuk memperkuat daya saing itu, banyak hal yang harus diperbaiki terutama di sektor infrastruktur yang belum merata di seluruh wilayah.

Oleh karena itu, pembangunan nasional perlu diarahkan untuk mendukung infrastruktur yang mendorong konektivitas antarwilayah sehingga dapat mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi.

Ke depan, pembangunan yang diharapkan tentunya tidak sekadar berorientasi pada keuntungan semata tetapi juga harus mampu membuat kesejahteraan dengan menjaga kualitas hidup manusia yang lebih baik. Untuk itu, arah investasi di masa depan juga harus berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam dengan sebaik-baiknya agar tidak boros dan merusak lingkungan.

Sejatinya, prinsip pembangunan berkelanjutan dari segi ekonomi harus mampu memberikan peningkatan keterampilan pekerja yang lebih meningkatkan daya saing. Dengan peningkatan daya saing tersebut diharapkan masyarakat dapat mendapatkan pekerjaan layak dan bisa mendapatkan pendapatan lebih baik.

Pada akhirnya, dampak berganda dari investasi diharapkan bisa mendorong penciptaan lapangan kerja, mengurangi ekspor hasil SDA yang belum diolah dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi. Bila itu dapat direalisasikan, tujuan pembangunan jangka panjang yang telah disepakati bersama untuk mencapai kemandirian dan kemakmuran bukanlah sekadar angan-angan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.