Editorial, Torehan Positif Kinerja Bursa

Di tengah turbulensi ekonomi, kinerja pasar modal sepanjang tahun ini menorehkan catatan positif. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik, begitu juga dengan jumlah investor ritel yang terus bertumbuh.

Redaksi

30 Des 2023 - 07.06
A-
A+
Editorial, Torehan Positif Kinerja Bursa

Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin 16.10.2023./Bisnis-Arief Hermawan P.

Di tengah turbulensi ekonomi, kinerja pasar modal sepanjang tahun ini menorehkan catatan positif. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik, begitu juga dengan jumlah investor ritel yang terus bertumbuh. Banyak rekor baru juga dicatatkan pada tahun ini.

Dari data yang disampaikan oleh otoritas bursa pada penutupan perdagangan akhir tahun, disebutkan IHSG ditutup di level 7.272,79 naik 6,16% dibandingkan dengan penutupan akhir tahun 2022 di posisi 6.850,62. Meski, bila dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,43%.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan per 28 Desember 2023, rata-rata nilai transaksi harian tercatat berada pada posisi Rp10,75 triliun. Catatan rekor baru terlihat dari sisi kapitalisasi pasar yang merupakan tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai angka Rp11.762 triliun.

Dari jumlah emiten yang mencatatkan sahamnya di lantai bursa pada tahun ini juga meraih angka tertinggi yaitu sebanyak 79 emiten, sehingga total perusahaan yang tercatat di papan perdagangan mencapai 903 perusahaan.

Dari sisi pertumbuhan investor, jumlah investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, reksa dana, dan obligasi pada 2023 juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,95% menjadi 12,16 juta atau bertambah sebanyak 1,85 juta pemodal, bila dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu sebanyak 10,31 juta.

Khusus untuk investor saham, terdapat peningkatan 811.000 investor saham menjadi 5,25 juta investor saham. Jumlah itu diyakini akan terus meningkat seiring dengan makin tingginya sosialisasi dan kemudahan bertransaksi yang ditawarkan oleh pelaku pasar.

Sayangnya, di tengah pencapaian tersebut, pelanggaran pasar modal masih kerap terjadi. Meski sudah diberi sanksi, pengawasan lebih ketat harus terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan para investor.

Dari catatan Bisnis, sampai dengan Oktober, Otoritas Jasa Keuangan telah memberi sanksi atas 104 kasus pelanggaran di pasar modal dari denda administratif hingga pencabutan izin usaha. Tak hanya itu, pada pekan ini, Bursa Efek Indonesia juga memberikan peringatan terhadap 38 perusahaan.

Tak main-main, BEI mengancam akan mengeluarkan emiten tersebut dari lantai bursa alias delisting, bila mengabaikan peringatan yang diberikan yaitu memperbaiki kinerja perusahaan.

Upaya otoritas bursa dan OJK dalam melakukan pengawasan terhadap para pelaku pasar modal tentunya patut diapresiasi. Langkah tersebut harus terus dilakukan, tidak boleh kendur sedikitpun.

Kepercayaan investor harus terus dijaga dan diperkuat dengan menghadirkan pasar modal yang sehat, minim pelanggaran, agar para pemilik modal yang telah menaruh dana nya tetap dapat bertransaksi dengan aman.

Selanjutnya, yang tak kalah pentingnya adalah proses seleksi perusahaan yang akan menggalang dana di pasar modal juga harus diperketat, mengingat sepanjang tahun ini terdapat beberapa perusahaan yang baru beberapa tahun melantai sudah terancam delisting karena jebloknya kinerja.

Untuk tahun depan, pekerjaan otoritas bursa bersama OJK tak kalah beratnya. Menjaga agar transaksi tetap terus ramai sepanjang tahun politik termasuk juga menghadirkan emiten baru di tengah aksi menunggu para pebisnis.

Sebagaimana yang disampaikan BEI, bahwa tahun depan, bursa optimistis transaksi harian mencapai Rp12,5 triliun naik signifikan dibandingkan dengan tahun ini, termasuk juga dengan jumlah investor yang ditargetkan naik menjadi 2 juta investor.

Gerak cepat otoritas bursa bersama OJK dalam mengembangkan pasar modal di Tanah Air sangat dibutuhkan. Di sisi lain, para pelaku, baik emiten, sekuritas, dan manajer investasi juga memiliki tanggung jawab sama dalam menghadirkan pasar modal yang sehat. Membangun fundamental penting untuk dilakukan agar pasar modal Indonesia tumbuh pesat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.