EDITORIAL : Mewaspadai Dampak Kenaikan Suku Bunga

Kenaikan tiada henti dalam 6 bulan terakhir sejak terjadi gonjang-ganjing ekonomi dunia dan lonjakan inflasi dari kenaikan harga bahan bakar minyak.

Tim Redaksi

20 Jan 2023 - 05.28
A-
A+
EDITORIAL : Mewaspadai Dampak Kenaikan Suku Bunga

Ilustrasi kenaikan suku bunga

Bisnis, JAKARTA – Bank Indonesia tancap gas mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen, kemarin. Kenaikan tiada henti dalam 6 bulan terakhir sejak terjadi gonjang-ganjing ekonomi dunia dan lonjakan inflasi dari kenaikan harga bahan bakar minyak.

Sejak Agustus 2022, Bank Indonesia (BI) menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 225 basis poin (bps) secara kumulatif. Ada kalanya bunga naik 25 bps atau 50 bps dalam sebulan.

Dalih utama kenaikan BI7DRR itu karena kenaikan harga BBM. Akibat lonjakan harga energi dunia tersengat perang Ukraina-Rusia. Faktor lainnya, sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat—The Federal Reserve—dalam menaikkan suku bunga.

The Fed, begitu biasa disebut, lebih agresif dalam menaikkan suku bunga acuan. Terakhir, pada Desember 2022, bank sentral AS itu menaikkan Fed Fund Rate sebesar 50 bps ke kisaran 4,25 persen -4,5 persen. Angka itu merupakan level tertinggi dalam 15 tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.