EDITORIAL: Tetap Berharap di Pasar Modal

Kita tetap berharap pasar modal dalam negeri mampu bertumbuh dengan sehat, investor dan pencari modal tetap untung dan tentunya dapat menopang perekonomian nasional.

Redaksi

5 Jan 2023 - 07.24
A-
A+
EDITORIAL: Tetap Berharap di Pasar Modal

Seorang pegawai tengah melintasi papan bursa. /Bisnis-Fanny Kusumawardhani

Selama 3 tahun terakhir, yang sering disebut sebagai masa pandemi Covid-19, kondisi pasar modal Indonesia memperlihatkan kegairahan. Aktivitas pemodal, terutama investor ritel begitu semarak. Dana-dana mengalir ke pasar modal.

Pasar modal pun masih menjadi tempat bagi korporasi untuk mencari dana, selain tentunya berharap pada pinjaman dari perbankan, guna membiayai kelangsungan dan ekspansi usahanya.

Di pasar modal, jumlah aktivitas penawaran umum konsisten terus naik. Jika pada 2020 ada 169 penawaran umum, maka pada 2021 meningkat mnejadi 194 kegiatan dan lalu melesat menjadi 233 aktivitas emisi penghimpunan dana pada 2022.

Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada sebanyak 233 aktivitas emisi penghimpunan dana yang terdiri dari saham, obligasi, dan sukuk selama 2022 dengan total nilai penawaran umum mencapai Rp267,73 triliun.

Dari sisi jumlah aktivitas, penghimpunan dana terbanyak tercatat pada Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) Tahap I dan II melalui 104 penawaran dengan nilai yang dihimpun mencapai Rp26,41 triliun.

Menyusul di belakangnya adalah 45 penawaran umum terbatas (PUT) dengan total penghimpunan dana sebesar Rp78,37 triliun. Selanjutnya 19 penawaran EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp29,93 triliun.

Sementara itu, penggalangan dana dari penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) yang dilakukan di pasar modal Indonesia berhasil menghimpun dana sebesar Rp33,03 triliun. Jumlah emiten baru pada 2022 sebanyak 71 emiten yang merupakan rekor tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Memang dari sisi nominal, aktivitas penghimpunan dana di pasar modal selama 2022 yang sebesar Rp267,73 triliun, masih lebih sedikit dibandingkan dengan kegiatan serupa pada 2021 yang Rp Rp363,29 triliun. Namun, pastinya total nilai tersebut jauh di atas pencapaian 2020 yang sebesar Rp118,7 triliun.

Boleh jadi, tren nominal raup­an dana yang turun di pasar modal tersebut berjalan se­iring dengan penyaluran kredit perbankan yang meningkat. Korporasi mungkin berpaling ke dana kredit bank yang tingkat bunganya masih relatif murah.

Per November 2022, total kredit yang disalurkan industri perbankan nasional mencapai Rp6.317,7 triliun, atau tumbuh 10,8% (YoY) setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 11,7%.

Memang data tersebut sedikit terkoreksi tetapi masih di level dua digit, jauh di atas pertumbuhan dana pihak ketiga yang kini stabil di level 9,4%. Penyaluran kredit untuk golongan debitur korporasi tercatat tumbuh 15% dan pembiayaan terhadap debitur individu perorangan naik 8,1%.

Meskipun demikian, pasar modal Indonesia tetap mencatatkan rekor lain. Jumlah investor melonjak sepanjang 2022 yang mencapai 10,37 juta pemegang Nomor Tunggal Identitas Pemodal atau Single Investor Identification (SID).

Dukungan kemudahan masyarakat mengakses pasar modal dan perluasan kanal distribusi terutama secara digital mendukung pertumbuhan investor sebesar 37,68%. Angka ini merupakan rekor baru bagi industri pasar modal.

Indeks harga saham gabungan pun bertumbuh 4,09% secara year-to-date (YtD) dan net foreign buy mencapai Rp60,58 triliun sepanjang 2022. Tahun 2023 ini, IHSG bisa jadi tembus level 8.000. Namun, tentu saja, para investor terutama yang ritel, tetap harus mewaspadai tingkat volatilitas yang tinggi di pasar saham.

Dari sisi eksternal, investor tetap awas terhadap ancaman resesi dan perlambatan ekonomi, serta tingginya inflasi. Sementara dari dalam negeri, tahun 2023 merupakan tahun menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang sentimennya terhadap pergerakan saham akan mulai terasa setidaknya pada kuartal III/2023. 

Dengan semua indikator dan risiko tersebut, kita tetap berharap pasar modal dalam negeri mampu bertumbuh dengan sehat, investor dan pencari modal tetap untung dan tentunya dapat menopang perekonomian nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.