Ekspansi Masif Paramount Land Bangun Area Komersial di Serpong

Permintaan ritel komersial seusai pandemi mengalami peningkatan. Hal ini yang membuat pengembang Paramount Land kembali masif membangun area komersial berupa mal dan ruko yang dekat dengan kawasan permukiman.

Yanita Petriella

26 Agt 2023 - 03.41
A-
A+
Ekspansi Masif Paramount Land Bangun Area Komersial di Serpong

Kawasan Gading Serpong. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – Seusai pandemi Covid-19, permintaan dan suplai properti ritel komersial mengalami peningkatan. Berdasarkan data Perkembangan Properti Komersial Kuartal II tahun 2023 yang dikeluarkan Bank Indonesia, indeks permintaan ritel komersial di Jakarta, Bodetabek, Banten, Bandung dan Makassar pada kuartal II tahun 2023 berada di level 100,06, angka ini mengalami sedikit peningkatan 0,01 persen (Quarter-to-Quarter/QtQ) dari kuartal I tahun 2023 yang berada di level 100,05 dan meningkat 0,03 persen (Year-on-Year/YoY) dari kuartal II tahun 2022 berada di level 100,03. 

Adapun permintaan ritel komersial di Jakarta pada kuartal II tahun 2023 berada di level 100,11, angka ini stagnan dari kuartal I tahun 2023 yang berada di level 100,11 dan meningkat 0,03 persen YoY dari kuartal II tahun 2022 berada di level 100,10. 

Di Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi), permintaan ritel komersial pada kuartal II tahun 2023 berada di level 100,51, angka ini mengalami kenaikan 0,03 persen QtQ dari kuartal I tahun 2023 yang berada di level 100,48 dan meningkat 0,06 persen YoY dari kuartal II tahun 2022 berada di level 100,45.

Kemudian, permintaan ritel komersial di Banten pada kuartal II tahun 2023 berada di level 100,67 angka ini mengalami kenaikan 0,01 persen QtQ dari kuartal I tahun 2023 yang berada di level 100,66 dan meningkat 0,11 persen YoY dari kuartal II tahun 2022 berada di level 100,56.


Sementara itu, indeks suplai ritel komersial di Jakarta, Bodetabek, Banten, Bandung dan Makassar pada kuartal II tahun 2023 berada di level 100,09, angka ini mengalami sedikit peningkatan 0,02 persen QtQ dari kuartal I tahun 2023 yang berada di level 100,07 dan meningkat  0,05 persen YoY dari kuartal II tahun 2022 berada di level 100,04. 

Adapun suplai ritel komersial di Jakarta pada kuartal II tahun 2023 berada di level 100,08, angka ini stagnan dari kuartal I tahun 2023 yang berada di level 100,08 dan meningkat 0.01 persen YoY dari kuartal II tahun 2022 berada di level 100,07. 

Di Bodebek, suplai ritel komersial pada kuartal II tahun 2023 berada di level 100,57, angka ini mengalami kenaikan 0,08 persen QtQ dari kuartal I tahun 2023 yang berada di level 100,49 dan meningkat 0,08 persen YoY dari kuartal II tahun 2022 berada di level 100,48.

Kemudian, suplai ritel komersial di Banten pada kuartal II tahun 2023 berada di level 100,80 angka ini mengalami kenaikan 0,03 persen QtQ dari kuartal I tahun 2023 yang berada di level 100,78 dan meningkat 0,19 persen YoY dari kuartal II tahun 2022 berada di level 100,61.

Baca Juga: Berhitung Prospek Investasi Ruko Komersial di 2023, Masih Cuan? 


Mulai kembali meningkatnya permintaan ritel komersial di Banten inilah membuat Paramount Land menambah suplai dengan membangun Hampton Square yang merupakan mal lifestyle dengan  konsep open space dan Hampton Avenue Studio Loft @Manhattan District. Nantinya, kedua properti komersial ini akan berada di Manhattan District yang merupakan kawasan pusat bisnis dan komersial terbesar di Gading Serpong seluas 22 hektare. Kawasan Manhattan District ini telah digarap Paramount Land sejak akhir 2021 sebagai area komersial dengan konsep multi experiences

Presiden Direktur Paramount Land M. Nawawi mengatakan kota Gading Serpong telah berkembang menjadi sebuah destinasi populer di Tangerang Raya dan Jabodetabek dengan populasi mencapai lebih dari 120.000 jiwa di luar commuter. Kota ini terus bertumbuh secara pesat dengan lebih dari 30 klaster terhuni, fasilitas kota yang lengkap, transportasi umum, jalan boulevard yang dilewati lebih dari 15.000 kendaraan per jam, dan tingkat okupansi bisnis yang sangat tinggi. 

Kehadiran Central Business District (CBD) yang tersebar di Kota Gading Serpong menjadikan kota ini terkenal sebagai pusat kuliner, bisnis, perkantoran, dan hiburan yang saling terintegrasi, di mana hal ini tidak hanya mendongkrak roda perekonomian masyarakat yang tinggal di Gading Serpong dan sekitarnya, tapi juga Tangerang Raya.

“Melalui riset panjang dan menyeluruh, Paramount Land melihat bahwa kebutuhan masyarakat akan diversifikasi fasilitas komersial dan bisnis yang inovatif di Gading Serpong masih tinggi, di mana hal ini menjadi latar belakang kami untuk mengembangkan Manhattan District, commercial epicentrum seluas 22 hektare yang vibrant dan full of experiences,” ujarnya, Jumat (25/8/2023).

Manhattan District ini terbagi menjadi 4 area yaitu lifestyle hub, festive garden, business loft, dan thematic shophousesAdapun dalam mengembangkan area komersial ini, Paramount Land memiliki tiga kunci utama yakni memetakan perencanaan secara jangka panjang untuk menjamin long term sustainable business, membangun captive market, dan mengembangkan konsep komersial yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Inilah yang kami terapkan dalam mengembangkan 

“Sebagai bentuk komitmen dan melanjutkan kesuksesan rangkaian produk komersial di Manhattan District sebelumnya, kami menghadirkan open concept lifestyle mall di Hampton Square yang akan dikelola oleh Blveprint Destinations, konsultan ritl berpengalaman. Beberapa proyek yang di kelola oleh Blveprint Destinantions diantaranya Commune at RDTX Place, Open Public PIK 2, Travoy Hub, TMII, Markt Lane Sentul, dan lain-lain,” tuturnya.

Hampton Square berkonsep semi outdoor ini nantinya akan menjadi destinasi baru yang ditujukan bagi kaum urban di Kota Gading Serpong. Area komersial ini akan dibangun di lahan seluas 2 hektare dan ditargetkan soft opening pada Desember tahun 2024. 

“Hampton Square diperuntukkan sebagai tenant puller dan entertainment area, di mana nantinya akan hadir Black Owl sebagai destinasi dining dan entertainment terpopuler akan soft opening Mei 2024. Beragam destinasi lain juga akan hadir, mulai dari cafe, kuliner, taman pet-friendly, taman bermain anak, toko berkonsep, fasilitas penunjang gaya hidup aktif, dan pusat perbelanjaan,” ucap Nawawi. 

Direktur Paramount Land Norman Daulay menambahkan selain membangunn Hampton Square, Paramount juga akan mengembangkan Hampton Avenue Studio Loft sebagai bagian dari Hampton Avenue yang sebelumnya telah sukses dipasarkan. Studio loft juga terkoneksi dengan area komersial lainnya seperti Hampton Square, Hampton Avenue, Hampton Promenade, Madison Grande, dan kavling komersial lainnya sehingga menjadikan kawasan dengan value investment tinggi. Hampton Studio Loft ini akan dibangun hanya 15 unit yang memiliki 3 hingga 4 lantai berukuran 6 meter x 18 meter dengan harga mulai Rp9 miliar.

“Hampton Avenue Studio Loft adalah bangunan komersial terbaru di Kota Gading Serpong yang hadir dengan konsep modern luxury style,” tuturnya. 


Baca Juga: Pengembangan Kawasan Gading Serpong Jadi Pusat Ekonomi Baru 


Dalam kesempatan yang sama, Founder dan CEO Blveprint Destinations Veri Y. Setiady berpendapat saat ini pusat perbelanjaan atau mal tidak hanya menjadi tempat untuk berbelanja, tetapi juga harus memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri agar pengunjung tertarik untuk kembali. 

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pusat perbelanjaan, yaitu harus memiliki identitas dan bisa diakses dengan mudah,” ujarnya.

Selain itu, pengelola harus dapat memahami karakteristik pengunjung dan lokasi mal harus dekat dengan tempat bekerja, hangout, pusat gaya hidup, kecantikan, kesehatan, dan lain-lain. Saat ini sebuah destinasi komersial tidak hanya fokus pada gourmet market dan culinary spot, tetapi juga harus diimbangi dengan beragam fasilitas lifestyle

“Konsep inilah yang akan kami wujudkan di Hampton Square Open Concept Lifestyle Mall @Manhattan District,” kata Veri. 

Chief Human Capital Officer Black Owl Erwin Tan menuturkan kota Gading Serpong merupakan salah satu lokasi strategis dalam membuka bisnis Food & Beverages (F&B). Aktivitas di wilayah ini kini semakin pesat dan ramai, bahkan hingga malam hari. 

“Kami memutuskan untuk memperluas usaha dan memperkenalkan Black Owl di Kota Gading Serpong sekaligus membawa inspirasi dan ide-ide inovatif ke dalam industri hiburan khususnya di Gading Serpong, Tangerang,” ucapnya.

Sementara itu, CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menilai tren bisnis properti terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Menurutnya, pandemi telah membawa perubahan besar bagi perkembangan dan pengoperasian bisnis. Hal ini membuat terdapat perubahan perilaku konsumen terutama pascapandemi. 

Menurutnya, masyarakat juga semakin gemar beraktivitas outdoor, sehingga tren bisnis usaha perhotelan, F&B, dan lifestyle mulai menyediakan ruang outdoor yang nyaman. Hal inilah yang dicermati oleh para pengembang untuk berinovasi dan bertransformasi mengakomodasi kebutuhan konsumen.

“Salah satunya Paramount Land yang menghadirkan Manhattan District sebagai fasilitas bisnis dan komersial berskala regional bagi masyarakat luas dengan prospek tinggi,” katanya. 

Baca Juga: Mencari Kebenaran Gempuran Belanja Online Picu Sepinya Mal DKI


Tren Alfresco

Sementara itu, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan telah terjadi pergeseran tren mal sehingga para pemilik perlu melakukan inovasi ruang dan perombakan konsep untuk menarik kunjungan. 

Saat ini mal lifestyle dan juga alfresco retail space menjadi beberapa tren baru pada modern ritel yang mendapat respons positif dari konsumen. Inovasi ruang diperlukan untuk terus bertahan dalam industri ini,” ucapnya. 

Lifesyle mall merupakan tempat yang menjadi tujuan serbaguna berskala besar. Tak hanya memenuhi kebutuhan dan keinginan pengunjung, pengelola mal perlu menawarkan layanan hiburan yang berbeda.

Menurutnya, saat ini, mal harus bisa menyediakan wadah yang menggabungkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti fasilitas rekreasi yang mencakup restoran, bioskop, layanan medis, hingga fasilitas hiburan. 

Orientasi desain pun perlu diperhatikan sebagai ikonik yang dapat memikat pengunjung. Dalam hal ini termasuk infrastruktur modern, air mancur yang indah, hingga set furnitur. Artinya, tidak hanya cocok untuk berbelanja, tetapi juga cocok untuk hangout dan pertemuan santai,” tuturnya. 

Di sisi lain, ritel mal dengan konsep alfresco yang menawarkan layanan resto F&B juga sangat diminati. Alfresco ini menawarkan konsep outdoor sehingga menghindari penyebaran airborne virus yang dikhawatirkan selama pandemi.

Konsep ini juga berhasil memadukan stand alone retail dan foodcourt sehingga dapat dinikmati masyarakat. Tak hanya untuk F&B, konsep ini juga dapat diterapkan di area komersial untuk produk fashion hingga beauty,” terang Syarifah. 

Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim mengatakan sejumlah tenant seperti F&B, entertainment permainan anak dan tempat olah raga sangat aktif berekspansi.

“Saat ini, masyarakat mencari pengalaman berbeda saat berkunjung ke mal. Jadi banyak tenant yang melakukan improvement untuk menarik lebih banyak pengunjung,” ujarnya. 

Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo mengatakan saat ini kondisi ritel mal terus mengalami pemulihan yang ditandai dengan peningkatan jumlah pengunjung terutama selama musim liburan. Meskipun demikian, tingkat kunjungan masih di bawah level sebelum pandemi. Adapun di kuartal II tahun 2023, okupansi mal berada di level 77,2 persen.

Pusat-pusat ritel gaya hidup menjadi destinasi ritel yang semakin diminati karena para pengunjung mencari pengalaman,” katanya.

Baca Juga: Ketika Pesona Jakarta Tak Lagi Mampu Pikat Pengembang Bangun Mal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.