EDITORIAL: Peran Strategis Satelit Baru

Dalam konteks mengatasi berbagai tantangan inilah kita dapat menempatkan posisi strategis peluncuran satelit Merah Putih-2 yang dilakukan pekan ini di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, dengan apresiasi sekaligus harapan.

Redaksi

24 Feb 2024 - 07.25
A-
A+
EDITORIAL: Peran Strategis Satelit Baru

Suasana peluncuran Satelit Merah Putih 2 milik PT Telkom Indonesia Persero Tbk. Telkom di Cape Canaveral Forida Amerika Serikat Selasa (20/2/2024)

Ada setidaknya empat tantangan penyelenggaraan layanan internet dan telekomunikasi di Indonesia dilihat dari sisi konsumen. Empat hal itu meliputi pemerataan jaringan, jaminan kualitas layanan, tarif atau biaya berlangganan, serta pilihan penyelenggara atau penyelenggaraan.

Tantangan pertama, pemerataan jaringan. Masih ada kesenjangan yang cukup besar antara satu wilayah dengan wilayah lain di Indonesia. Ada gap antara perkotaan dan perdesaan, antara wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan wilayah kepadatan penduduk rendah.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia yang dirilis bulan ini menunjukkan tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 79,5%. Provinsi Yogyakarta dan DKI Jakarta berada paling atas dengan tingkat penetrasi 88,73% dan 87,51%.

Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan tingkat penetrasi internet terendah, yaitu 57,3%. Di atasnya ada Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah dengan penetrasi internet masing-masing sebesar 59,11% dan 60,47%. Ada selisih cukup banyak. Belum lagi kalau kita bicara kota demi kota atau desa demi desa. Kondisinya bisa lebih kontras lagi.

Tantangan kedua, jaminan kualitas layanan. Masih ada keluhan mengenai 5G rasa 4G. Sebelumnya, pada era 4G, juga ada keluhan yang sama, 4G rasa 3G. Terkait dengan layanan internet kabel atau fixed broadband, belum lama ini Menteri Kominfo bahkan melontarkan pernyataan mengenai perlunya memberikan batasan minimum mengenai kualitas layanan.

Berdasarkan laporan Speedtest sebagaimana dikutip DataIndonesia.id, median kecepatan unduh internet tetap di Indonesia menempati peringkat ketiga terbawah di Asia Tenggara per Desember 2023. Indonesia hanya mengalahkan Myanmar dan Timor Leste.

Tantangan ketiga, mengenai tarif. Ada berbagai macam model perbandingan tarif baik dibandingkan layanan serupa di luar negeri maupun dibandingkan ekspektasi pelanggan mengenai apa yang dibayarkan. Dalam beberapa aspek, hal ini belum sesuai harapan.

Tantangan keempat, pilihan penyelenggara. Di wilayah perkotaan pilihan relatif banyak dan beragam. Akan tetapi, di perdesaan dan kota kecil pilihan jelas lebih sedikit. Dalam kasus tertentu bahkan tidak ada lagi pilihan buat konsumen.

Kita tentu berharap penanganan empat tantangan di atas terus membaik dari waktu ke waktu. Pemerintah selaku regulator perlu memastikan bahwa konsumen internet di Indonesia dapat menikmati layanan yang merata, kualitas yang memenuhi standar, tarif yang kompetitif, dan pilihan yang beragam.

Sudah barang tentu semua itu tidak dapat diperoleh serta merta. Akan tetapi, adalah wajar apabila kita mengharapkan peningkatan yang terukur dari waktu ke waktu mengenai penanganan empat tantangan di atas.

Bagi penyelenggara internet maupun penyelenggara telekomunikasi pada umumnya, tantangan sebenarnya lebih luas lagi. 

Selain empat hal di atas, ada tantangan terkait dengan investasi, persaingan usaha sehat, adopsi teknologi baru yang lebih efisien, maupun pemberdayaan industri dalam negeri. Belum lagi persoalan tantangan geografis, masuknya pemain global, maupun perubahan teknologi dan trennya.

Dalam konteks mengatasi berbagai tantangan inilah kita dapat menempatkan posisi strategis peluncuran satelit Merah Putih-2 yang dilakukan pekan ini di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, dengan apresiasi sekaligus harapan.

Satelit milik anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. itu meluncur ke luar angkasa menggunakan roket SpaceX Falcon 9 milik Elon Musk dan diharapkan menuju orbit hingga 3 Maret 2024 kemudian beroperasi mulai April 2024.

Satelit berteknologi high throughput satellite itu akan menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur atau berada tepat di atas Pulau Kalimantan. Dengan kapasitas hingga 32 Gbps, Satelit Merah Putih 2 membawa transponder aktif frekuensi C-band dan Ku-band yang diklaim lebih tahan gangguan cuaca khas wilayah khatulistiwa.

Kita tentu boleh berharap, beroperasinya satelit ini akan meningkatkan ketahanan infrastruktur digital nasional, mendukung pemerataan konektivitas, mengamankan slot orbit Indonesia, serta menjadi bagian langkah bertahap dalam mengatasi tantangan penyelenggaraan layanan internet yang dibahas pada awal tulisan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.