Free

EDITORIAL : Tetap Waspada Walau Ekonomi Moncer

Ekonomi Indonesia sedang berjalan ke arah yang benar. Barangkali demikian intisari dari laporan 2023 Article IV Consultation with Indonesia yang dirilis IMF.

Tim Redaksi

28 Jun 2023 - 08.14
A-
A+
EDITORIAL : Tetap Waspada Walau Ekonomi Moncer

Warga beraktivitas dengan latar gedung bertingkat di Jakarta, Senin (13/6/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Ekonomi Indonesia sedang berjalan ke arah yang benar. Barangkali demikian intisari dari laporan 2023 Article IV Consultation with Indonesia yang dirilis International Monetary Fund (IMF) awal pekan ini.

Ya, dalam laporan tersebut IMF memang melontarkan ‘puja-puji’ bagi Indonesia. Menurut IMF, kinerja makroekonomi Indonesia sejauh ini tergolong kuat. Arah pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 juga makin bagus.

IMF menyatakan tekanan inflasi terus mengendur karena kebijakan pengendalian yang tepat. Demikian pula dengan kebijakan moneter yang telah kembali seperti pada masa sebelum pandemi.

Adapun dari perspektif anggaran, disiplin fiskal yang dilakukan Pemerintah Indonesia membuat target defisit anggaran di bawah 3% dapat dicapai lebih cepat dari target. Buktinya, pada tahun 2022 saja, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat 2,38% dari produk domestik bruto (PDB).

Sebelumnya pemerintah telah menetapkan target defisit APBN 2023 sebesar 2,84% dari PDB. Faktanya, selama lima bulan tahun ini berjalan, Indonesia justru berhasil mencetak surplus. Termutakhir, per Mei 2023, APBN surplus Rp204,3 triliun atau mencapai 0,97% dari total PDB.

Tak pelak, IMF pun meramal ekonomi Indonesia di masa mendatang masih mampu menunjukkan kinerja positif. Selain, manuver moneter dan fiskal yang tepat, hal itu juga dibarengi dengan momentum kehadiran aturan dalam rangka memacu sektor investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Namun, tak cuma memberi apresiasi atas kinerja ekonomi, IMF juga mewanti-wanti agar Indonesia tetap waspada, khususnya terhadap risiko eksternal.

Dunia memang sedang diliputi ketidakpastian. Tak Cuma soal kebijakan moneter ketat sejumlah negara maju, tensi geopolitik yang telah sekian lama menjalari dunia juga patut terus diwaspadai. Situasi bisa berubah lebih buruk sewaktu-waktu yang amat mungkin mengentak ekonomi dunia.

Terlepas dari adanya berbagai risiko tersebut, Pemerintah Indonesia memang sudah semestinya waspada. Apalagi jika kita amati gelagat sejumlah indikator ekonomi dan keuangan belakangan ini, sejatinya ada hal yang mengkhawatirkan.

Contohnya adalah tren pertumbuhan penerimaan pajak yang terus melandai sejak awal tahun. Malah kinerja lini bisnis yang berkontribusi besar pada penerimaan negara dan PDB, seperti industri pengolahan; perdagangan; hingga pertambangan, berkinerja kurang memuaskan.

Hal yang sama juga tampak jika mengamati penerimaan dari pajak produktif seperti Pajak Penghasilan (PPh) 22 Impor dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor yang tereduksi. Artinya, sektor manufaktur dan perdagangan di dalam negeri sedang menghadapi tantangan berat. Jika berlanjut, hal itu berisiko mengganjal pertumbuhan ekonomi.

Dus, sinergi kebijakan moneter dan fiskal pun bakal kembali diuji untuk mendongkrak ekonomi nasional. Kebijakan moneter yang selama ini cenderung longgar, agaknya perlu dipertahankan sehingga dapat menyokong pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi fiskal, pemerintah juga perlu memfokuskan belanja yang berfungsi menguatkan daya beli masyarakat sehingga sektor konsumsi yang menjadi salah satu penopang PDB tidak loyo. Hal itu juga dapat diimbangi dengan kucuran perlindungan sosial kepada masyarakat yang terukur.

Upaya lain yang dapat ditempuh adalah memacu penciptaan lapangan kerja, utamanya melalui dukungan fiskal ke sektor padat karya. Selain itu, pemerintah juga sebaiknya segera merealisasikan belanja modal dan barang yang memiliki efek berganda besar pada perekonomian.

Sinergi kebijakan moneter dan fiskal memang tak mudah dilakukan di kala tekanan eksternal yang berada di luar kendali terus mendera. Namun, upaya itu perlu dilakukan agar ekonomi dapat terus bertahan dan bahkan berakselerasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.