EDITORIAL: Selangkah Memimpin Blok Ekonomi Digital

Harian ‘Bisnis Indonesia’ tentu saja mengapresiasi international trust yang tinggi terhadap Indonesia karena kredibilitas Indonesia akan semakin solid, kedaulatan akan lebih dihormati, dan tentunya suara Indonesia akan lebih didengar sehingga memudahkan pemerintah dalam bernegosiasi.

Redaksi

5 Sep 2023 - 07.28
A-
A+
EDITORIAL: Selangkah Memimpin Blok Ekonomi Digital

Para pekerja di Jakarta pulang setelah beraktivitas seharian di kantor. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Indonesia diproyeksikan bakal mulai menikmati bonus demografi pada 2030 dan mencapai Indonesia Emas pada 2045 mendatang.

Saat menyampaikan pidato tentang Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu, 16 Agustus 2023, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia harus dapat memanfaatkan dua peluang untuk dapat mencapai Indonesia Emas 2045.

Dua peluang besar tersebut adalah bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030-an dan tingginya kepercayaan internasional terhadap Indonesia.

Bonus demografi yang akan mencapai puncak pada dekade 2030 adalah peluang besar untuk meraih Indonesia Emas 2045 karena 68% penduduk berusia usia produktif, yang menjadi kunci peningkatan produktivitas nasional kita.

Bonus demografi merupakan suatu keadaan di mana terjadi peningkatan penduduk sebuah negara pada usia produktif yaitu berkisar antara 16 hingga 65 tahun. Peningkatan tersebut biasanya diikuti pula dengan menurunnya angka kelahiran serta kematian.

Selanjutnya, peluang besar yang kedua adalah kepercayaan internasional yang dimiliki Indonesia saat ini, di mana Indonesia memegang peran penting dalam sejumlah perhelatan bersejarah hingga ekonomi yang relatif stabil di tengah ketidakpastian global.

Sebut saja Presidensi G20, keketuaan Indonesia di Asean hingga proyeksi sejumlah lembaga multilateral, salah satunya Bank Dunia, yang menyebut sejumlah negara-negara berkembang Asia seperti India, China, hingga Indonesia akan tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan negara maju.

Kawasan Asia Tenggara, terutama, diproyeksi menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat di dunia, di mana Indonesia, dengan jumlah penduduk terbesar dan laju pertumbuhan ekonomi tercepat akan menjadi episentrum dari penggerak ekonomi ke depan.

Bahkan, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal melaju lebih cepat dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS) dan China mulai 2024.

Capaian-capaian RI di tengah krisis akibat pandemi dalam tiga tahun terakhir terbukti telah mendongkrak dan menempatkan Indonesia dalam peta percaturan dunia.

Lembaga think tank Australia, Lowy Institute, menyebut Indonesia sebagai middle power di Asia dengan pengaruh diplomatik yang terus meningkat tajam. Indonesia juga disebut termasuk satu dari enam negara di Asia yang mengalami kenaikan comprehensive power.

Harian ini tentu saja mengapresiasi international trust yang tinggi terhadap Indonesia karena kredibilitas Indonesia akan semakin solid, kedaulatan akan lebih dihormati, dan tentunya suara Indonesia akan lebih didengar sehingga memudahkan pemerintah dalam bernegosiasi.

Indonesia juga secara aktif menggarisbawahi dan mengupayakan realisasi isu-isu penting, seperti inisiatif transisi energi, sustainable finance, electric vehicle ecosystem hingga digitalisasi.

Bonus demografi dan digitalisasi adalah dua amunisi penting untuk menjadikan berbagai proyeksi positif tentang Indonesia menjadi nyata. Indonesia pun berpeluang untuk memimpin blok ekonomi digital di kawasan regional Asia Tenggara

Ekonomi digital sendiri diangkat sebagai salah satu pilar strategis Keketuaan Asean Indonesia pada 2023 untuk dapat mengakselerasi transformasi digital yang inklusif untuk mengurangi kesenjangan digital di kawasan.

Sebagai catatan, Indonesia sudah menjadi salah satu pemain utama digital di Asia Tenggara karena 40% dari nilai total transaksi ekonomi digital Asean berasal dari Indonesia, negara dengan jumlah startup terbesar keenam di dunia dengan lebih dari 2.400 startup dan penetrasi internet Indonesia yang telah mencapai 76,8%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.