Ekonomi Dunia Mengerikan, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Peneropongan atas proyeksi ekonomi tidak lagi menghasilkan gambar yang buram, melainkan gelap. Bahkan, dalam bahasa Presiden Jokowi, kondisi ekonomi berada pada situasi mengerikan.

Saeno
Aug 7, 2022 - 7:14 AM
A-
A+
Ekonomi Dunia Mengerikan, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Bisnis, JAKARTA – Lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, hingga PBB pesismistis dengan pertumbuhan ekonomi ke depan. Peneropongan atas proyeksi ekonomi tidak lagi menghasilkan gambar yang buram, melainkan gelap. Bahkan, dalam bahasa Presiden Jokowi, kondisi ekonomi berada pada situasi mengerikan.

IMF dalam laporan World Economic Outlook edisi memprediksi ekonomi global akan semakin suram pada 2022. Itu terjadi lantaran munculnya berbagai risiko akibat inflasi global, pengetatan aturan Covid-19 hingga perang Rusia vs Ukraina. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global kemungkinan melambat menjadi 3,2 persen pada 2022. Proyeksi tersebut turun dari perkiraan IMF pada April sebesar 3,6 persen dan 4,4 persen pada Januari. 

Tingkat inflasi global juga direvisi naik, diperkirakan akan mencapai 6,6 persen di negara maju dan 9,5 persen di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang tahun ini.

Dana Moneter Internasional (IMF), seperti juga Bank Dunia bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memprediksi ekonomi global tahun depan jauh dari menggembirakan.  

Editor: Saeno
company-logo

Lanjutkan Membaca

Ekonomi Dunia Mengerikan, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ