Efek Positif Lebaran 2024 Bagi Industri Ritel

Membaiknya ekonomi nasional usai Pemilu 2024 yang relatif kondusif diperkirakan membawa efek positif bagi industri ritel.

Alifian Asmaaysi

6 Apr 2024 - 20.41
A-
A+
Efek Positif Lebaran 2024 Bagi Industri Ritel

Warga sedang bersantai sejenak di pusat perberlanjaan. Bisnis/Abdurrachman.

Bisnis, JAKARTA – Penjualan ritel diproyeksi mencatatkan kinerja positif pada tahun ini. Salah satu pendongkraknya adalah momentum Ramadan dan Lebaran. Penjualan ritel diproyeksi tumbuh 15—30% pada momen Lebaran kali ini.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memprediksi tingginya potensi perputaran uang selama periode Ramadan dan Lebaran 1445H/2024 akan berdampak positif pada sektor ritel dalam negeri.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menuturkan bahwa kemungkinan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada momen Ramadan dan Idulfitri 2024 akan jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Thailand Jajaki Peluang Kerja Sama Bisnis Dengan Indonesia

"Diprediksi akan lebih tinggi dari tahun lalu, diperkirakan akan terjadi peningkatan sekitar 15% - 20% dibandingkan dengan tahun lalu," katanya saat dihubungi Bisnis, Sabtu (6/4/2024).

Alphonzus menuturkan bahwa salah satu faktor yang mendukung peningkatan tersebut yakni membaiknya ekonomi nasional usai Pemilu 2024 yang relatif kondusif.

Berdasarkan sektornya, tambah Alphonzus, sektor makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) bakal menjadi penyumbang terbesar pada momen Ramadan dan Idulfitri.

Senada, Ketua Umum Hippindo, Budiharjo Iduansjah, juga optimis bisnis ritel bisa mencatatkan kinerja positif selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini.



Hanya, khusus untuk sektor fashion seperti penjualan baju, sepatu hingga tas belum menunjukkan geliat transaksi yang signifikan pada April 2024.

"Penjualan sektor fashion hingga 4 April kemarin itu masih adem. Harapan kami justru di Sabtu ini [sudah meningkat], karena kan liburnya panjang terlebih sepertinya THR sudah pada cair. Nah, ini harapannya sesuai rencana dugaan akan ada peningkatannya di minggu ini dan minggu depan itu bisa terus bagus," jelasnya.

Secara historis Budi menjelaskan bahwa lonjakan transaksi pada momen Ramadan dan Lebaran mencapai 20%. Namun, di tahun ini diperkirakan dapat tembus hingga 30%. 

Baca juga: Berkah Ramadan dan Lebaran, Penjualan Ritel Berpotensi Tumbuh 30%

Selain didorong oleh efek rampungnya pemilu, Budi juga menyebut berkurangnya stok barang impor saat ini juga diduga bakal menjadi katalis positif mendukung lonjakan transaksi.

"Berkurangnya stok barang impor merek global yang mana seharusnya kita penuhi tapi karena ada satu dua hal Permendag yang baru itu, pemenuhan stok ini terhambat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.